Warga Cijagra Tetap Shalat Jumat di Tengah Banjir Luapan Sungai Citarum Lama

Apr 10, 2026 - 17:30
 0  4
Warga Cijagra Tetap Shalat Jumat di Tengah Banjir Luapan Sungai Citarum Lama

BANDUNG – Selama tiga hari terakhir, Kampung Cijagra, RT 01 RW 10, Desa Bojongsoang, Kabupaten Bandung, terendam banjir akibat luapan Sungai Citarum Lama. Air berwarna hijau pekat membanjiri jalan dan halaman rumah warga setinggi 50 hingga 70 sentimeter, membatasi aktivitas dan mobilitas sehari-hari.

Ad
Ad

Meski begitu, suara azan dari Masjid Jami Baitul Ghofur tetap menggema, menjadi panggilan kuat bagi warga untuk tetap melaksanakan ibadah, khususnya shalat Jumat, di tengah kondisi penuh tantangan ini.

Keteguhan Ibadah di Tengah Genangan Banjir

Salah satu warga, Ahmad (45), dengan langkah hati-hati membelah riak air yang mencapai paha. Ia membawa sepasang sandal jepit di tangan kanan dan mengangkat lipatan sarung di tangan kiri agar tidak terendam air kotor.

Bagi Ahmad dan warga lain, banjir bukanlah penghalang untuk beribadah, melainkan ujian kesabaran dan keteguhan iman. "Ini ujian, kami harus tetap tegak dan tidak meninggalkan kewajiban," ujarnya saat ditemui pada Jumat (10/4/2026).

Banjir yang Terjadi dan Dampaknya bagi Warga

Menurut laporan Kompas, banjir ini mulai terjadi sejak Rabu (8/4/2026) sore. Luapan Sungai Citarum Lama yang meluap menyebabkan akses jalan dan halaman rumah warga terendam, mengganggu aktivitas harian dan menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan dan keselamatan.

  • Genangan air setinggi 50-70 cm menghambat mobilitas warga.
  • Potensi penyebaran penyakit akibat air kotor yang menggenang meningkat.
  • Kerusakan fasilitas umum dan rumah warga akibat banjir.
  • Kebutuhan warga terhadap solusi permanen banjir semakin mendesak.

Harapan Warga dan Solusi Permanen

Warga Cijagra berharap ada langkah cepat dan solusi permanen dari pemerintah untuk mengatasi banjir yang berulang di wilayah mereka. Selama ini, banjir luapan Sungai Citarum Lama menjadi masalah kronis yang belum menemukan titik terang penyelesaiannya.

"Kami rindu solusi yang nyata, bukan hanya penanganan sementara," ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat. Hal ini menjadi sorotan penting di tengah upaya menjaga kelangsungan kehidupan dan ibadah warga.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kisah warga Cijagra yang tetap melaksanakan shalat Jumat di tengah banjir ini bukan hanya soal keteguhan iman, melainkan juga cermin dari kegagalan sistem pengelolaan lingkungan dan tata ruang yang berkelanjutan. Banjir yang berulang di kawasan ini menunjukkan perlunya intervensi lebih serius dari pemerintah daerah maupun pusat.

Selain dampak langsung terhadap kesehatan dan aktivitas warga, banjir juga menimbulkan risiko sosial ekonomi jangka panjang yang belum banyak mendapat perhatian. Warga yang terus-menerus menghadapi bencana seperti ini berpotensi mengalami penurunan kualitas hidup, bahkan beralih dari produktivitas ke kondisi pasif menghadapi bencana.

Ke depan, selain perbaikan infrastruktur dan pengelolaan sungai, perlu ada keterlibatan aktif masyarakat dalam mitigasi risiko. Langkah ini harus diiringi dengan solusi berkelanjutan seperti normalisasi sungai, pembangunan tanggul yang memadai, serta pengawasan ketat terhadap aktivitas yang memperparah kondisi banjir.

Simak terus perkembangan berita ini dan berbagai solusi yang tengah diupayakan pemerintah serta masyarakat untuk mengatasi banjir Sungai Citarum Lama yang berulang di kawasan Bojongsoang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad