Penyakit Jantung Bawaan: Kenali Tipe dan Gejalanya Sejak Bayi Lahir

Apr 9, 2026 - 07:10
 0  6
Penyakit Jantung Bawaan: Kenali Tipe dan Gejalanya Sejak Bayi Lahir

Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan pada struktur atau fungsi jantung yang terjadi sejak bayi masih dalam kandungan. Kondisi ini disebabkan oleh proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna selama kehamilan.

Ad
Ad

Di Indonesia, prevalensi penyakit jantung bawaan mencapai sekitar 8 kasus per 1.000 kelahiran. Penyakit ini berdampak pada kemampuan jantung memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh, sehingga memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan anak, menurut dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah, Putri Reno Indrisia dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, Banten.

Tipe Penyakit Jantung Bawaan: PJB Non-Sianotik dan Sianotik

Menurut Putri, PJB terbagi menjadi dua kelompok utama:

  • PJB Non-Sianotik (Tidak Biru)
    Jenis ini paling sering ditemukan. Kadar oksigen dalam darah tetap cukup baik sehingga anak tidak menunjukkan tanda kebiruan. Contohnya adalah defek septum atrium (ASD) atau defek septum ventrikel (VSD), yaitu adanya lubang pada sekat jantung yang memisahkan ruang-ruang jantung.
  • PJB Sianotik (Tipe Biru)
    Jenis ini lebih serius karena terjadi percampuran darah rendah oksigen dengan darah kaya oksigen. Akibatnya, darah yang dipompa ke tubuh kekurangan oksigen, menimbulkan tanda khas seperti bibir, lidah, atau ujung jari yang tampak kebiruan, terutama saat anak menangis atau kelelahan. Contoh kondisi ini adalah Tetralogy of Fallot (ToF) dan transposisi pembuluh darah besar.

Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Perlu Diwaspadai

Gejala PJB dapat muncul sejak bayi lahir, namun beberapa kasus baru terdeteksi saat anak bertambah usia. Berikut gejala yang umumnya muncul:

Gejala pada bayi:

  • Bayi menyusu dengan terputus-putus atau berkeringat saat menyusu
  • Berat badan sulit naik, menunjukkan hambatan tumbuh kembang
  • Sering mengalami infeksi saluran pernapasan, seperti batuk pilek berulang dan pneumonia
  • Bibir, lidah, atau ujung jari tampak kebiruan

Gejala pada anak yang lebih besar:

  • Mudah lelah saat bermain atau berolahraga
  • Pertumbuhan lebih lambat dibanding anak seusianya
  • Nyeri dada atau jantung berdebar
  • Ujung jari tampak membulat (clubbing finger)
  • Bibir dan ujung jari tampak kebiruan saat kelelahan

"Tubuh anak dengan penyakit jantung bawaan membutuhkan kalori lebih tinggi untuk membantu kerja jantung dan pernapasan, sehingga sering berat badan sulit naik," jelas Putri.

Pemeriksaan Komprehensif untuk Diagnosis Penyakit Jantung Bawaan

Untuk memastikan diagnosis PJB, diperlukan pemeriksaan menyeluruh, antara lain:

  1. Auskultasi: Mendengarkan suara jantung untuk mendeteksi bunyi tidak normal
  2. Pulse oximetry: Mengukur kadar oksigen dalam darah, terutama pada bayi baru lahir
  3. Elektrokardiogram (EKG): Merekam aktivitas listrik jantung untuk melihat gangguan atau pembesaran ruang jantung
  4. Rontgen dada: Menilai kondisi jantung dan paru, termasuk pembesaran jantung
  5. Echocardiography (USG jantung): Pemeriksaan utama untuk melihat struktur jantung secara detail
  6. CT Scan dan MRI jantung: Memberikan gambaran lebih rinci mengenai struktur dan fungsi jantung
  7. Kateterisasi jantung: Mengevaluasi tekanan dalam ruang jantung dan menentukan terapi yang tepat

Dengan pemeriksaan tersebut, diagnosis dapat ditegakkan secara tepat sehingga penanganan bisa dilakukan secara optimal, kata Putri.

Penanganan dan Pentingnya Deteksi Dini

Jika ditemukan gejala, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung anak. Deteksi dini sangat penting untuk menentukan terapi yang sesuai, mulai dari:

  • Terapi obat
  • Tindakan intervensi non-bedah, seperti pemasangan balon atau stent
  • Tindakan pembedahan untuk memperbaiki kelainan struktur jantung

Menurut dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, penanganan penyakit jantung bawaan harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari deteksi dini hingga tindak lanjut secara berkelanjutan agar kondisi pasien terpantau dengan baik.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penyakit jantung bawaan merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang sering terlambat terdeteksi karena gejalanya bisa samar terutama pada bayi dan anak yang tampak sehat. Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin sangat krusial untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Selain itu, pengembangan layanan kesehatan jantung terintegrasi di berbagai fasilitas medis menjadi game-changer dalam penanganan PJB. Dengan pendekatan menyeluruh, tidak hanya diagnosis, tetapi juga perawatan lanjutan dan edukasi keluarga dapat berjalan efektif.

Ke depan, peningkatan kesadaran masyarakat dan pelatihan tenaga medis tentang gejala serta jenis PJB harus terus digalakkan agar lebih banyak pasien mendapat penanganan tepat waktu. Menurut laporan Liputan6, angka kejadian PJB masih signifikan, sehingga perhatian serius dari semua pihak sangat diperlukan.

Terus pantau informasi terbaru mengenai kesehatan jantung anak agar Anda dapat melakukan langkah pencegahan dan penanganan sejak dini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad