Pemimpin OpenAI Buat Rencana Kontroversial Adu Domba Pemerintah Dunia, Karyawan Terkejut

Apr 12, 2026 - 23:20
 0  4
Pemimpin OpenAI Buat Rencana Kontroversial Adu Domba Pemerintah Dunia, Karyawan Terkejut

OpenAI pernah menghadirkan rencana yang menghebohkan dan memicu kekhawatiran besar di kalangan stafnya. Rencana tersebut, yang digagas oleh CEO Sam Altman dan COO Greg Brockman, berupaya untuk memanfaatkan persaingan geopolitik antarnegara demi memperkaya perusahaan. Namun, rencana "gila" ini akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan keras dari karyawan.

Ad
Ad

Rencana Adu Domba Pemerintah Dunia Demi Keuntungan OpenAI

Menurut laporan investigasi mendalam yang diterbitkan oleh The New Yorker, Altman dan Brockman pernah mengusulkan sebuah strategi yang kemudian dikenal secara internal sebagai "rencana negara-negara". Ide utamanya adalah memanfaatkan rivalitas antara kekuatan dunia seperti China dan Rusia dengan cara memicu perlombaan penawaran teknologi kecerdasan buatan (AI) demi mendapatkan pendanaan besar dari pemerintah-pemerintah tersebut.

Meski sempat mendapat peringatan dari penasihat etika OpenAI, Page Hedley, yang menyarankan untuk menghindari perlombaan senjata ala nuklir dengan membentuk badan internasional untuk kerja sama keselamatan AI, Brockman justru menganggap pendekatan tersebut sebagai strategi yang sah. "Itu berhasil untuk senjata nuklir, kenapa tidak untuk AI?" ujarnya secara terbuka.

"Premisnya, yang tidak mereka bantah, adalah 'Kita berbicara tentang teknologi yang berpotensi paling destruktif yang pernah ditemukan — bagaimana jika kita menjualnya ke Putin?"
ujar Hedley dengan nada frustrasi.

Direktur kebijakan OpenAI waktu itu, Jack Clark, menggambarkan situasi tersebut sebagai dilema tahanan di mana semua negara harus memberikan pendanaan kepada OpenAI, dan tidak memberikannya dianggap berisiko.

Salah satu peneliti junior mengingat bahwa saat rapat membahas rencana ini, pikirannya langsung tertuju pada kesimpulan bahwa rencana tersebut "benar-benar gila".

Penolakan Karyawan dan Pembatalan Rencana

Rencana kontroversial ini akhirnya dihentikan beberapa bulan kemudian setelah sejumlah staf menyatakan akan mengundurkan diri jika rencana tersebut tetap dijalankan. Menurut Hedley, penolakan dari karyawan ternyata lebih memengaruhi keputusan Altman daripada kekhawatiran soal potensi perang antarnegara besar akibat rencana tersebut.

Manipulasi Pemerintah AS dan Klaim Palsu

Tidak hanya mengusulkan rencana adu domba antarnegara, Altman juga dituduh melakukan manipulasi terhadap pemerintah Amerika Serikat. Sejak 2017, Altman dilaporkan telah berulang kali mengklaim kepada pejabat intelijen AS bahwa China telah meluncurkan sebuah "Proyek Manhattan AGI," yang merujuk pada kecerdasan buatan umum (Artificial General Intelligence), sebuah proyek rahasia besar-besaran untuk mengembangkan AI canggih.

Menurut Altman, agar OpenAI dan AS tetap seimbang dengan China, perusahaan membutuhkan miliaran dolar dana pemerintah. Namun, ketika pejabat menanyakan sumber klaim tersebut, Altman hanya memberikan jawaban yang samar, "Saya dengar kabar."

Salah satu pejabat yang menyelidiki klaim itu menyimpulkan bahwa seluruh cerita tersebut hanyalah rekayasa guna mempengaruhi pemerintah agar memberikan dana besar. "Itu hanya digunakan sebagai alat pemasaran," katanya.

Sam Altman, Figur Oppenheimer Era AI

Laporan tersebut menggambarkan Altman sebagai sosok yang berusaha membangun citra dirinya seperti Oppenheimer — fisikawan yang memimpin pengembangan bom atom. Namun perbedaannya, Altman menggunakan ketakutan geopolitik atas teknologi AI untuk meyakinkan para pemangku kepentingan dan pemerintah agar mendukung ambisinya.

"Sementara Oppenheimer menggunakan alasan mulia untuk menyelamatkan dunia dari Nazi, Altman memanfaatkan ketakutan akan taruhan geopolitik teknologi ini," tulis The New Yorker.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, terungkapnya rencana semacam itu membuka sisi gelap dari ambisi perusahaan teknologi besar dalam dunia AI yang sangat kompetitif dan berisiko. Strategi memanfaatkan rivalitas geopolitik bukan hanya berpotensi memicu ketegangan internasional lebih jauh, tetapi juga menunjukkan lemahnya kontrol etika di dalam perusahaan yang mengembangkan teknologi dengan dampak global.

Kita harus waspada terhadap bagaimana perusahaan-perusahaan seperti OpenAI mengelola kekuatan teknologi yang mereka kuasai, terutama saat mereka memiliki potensi untuk mengubah tatanan dunia. Rencana untuk mengadu domba negara-negara demi keuntungan finansial jelas menunjukkan prioritas yang bermasalah dan bisa berakibat fatal.

Ke depan, publik dan regulator perlu memantau dengan ketat perkembangan teknologi AI dan kebijakan perusahaan pengembangnya agar tidak terjebak dalam permainan geopolitik yang berbahaya. Transparansi, etika, dan kolaborasi internasional harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan AI demi mencegah skenario seperti yang pernah diusulkan oleh OpenAI ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad