Golongan Darah A Punya Risiko Tinggi Stroke Dini Sebelum Usia 60 Tahun

Apr 13, 2026 - 13:40
 0  4
Golongan Darah A Punya Risiko Tinggi Stroke Dini Sebelum Usia 60 Tahun

Golongan darah A ternyata memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stroke dini sebelum usia 60 tahun, menurut hasil penelitian terbaru dari Amerika Serikat. Studi ini membuka wawasan baru tentang hubungan genetika dan risiko stroke, khususnya pada orang muda.

Ad
Ad

Penelitian Terbaru dari Amerika Serikat

Melansir CNBC Indonesia, para peneliti dari University of Maryland menganalisis data gabungan dari 7.000 pasien stroke dan hampir 600.000 orang sehat yang diambil dari 48 penelitian berbeda. Studi ini juga meninjau puluhan data genetika terkait stroke iskemik, jenis stroke yang paling umum terjadi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 persen orang dengan golongan darah A lebih berisiko mengalami stroke sebelum usia 60 dibandingkan golongan darah lain. Angka ini tetap signifikan walaupun mempertimbangkan faktor risiko lain seperti jenis kelamin, berat badan, dan kebiasaan merokok.

Perbandingan Risiko Antar Golongan Darah

  • Golongan darah A memiliki risiko stroke dini tertinggi.
  • Golongan darah B menunjukkan peningkatan risiko stroke yang lebih rendah dibanding golongan darah A.
  • Golongan darah O justru memiliki risiko stroke paling rendah, dengan 12 persen lebih kecil kemungkinan terkena stroke sebelum usia 60.
  • Golongan darah AB tidak menunjukkan dampak signifikan terhadap risiko stroke dini.

Penelitian ini juga menemukan bahwa sekitar 1 dari 16 kasus stroke pada golongan darah A dapat dikaitkan langsung dengan faktor golongan darah tersebut.

Penyebab dan Implikasi Klinis

"Jumlah orang yang mengalami stroke dini semakin meningkat. Kelompok ini lebih rentan meninggal akibat stroke dan yang selamat berpotensi menghadapi kecacatan berkepanjangan," ujar Dr. Steven Kittner, profesor neurologi dan peneliti utama.

"Kami belum sepenuhnya memahami mengapa golongan darah A meningkatkan risiko, namun diduga terkait dengan faktor pembekuan darah seperti trombosit dan sel endotel pembuluh darah," tambahnya.

Secara global, stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama. Menurut data resmi, ada lebih dari 91.000 kasus stroke di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara dalam satu tahun terakhir, dan sekitar 800.000 kasus stroke setiap tahun di AS.

Populasi dengan golongan darah O dan A merupakan mayoritas di Inggris dan AS, dengan sekitar 50% untuk O dan 33% untuk A, sedangkan golongan darah B dan AB masing-masing sekitar 10% dan 5%.

Stroke Tidak Hanya Mengintai Lansia

Stroke adalah kondisi di mana pasokan darah ke otak terganggu, bisa akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15 juta orang mengalami stroke setiap tahun, dengan 5 juta meninggal dan 5 juta mengalami kecacatan permanen.

Kementerian Kesehatan RI juga memperingatkan bahwa stroke bukan hanya masalah lansia, melainkan berpotensi menyerang semua usia, termasuk usia muda.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, temuan ini penting untuk meningkatkan kesadaran publik dan tenaga medis bahwa faktor genetik golongan darah dapat memengaruhi risiko stroke, khususnya pada usia muda yang selama ini kurang mendapat perhatian. Risiko stroke yang lebih tinggi pada golongan darah A menuntut pendekatan pencegahan yang lebih personal, termasuk deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko lain seperti hipertensi dan diabetes.

Lebih jauh, penelitian ini dapat menjadi pijakan untuk studi lanjutan yang menggali mekanisme biologis di balik hubungan golongan darah dan pembekuan darah yang memicu stroke. Ini juga membuka peluang pengembangan terapi atau intervensi yang disesuaikan dengan profil golongan darah pasien.

Untuk masyarakat umum, penting tetap menjaga gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi mereka yang memiliki golongan darah A. Mengingat stroke dapat berdampak fatal dan menyebabkan kecacatan jangka panjang, edukasi dan kesadaran akan risiko riil ini harus ditingkatkan.

Kesimpulan dan Tindak Lanjut

Penelitian ini menegaskan bahwa golongan darah merupakan salah satu faktor risiko stroke dini, dengan golongan darah A sebagai yang paling berisiko dan golongan darah O paling aman. Meskipun demikian, risiko ini tidak berarti deterministik dan harus dipandang sebagai salah satu komponen dalam gambaran risiko keseluruhan seseorang.

Ke depan, studi lebih mendalam dan edukasi publik secara luas sangat diperlukan agar stroke dapat dicegah lebih efektif, dan korban stroke usia muda bisa diminimalisir. Tetap pantau berita kesehatan untuk info terbaru terkait pencegahan dan penanganan stroke.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad