Banjir 10 Desa di Pasuruan Surut, BPBD Tetap Waspadai Luapan Sungai

Apr 13, 2026 - 14:10
 0  5
Banjir 10 Desa di Pasuruan Surut, BPBD Tetap Waspadai Luapan Sungai

Genangan air yang melanda 10 desa di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, akibat meluapnya dua sungai akhirnya surut pada Senin (13/4/2026) pagi. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan tetap mengimbau warga agar tidak lengah dan selalu waspada terhadap potensi banjir susulan.

Ad
Ad

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, debit air sungai mulai berangsur turun sehingga genangan yang sempat merendam permukiman dan jalan di desa-desa terdampak kini telah hilang.

"Pagi ini, kondisi banjir sudah surut semuanya, termasuk yang paling parah seperti Desa Tambakan, Bangil dan Rejosari, Kraton, yang kemarin malam masih terendam," ujar Sugeng.

Desa Terdampak Banjir Akibat Luapan Sungai Kedunglarangan dan Welang

Berdasarkan data BPBD, 10 desa tersebar di tiga kecamatan yang terdampak banjir akibat luapan sungai Kedunglarangan dan Welang adalah:

  • Desa Pekoren, Kecamatan Rembang
  • Desa Tambakan, Kecamatan Bangil
  • Desa Kalianyar, Kecamatan Bangil
  • Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil
  • Desa Masangan, Kecamatan Bangil
  • Desa Rejosari, Kecamatan Kraton
  • Desa lainnya yang tersebar di tiga kecamatan tersebut

Seluruh desa ini sempat mengalami genangan air yang masuk ke rumah warga dan memutus akses jalan di beberapa titik.

BPBD Imbau Warga Tetap Waspada dan Simpan Barang Berharga di Tempat Tinggi

Walau kondisi banjir sudah surut, BPBD Pasuruan mengingatkan agar masyarakat tetap siaga dan tidak mengabaikan potensi kenaikan debit air sungai kembali, mengingat cuaca dan kondisi daerah aliran sungai yang rawan.

Sugeng Hariyadi menambahkan, warga diminta untuk selalu menyimpan barang berharga di tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi jika terjadi banjir susulan.

"Kami tetap siaga, dan masyarakat diimbau untuk menaruh barang berharga di tempat lebih tinggi dan waspada terhadap perubahan kondisi di sekitar sungai," tegas Sugeng.

Kondisi dan Upaya Penanganan Pasca Banjir

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh BPBD dan instansi terkait, termasuk pemantauan intensif di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan dan Welang. Evakuasi dan bantuan logistik juga telah disiapkan untuk mendukung warga terdampak jika diperlukan.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa terus dilakukan guna memastikan keselamatan dan percepatan pemulihan kondisi daerah terdampak.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir yang melanda 10 desa di Pasuruan ini merupakan peringatan penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat tentang kerentanan daerah aliran sungai di Jawa Timur terhadap cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Meski banjir sudah surut, sikap waspada harus terus dijaga karena luapan sungai dapat terjadi kembali secara mendadak.

Upaya mitigasi bencana berbasis komunitas dan peningkatan infrastruktur pengendalian banjir menjadi kunci untuk mengurangi risiko kerugian di masa depan. Pemerintah daerah perlu meningkatkan sosialisasi kesiapsiagaan banjir dan memperkuat sistem peringatan dini agar masyarakat dapat merespons lebih cepat.

Selain itu, fenomena banjir ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang baik, termasuk reboisasi dan pembersihan saluran air dari sedimentasi. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama untuk mengurangi dampak banjir yang berulang.

Untuk informasi perkembangan terkini terkait kondisi banjir di Pasuruan, pembaca dapat mengunjungi sumber berita resmi seperti Kompas.com dan situs resmi BPBD Kabupaten Pasuruan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad