Rupiah Sentuh Rekor Terendah, Apakah Terancam Tembus Rp20 Ribu per Dolar AS?

Apr 13, 2026 - 17:30
 0  7
Rupiah Sentuh Rekor Terendah, Apakah Terancam Tembus Rp20 Ribu per Dolar AS?

Nilai tukar rupiah kembali menyentuh rekor terendah pada perdagangan Senin pagi, 13 April 2026, dengan posisi di Rp17.128 per dolar AS. Pelemahan sebesar 24 poin atau 0,14 persen ini menandai titik terendah rupiah sepanjang sejarah, menyusul tren melemah yang sudah terjadi sejak pekan lalu.

Ad
Ad

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengonfirmasi kondisi ini dan menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia yang menembus US$100 per barel menjadi faktor utama tekanan terhadap rupiah. Pada Senin pagi, harga minyak Brent naik 7,05 persen ke US$101,91 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 7,86 persen ke US$104,16 per barel.

Pengaruh Kenaikan Harga Minyak Terhadap Rupiah

Kenaikan harga minyak mentah memicu kebutuhan impor yang lebih besar, sehingga pemerintah membutuhkan lebih banyak dolar AS untuk pembelian minyak. Ibrahim menjelaskan,

"Pemerintah kan membutuhkan dana untuk membeli minyak 800-900 ribu barel per hari. Itu berarti pemerintah harus mengimpor minyak dengan dolar yang cukup besar. Inilah yang membuat rupiah mengalami pelemahan."

Faktor ini menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sudah terdampak ketidakpastian geopolitik global, khususnya kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya sempat memberikan harapan mereda konflik.

Prediksi Nilai Tukar Rupiah Bulan April

Ibrahim memperkirakan pelemahan rupiah akan berlanjut sepanjang April dengan potensi melemah hingga Rp17.400 per dolar AS. Ia menyatakan,

"Kalau hari ini Rp17.128 itu tertinggi, tapi di bulan April kemungkinan besar ini akan menuju ke Rp17.400."

Sejalan dengan pandangan tersebut, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, juga menyoroti faktor sentimen dari dinamika geopolitik sebagai pemicu volatilitas rupiah.

"Faktor sentimen itu bisa mengubah kondisi 180 derajat dalam waktu singkat," kata Faisal.

Namun, Faisal menilai pelemahan tajam biasanya hanya terjadi di fase awal dan akan berangsur mereda berkat intervensi otoritas terkait di dalam negeri. Dengan upaya tersebut, rupiah masih berpeluang menguat kembali hingga kisaran Rp16.900 per dolar AS.

Peluang Rupiah Tembus Rp20 Ribu Masih Kecil

Menanggapi kekhawatiran soal kemungkinan rupiah menembus level psikologis Rp20 ribu per dolar AS, Faisal menilai peluang tersebut masih relatif kecil dalam jangka pendek. Ia menekankan,

"Kalau saya lihat dari kaca mata sekarang itu potensinya untuk di atas, apalagi sampai Rp20 ribu, itu masih relatif kecil. Tapi ini kan bergantung pada kondisi geopolitik, jadi sulit diprediksi."

Menurutnya, posisi psikologis baru rupiah saat ini berada di kisaran Rp17 ribu per dolar AS, yang menjadi tanda bahwa pasar tengah menyesuaikan diri dengan kondisi global yang kompleks.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pelemahan rupiah yang mencapai rekor terendah ini bukan semata-mata akibat faktor internal, melainkan dampak signifikan dari ketidakpastian geopolitik global dan lonjakan harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak tidak hanya meningkatkan biaya impor energi, tetapi juga menambah tekanan pada neraca pembayaran Indonesia yang masih sangat bergantung pada dolar AS untuk transaksi impor.

Namun, meskipun rupiah melemah cukup tajam, proyeksi analis yang menyatakan peluang rupiah menembus Rp20 ribu masih kecil, mencerminkan optimisme bahwa kebijakan fiskal dan moneter pemerintah akan mampu meredam volatilitas pasar. Intervensi BI dan pemerintah sangat krusial dalam menjaga stabilitas nilai tukar, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik yang sulit diprediksi.

Ke depan, pelaku pasar dan pengambil kebijakan harus mewaspadai perkembangan konflik global dan fluktuasi harga komoditas utama, sebab kedua faktor ini akan terus menjadi penentu utama arah nilai tukar rupiah. Masyarakat dan investor disarankan untuk mengikuti perkembangan berita dari sumber terpercaya, seperti laporan CNN Indonesia serta update resmi dari Bank Indonesia.

Dengan demikian, kestabilan rupiah akan sangat bergantung pada bagaimana Indonesia mampu menavigasi tantangan eksternal dan internal yang ada, termasuk diversifikasi sumber energi dan penguatan sektor ekspor untuk menyeimbangkan kebutuhan impor yang tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad