Pemkot Jaksel Targetkan Keruk 6.842 Meter Kubik Lumpur di Kali Krukut Antisipasi Banjir
Pemkot Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) menargetkan pengerukan sebanyak 6.842 meter kubik lumpur di Kali Krukut dan selokan di Jalan Bendungan Udik, RW 04, Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penumpukan sampah dan potensi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.
Kepala SDA Jaksel, Santo, menyampaikan bahwa pengerukan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir sekaligus pembersihan sedimen lumpur dan sampah yang menghambat aliran air di Kali Krukut.
"Pengerukan Kali Krukut di Kelurahan Karet Semanggi ditargetkan dapat mengeruk 6.842 meter kubik sedimen lumpur dan sampah,"ujarnya saat dikonfirmasi, Senin.
Proses Pengerukan dan Alat yang Digunakan
Untuk memastikan pengerukan berjalan efektif, SDA Jaksel mengerahkan dua unit ekskavator amphibi yang mampu bekerja di area perairan serta 10 unit dump truck untuk mengangkut lumpur dan sampah hasil pengerukan. Proses ini ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan, yaitu pada 10 Agustus 2026.
Selain pengerukan, pihak pemerintah juga mengoptimalkan keberadaan pintu air di lokasi tersebut yang akan dilengkapi dengan pompa agar dapat mengurangi genangan air secara maksimal. Langkah ini menjadi bagian integral dari strategi pengendalian banjir sebelum memasuki musim hujan.
Kerja Bakti Skala Besar untuk Cegah Genangan
Pada Minggu, 12 April 2026, Pemkot Jaksel menggelar kerja bakti skala besar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menyatakan bahwa kerja bakti ini sebagai respon atas genangan air yang kerap mencapai ketinggian 70 sentimeter di kawasan tersebut.
"Minimal kalau memang terjadi genangan itu akan bisa cepat surut. Upaya mengatasi genangan ini akan terus kami optimalkan sebelum musim hujan tahun ini,"kata Anwar.
Anwar juga berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi masyarakat, pemerintah, swasta, pelaku usaha, dan seluruh warga Jakarta Selatan untuk secara konsisten menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah sampah masuk ke kali.
"Harus kita jaga sama-sama, kami dari pemerintah tidak henti-hentinya memberikan edukasi kepada warga, agar tidak membuang sampah di bantaran kali,"tegasnya.
Faktor Penting dalam Pengendalian Banjir Jakarta Selatan
Normalisasi kali dan pengerukan sedimen lumpur merupakan salah satu solusi utama dalam penanggulangan banjir di Jakarta Selatan, terutama di wilayah yang rawan genangan seperti Setiabudi. Lumpur dan sampah yang menumpuk menyebabkan kapasitas aliran air berkurang sehingga memperbesar risiko banjir ketika curah hujan tinggi.
Menurut laporan ANTARA, pengerukan kali terbukti mempercepat surutnya genangan hingga tiga jam, sebuah hasil yang sangat signifikan untuk mitigasi bencana banjir di kawasan padat penduduk.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, target pengerukan lumpur sebesar 6.842 meter kubik ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah strategis yang krusial untuk mengurangi dampak banjir yang selama ini menjadi momok di Jakarta Selatan. Dengan penggunaan alat berat modern seperti ekskavator amphibi, proses pengerukan dapat dilakukan lebih efisien di area perairan yang sulit dijangkau.
Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Upaya edukasi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta akan menjadi kunci keberlanjutan pengendalian banjir. Selain itu, pelengkap seperti pompa pada pintu air diharapkan dapat mengatasi genangan dengan lebih cepat terutama saat musim hujan tiba.
Ke depan, Pemkot Jaksel perlu terus memantau dan mengadopsi teknologi terbaru dalam pengelolaan sumber daya air dan sanitasi perkotaan. Program pengerukan Kali Krukut ini dapat menjadi model bagi normalisasi sungai dan saluran air lain di Jakarta dan kota besar lainnya. Untuk itu, masyarakat diimbau tetap mengikuti perkembangan dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kebersihan lingkungan demi Jakarta yang lebih aman dari banjir.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0