Psikologi UMPR Gelar Kuliah Lapangan di Panti Sosial Sinta Rangkang Palangka Raya
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) menggelar kegiatan kuliah lapangan sekaligus kunjungan edukatif ke Panti Sosial Tresna Werdha Sinta Rangkang yang berlokasi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Psikologi Perkembangan Dewasa dan Lansia yang diikuti oleh 82 mahasiswa semester II. Dosen pengampu, Wasis Priyo Nugroho SPsi MA, menjelaskan bahwa kuliah lapangan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa agar mereka dapat memahami kondisi psikologis lansia secara nyata.
Pembelajaran Kontekstual di Panti Sosial
Acara dimulai dengan sesi silaturahmi hangat antara mahasiswa dan pengelola panti. Menurut Wasis, suasana kekeluargaan ini membantu mahasiswa membangun kedekatan emosional sekaligus memahami dinamika psikologis lansia di lingkungan sosial mereka.
Dekan Fakultas Psikologi UMPR, Haris Munandar MPsi, bersama seluruh dosen juga turut hadir untuk mendukung proses pembelajaran kontekstual yang menyentuh langsung masyarakat.
Selain aspek akademik, rombongan fakultas juga menyerahkan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian sosial kepada para lansia penghuni panti. Ini menjadi wujud nyata pengabdian sivitas akademika UMPR kepada masyarakat luas.
Materi dan Observasi Praktis
Dalam kesempatan tersebut, Ronald Perdamean Sihombing MPsi Psikolog memaparkan materi tentang perkembangan psikologis di usia dewasa akhir dan lansia, termasuk perubahan emosi, penyesuaian sosial, serta kebutuhan dukungan psikologis yang penting di masa lanjut usia.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat langsung kondisi psikologis lansia dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terbentuk empati dan keterampilan asesmen dasar,” ujar Ronald.
Setelah sesi materi, mahasiswa melakukan wawancara dan observasi langsung kepada para lansia di panti. Aktivitas ini menjadi sarana krusial untuk mengasah kemampuan komunikasi, empati, serta mengaplikasikan teori psikologi secara praktis.
Implementasi Semangat Kampus Berdampak
Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari amanah Rektor UMPR agar pembelajaran tidak hanya bersifat teori, namun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sesuai dengan gerakan “Diktisaintek Berdampak” dan konsep “Kampus Berdampak”.
Salah satu mahasiswi peserta, Putri Sri Rejeki, mengungkapkan kesannya: “Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga, tidak hanya wawasan akademik tapi juga nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian sosial. Berinteraksi dengan para lansia membuat saya lebih memahami arti berbagi dan menghargai kehidupan.”
Putri menambahkan bahwa momen paling berkesan adalah melihat kebahagiaan sederhana dari para lansia melalui senyuman mereka yang menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari hal besar, melainkan dari perhatian dan kehadiran kita.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak tempat agar manfaatnya semakin luas, serta mengapresiasi dukungan penuh dari pihak kampus.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Melalui aktivitas ini, Fakultas Psikologi UMPR berkomitmen membentuk lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki sensitivitas sosial dan empati tinggi. Komitmen ini sejalan dengan visi kampus untuk berkontribusi positif bagi masyarakat dan membangun Indonesia yang lebih inklusif dan beradab.
Menurut laporan ANTARA Kalteng, kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana pembelajaran di perguruan tinggi dapat dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan, tapi juga membangun karakter dan kepedulian sosial mahasiswa secara holistik.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kegiatan kuliah lapangan seperti yang dilakukan Fakultas Psikologi UMPR ini adalah game-changer dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Tidak hanya mengedepankan teori, tetapi juga praktik langsung yang menyentuh kehidupan sosial masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia.
Selain memperkaya wawasan mahasiswa, aktivitas ini berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan sosial di panti karena adanya interaksi dan pendampingan psikologis yang berkelanjutan dari akademisi. Hal ini juga mencerminkan pergeseran paradigma pendidikan yang lebih humanis dan berorientasi pada dampak nyata.
Ke depan, pembelajaran dengan model seperti ini harus didorong lebih luas di berbagai fakultas dan universitas agar lulusan tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan inklusif.
Publik dan pemangku kepentingan perlu mengawal keberlanjutan program ini agar tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, melainkan bagian integral dari kurikulum dan budaya kampus yang berkelanjutan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0