Waspadai Penyakit Jantung Bawaan yang Hambat Tumbuh Kembang Anak
Penyakit jantung bawaan merupakan salah satu kondisi medis serius yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan energi tubuh anak meningkat sehingga berat badan sulit naik dan proses pertumbuhan menjadi terhambat.
Menurut dr. Putri Reno Indrisia, Sp.JP, FIHA, CCK, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong, anak dengan penyakit jantung bawaan memerlukan kalori lebih tinggi untuk menunjang kerja jantung dan sistem pernapasan yang bekerja ekstra keras. "Hal ini sering menyebabkan berat badan sulit naik dan pertumbuhan terhambat," jelasnya.
Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan?
Penyakit jantung bawaan adalah kelainan struktur atau fungsi jantung yang sudah ada sejak bayi dalam kandungan. Kelainan ini terjadi akibat proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna sehingga kemampuan jantung dalam memompa darah menjadi terganggu.
Secara garis besar, penyakit ini dibagi menjadi dua jenis utama:
- PJB Non-Sianotik (Tidak Biru): Jenis paling umum dimana kadar oksigen dalam darah masih cukup baik sehingga anak tidak tampak kebiruan. Contohnya adalah kelainan pada sekat jantung seperti ASD (Atrial Septal Defect) dan VSD (Ventricular Septal Defect).
- PJB Sianotik (Tipe Biru): Jenis yang lebih serius karena terjadi pencampuran darah kaya oksigen dan rendah oksigen, sehingga tubuh kekurangan oksigen. Gejala khasnya adalah bibir, lidah, atau ujung jari yang tampak kebiruan, terutama saat anak menangis atau kelelahan. Contohnya termasuk Tetralogy of Fallot (ToF) dan transposisi pembuluh darah besar.
Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Harus Diwaspadai
Gejala dapat muncul sejak bayi atau baru terlihat saat anak bertambah usia. Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
- Pada bayi:
- Menyusu terputus-putus atau berkeringat saat menyusu.
- Berat badan sulit naik meski asupan cukup.
- Infeksi saluran pernapasan berulang, termasuk pneumonia.
- Bibir atau ujung jari tampak kebiruan.
- Pada anak yang lebih besar:
- Mudah lelah saat bermain.
- Pertumbuhan lebih lambat dibanding teman sebaya.
- Sering merasakan nyeri dada atau jantung berdebar.
- Ujung jari membulat (clubbing finger).
- Bibir tampak kebiruan saat kelelahan.
Pentingnya Deteksi Dini untuk Penanganan Optimal
Deteksi dini penyakit jantung bawaan sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan seperti auskultasi jantung, pulse oximetry, elektrokardiogram (EKG), rontgen dada, dan echocardiography (USG jantung) yang merupakan standar utama diagnosis.
Selain itu, pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI jantung, dan kateterisasi jantung dapat dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail.
Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi pasien, mulai dari terapi obat, tindakan intervensi non-bedah seperti pemasangan balon atau stent, hingga operasi memperbaiki kelainan struktur jantung.
dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, menegaskan komitmen rumah sakit dalam memberikan layanan jantung yang komprehensif. "Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan jantung terintegrasi, mulai dari deteksi dini hingga penanganan yang tepat, didukung teknologi modern dan tim dokter berpengalaman," ujarnya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, penyakit jantung bawaan merupakan kondisi yang sering luput dari perhatian karena gejalanya yang kadang mirip keluhan umum pada anak seperti berat badan sulit naik dan mudah lelah. Padahal, dampaknya sangat signifikan terhadap kualitas hidup dan perkembangan anak secara keseluruhan.
Deteksi dini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga membuka peluang bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal dengan penanganan yang tepat. Orang tua harus lebih waspada terhadap gejala ringan yang muncul dan segera konsultasi ke dokter spesialis jika ada kecurigaan. Selain itu, fasilitas kesehatan seperti Bethsaida Hospital yang menyediakan layanan lengkap sangat penting untuk mendukung diagnosis dan terapi yang efektif.
Ke depan, edukasi publik tentang penyakit jantung bawaan perlu ditingkatkan agar kesadaran masyarakat makin meluas dan angka kasus terlambat terdiagnosis bisa ditekan. Ini juga menjadi momentum bagi pemerintah dan stakeholder kesehatan untuk memperkuat program skrining jantung pada bayi baru lahir.
Untuk informasi lebih lengkap dan update seputar kesehatan anak dan penyakit jantung bawaan, Anda dapat mengunjungi situs resmi Medcom.id serta sumber terpercaya lainnya seperti Alodokter.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0