Pemprov Jateng Kebut Pemulihan Banjir Demak dengan Kolaborasi Multi Pihak

Apr 7, 2026 - 13:40
 0  5
Pemprov Jateng Kebut Pemulihan Banjir Demak dengan Kolaborasi Multi Pihak

Banjir besar di Kabupaten Demak yang terjadi akibat jebolnya Sungai Tuntang pada Jumat, 3 April 2026, telah merendam sembilan desa di empat kecamatan dan berdampak pada 5.148 jiwa. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat untuk menangani dampak banjir ini, mulai dari fase tanggap darurat, pemulihan, hingga pencegahan jangka panjang.

Ad
Ad

Penanganan Banjir Demak Melibatkan Berbagai Pihak

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung lokasi terdampak terparah di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, pada Selasa (7/4). Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan harus melibatkan koordinasi erat antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.

"Sudah kita asesmen. Tinggal kita petakan lagi secara detail, kita hitung kebutuhannya apa saja. Penanganannya tidak bisa sendiri, harus bersama-sama antara kabupaten, provinsi, dan juga pemerintah pusat," ujar Taj Yasin.

Untuk mempercepat pemulihan, Pemprov Jateng menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, kabupaten, Baznas, hingga Palang Merah Indonesia (PMI). Selain itu, tenaga perbaikan rumah juga akan melibatkan relawan dari organisasi kemasyarakatan seperti Banser yang telah berkomitmen membantu di lapangan.

"Tadi kami sudah komunikasi dengan Ansor. InsyaAllah Banser dari Jawa Tengah dan kabupaten akan membantu tenaga untuk perbaikan rumah warga," tambahnya.

Bantuan dan Pemulihan Rumah Warga Terus Bergulir

Bantuan mulai disalurkan secara bertahap, termasuk:

  • Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 7 unit.
  • 127 paket sembako dari Baznas Jawa Tengah.
  • Bantuan senilai Rp 10.065.500 dari PMI Jateng.

Warga terdampak mulai merasakan kehadiran bantuan. Salah satu korban, Ma'arif (39), mengungkapkan kondisi perlahan membaik meski kerusakan cukup parah.

"Alhamdulillah bantuan sudah mulai terasa. Dari nasi bungkus, listrik sudah nyala, air bersih juga ada, sampai pembersihan lumpur," jelasnya.

Namun, rumah Ma'arif rusak sekitar 40 persen, sementara rumah orang tuanya hanyut tanpa sisa beserta sebagian besar isinya. Menurutnya, biaya perbaikan rumah kayu bisa mencapai sekitar Rp 80 juta per unit, belum termasuk isi rumah yang hilang.

Selain perbaikan rumah, warga masih membutuhkan bantuan untuk melakukan pencarian puing-puing bangunan yang tertimbun lumpur akibat banjir.

Situasi Pengungsi dan Upaya Pencegahan Banjir Berkelanjutan

Dari total 5.148 jiwa terdampak, sebanyak 2.867 jiwa sempat mengungsi. Saat ini, pengungsi tersisa 12 jiwa yang masih berada di Madin Sindon. Meski sebagian wilayah sudah mulai surut, satu titik tanggul yang belum sepenuhnya tertutup sempat meluap kembali dan menggenangi Dukuh Solondoko. Perbaikan tanggul darurat pun langsung dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan air kembali.

Taj Yasin menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kejadian banjir berulang. Fokus utama ke depan adalah pembenahan sistem pengendalian banjir secara menyeluruh agar bencana serupa dapat diminimalisasi.

"Yang paling utama adalah memastikan banjir ini tidak terjadi lagi. Itu yang sedang kita siapkan penanganannya secara menyeluruh," pungkasnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah cepat Pemprov Jawa Tengah dalam menangani banjir Demak melalui kolaborasi multi pihak menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi bencana yang memengaruhi ribuan jiwa. Pendekatan yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, lembaga sosial seperti Baznas dan PMI, serta relawan komunitas seperti Banser, mencerminkan sinergi yang menjadi kunci keberhasilan pemulihan bencana.

Namun, masalah utama yang perlu mendapat perhatian lebih adalah soal pencegahan jangka panjang. Perbaikan fisik seperti tanggul dan drainase harus dipadukan dengan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, serta edukasi masyarakat untuk mitigasi risiko. Jika tidak, kejadian jebolnya tanggul Sungai Tuntang berpotensi terulang, menimbulkan kerugian besar baik materiil maupun sosial.

Ke depan, masyarakat dan pemerintah perlu mengawasi progres pembangunan sistem pengendalian banjir ini. Kami menyarankan agar transparansi dan partisipasi publik ditingkatkan agar solusi yang diambil memang tepat sasaran. Dengan demikian, kesejahteraan warga Demak bisa terjaga dan risiko bencana dapat diminimalisasi secara efektif.

Untuk informasi selengkapnya mengenai penanganan banjir Demak, Anda dapat mengakses berita sumbernya di detik.com serta mengikuti update dari Pikiran Rakyat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad