War on Terror Jadi Perang Termahal AS, Biayanya Setara 40 Kali APBN Indonesia

Apr 13, 2026 - 12:10
 0  4
War on Terror Jadi Perang Termahal AS, Biayanya Setara 40 Kali APBN Indonesia

Amerika Serikat dikenal sebagai negara yang kerap terlibat dalam berbagai konflik militer global dengan biaya fantastis. Dari Perang Dunia II hingga operasi militer di Timur Tengah, pengeluaran perang AS tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga meninggalkan dampak jangka panjang yang signifikan. Salah satu catatan penting adalah perang termahal yang pernah dilalui AS, yakni War on Terror, yang biayanya mencapai angka yang luar biasa besar.

Ad
Ad

War on Terror: Perang Termahal dalam Sejarah AS

War on Terror menjadi kampanye militer global paling mahal yang pernah dilakukan Amerika Serikat. Dimulai setelah serangan 11 September 2001, konflik ini meluas ke berbagai negara dan melibatkan operasi militer yang sangat luas. Total biaya yang dikeluarkan mencapai lebih dari USD 8 triliun atau sekitar Rp136.000 triliun. Untuk memberikan gambaran skala besarnya, angka ini setara dengan 40 kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia yang berkisar antara Rp3.000 hingga Rp3.500 triliun per tahun.

Biaya tersebut tidak hanya mencakup operasi militer di luar negeri, tetapi juga biaya keamanan dalam negeri, perawatan veteran perang, serta bunga utang yang muncul karena pembiayaan perang tersebut. Dengan kata lain, dampak finansialnya terasa tidak hanya saat perang berlangsung, tetapi hingga bertahun-tahun setelahnya.

Perang Afghanistan: Konflik Terpanjang dengan Biaya Fantastis

Selain War on Terror secara umum, Perang Afghanistan menjadi salah satu konflik yang paling lama dan mahal bagi Amerika Serikat. Perang ini berlangsung selama dua dekade dengan biaya mencapai USD 2,3 triliun atau sekitar Rp39.100 triliun. Jika dibandingkan dengan APBN Indonesia, biaya ini setara dengan 10 hingga 12 kali anggaran tahunan Indonesia.

Perang ini berfokus pada penggulingan Taliban dan memburu jaringan al-Qaeda yang dipimpin oleh Osama bin Laden, pelaku utama serangan 9/11. Ironisnya, meskipun biaya yang dikeluarkan sangat besar, hasil akhir dari perang ini dinilai banyak pihak tidak sebanding dengan pengorbanan dan dana yang telah dihabiskan.

Potensi Perang Baru yang Mengancam Biaya Besar

Belum lama ini, AS bersama sekutunya Israel memulai konflik baru melawan Iran pada 28 Februari 2026. Perang ini diperkirakan akan masuk dalam daftar konflik paling mahal dalam sejarah Amerika Serikat jika berlangsung lama dan melibatkan operasi militer besar-besaran. Situasi geopolitik yang terus memanas ini menambah kekhawatiran akan beban finansial yang harus ditanggung AS di masa depan.

Daftar Perang Termahal dalam Sejarah AS

  • War on Terror: USD 8 triliun (Rp136.000 triliun), setara 40 kali APBN Indonesia
  • Perang Afghanistan: USD 2,3 triliun (Rp39.100 triliun), setara 10-12 kali APBN Indonesia

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, biaya perang yang sangat besar ini menunjukkan bahwa konflik militer modern bukan hanya persoalan strategi dan kekuatan militer, tetapi juga persoalan ekonomi yang sangat kompleks. War on Terror yang berlangsung lebih dari dua dekade telah membebani anggaran AS secara signifikan, bahkan memengaruhi kebijakan fiskal dan sosial dalam negeri. Beban utang dan biaya perawatan veteran menjadi tanggungan jangka panjang yang sering terlupakan dalam diskursus publik.

Selain itu, konflik terbaru antara AS dan Iran yang dimulai pada 2026 patut mendapat perhatian serius. Jika eskalasi berlanjut, bukan tidak mungkin perang ini akan menambah daftar perang termahal AS dan memperpanjang beban finansial yang harus ditanggung negara tersebut. Bagi Indonesia dan negara lain, fenomena ini menjadi pengingat akan dampak global dari kebijakan militer AS, terutama terkait stabilitas ekonomi dan politik dunia.

Penting bagi pembaca untuk terus mengikuti perkembangan situasi ini karena implikasi geopolitik dan ekonomi dari perang-perang tersebut sangat luas dan berpotensi memengaruhi keamanan serta perekonomian global ke depannya.

Informasi lengkap dan update terbaru dapat dilihat melalui sumber asli SINDOnews serta laporan dari media internasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad