2 Kapal Perusak AS Hampir Hancur saat Gagal Tembus Blokade Selat Hormuz

Apr 12, 2026 - 21:10
 0  5
2 Kapal Perusak AS Hampir Hancur saat Gagal Tembus Blokade Selat Hormuz

Dua kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat nyaris hancur total saat mencoba menembus blokade ketat di Selat Hormuz pada Sabtu, 11 April 2026. Insiden ini terjadi di tengah pembicaraan diplomatik yang sedang berlangsung antara Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, dan berakhir sebagai kegagalan operasi militer sekaligus propaganda yang memalukan bagi Washington.

Ad
Ad

Upaya Gagal Penembusan Blokade Selat Hormuz

Menurut hasil investigasi dari Press TV yang mengutip sumber militer dan keamanan tingkat tinggi, kapal perusak kelas Arleigh Burke, USS Michael Murphy (DDG 112) dan USS Frank E. Peterson (DDG 121), bersama armada pengiringnya gagal melewati jalur air strategis tersebut. Pasukan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran secara efektif mencegat dan memaksa mundur kapal-kapal AS itu.

Investigasi menyebut bahwa kapal-kapal AS tersebut hampir mengalami kehancuran total ketika rudal jelajah Iran mengunci target mereka, dan drone penyerang siap dikerahkan. Dalam situasi kritis, kedua kapal perusak hanya diberikan waktu kurang lebih 30 menit untuk segera berbalik arah dan mundur dari muara Teluk Persia.

Taktik Perang Elektronik yang Gagal

Dalam upaya menembus blokade, kapal-kapal AS menerapkan taktik perang elektronik, termasuk mematikan sistem pelaporan posisi untuk mengelabui pasukan Iran. Namun, strategi ini tidak berhasil dan justru memperlihatkan betapa berisikonya operasi tersebut. Sumber menyebut bahwa langkah ini merupakan operasi propaganda yang bertujuan untuk menunjukkan kekuatan AS, namun berakhir sebagai kegagalan yang memalukan.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang sangat vital bagi perdagangan minyak dunia, dan Iran telah lama mempertahankan kontrol ketat di wilayah tersebut sebagai respons atas tekanan dan sanksi dari negara-negara Barat, khususnya AS.

Konsekuensi dan Dampak Geopolitik

  • Gagalnya operasi ini semakin mengukuhkan posisi Iran dalam mempertahankan kedaulatan wilayah perairannya.
  • Insiden ini berpotensi meningkatkan ketegangan militer antara AS dan Iran di kawasan Teluk Persia.
  • Memberi sinyal bahwa upaya militer AS untuk menunjukkan dominasi di wilayah tersebut menghadapi batasan serius.
  • Menimbulkan pertanyaan besar terhadap efektivitas strategi dan kesiapan militer AS dalam menghadapi pertahanan Iran yang semakin canggih.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kegagalan dua kapal perusak AS ini menembus blokade di Selat Hormuz bukan sekadar insiden militer biasa, melainkan cerminan kegagalan strategi Washington dalam menghadapi kekuatan regional yang semakin terorganisir dan siap menghadapi tekanan Barat. Operasi yang bertepatan dengan pembicaraan diplomatik di Islamabad ini tampak sebagai upaya AS untuk menekan Iran secara militer sekaligus psikologis, namun hasilnya justru melemahkan posisi negosiasi AS.

Selain itu, insiden ini mengindikasikan bahwa Iran kini memiliki pertahanan rudal dan drone yang cukup mumpuni untuk menghadang kapal perang besar AS, yang dapat mengubah perhitungan militer AS di wilayah Teluk Persia ke depan. Publik dan pengambil kebijakan harus mencermati bahwa pendekatan militer yang agresif berisiko besar menimbulkan eskalasi konflik yang tidak diinginkan dan dapat mengganggu stabilitas energi global.

Kedepannya, penting bagi dunia internasional untuk memantau perkembangan negosiasi Iran-AS dan bagaimana kedua negara mengelola ketegangan militer ini agar tidak berujung pada konfrontasi terbuka. Peran diplomasi menjadi kunci utama mengingat potensi kerusakan dan dampak luas dari konflik di kawasan selat yang sangat vital ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad