Pemkot Malang Masifkan Normalisasi Sungai untuk Atasi Sedimentasi dan Cegah Banjir

Apr 13, 2026 - 18:20
 0  3
Pemkot Malang Masifkan Normalisasi Sungai untuk Atasi Sedimentasi dan Cegah Banjir

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, tengah mempercepat dan memperluas pelaksanaan normalisasi sungai sebagai upaya penting mengatasi masalah sedimentasi yang menjadi salah satu faktor utama pemicu banjir di wilayahnya. Langkah ini dilakukan menyusul peningkatan endapan material yang mengakibatkan pendangkalan sungai dan menghambat aliran air.

Ad
Ad

Pelaksanaan Normalisasi Sungai di Malang

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa proses pengerukan sedimentasi telah dimulai selama dua pekan terakhir. Kegiatan ini difokuskan di beberapa titik kritis, terutama di sepanjang sungai yang berada di Jalan Letjen Sutoyo, yang terpantau mengalami pendangkalan akibat pengendapan material yang terbawa oleh aliran air.

"Teman-teman (petugas dari DPUPRPKP) sudah dua minggu ini terus melakukan pengerukan sedimentasi untuk mengantisipasi kejadian itu (banjir)," ujar Dandung saat ditemui di Kota Malang.

Setelah pengerukan di Jalan Letjen Sutoyo rampung, pemerintah kota berencana melanjutkan normalisasi di kawasan Mulyorejo pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan ini tidak hanya mencakup pengerukan sedimentasi, tetapi juga pembersihan tanaman yang menghalangi jalur air agar aliran kembali lancar.

Faktor Penyebab Banjir Selain Sedimentasi

Menurut Dandung, selain sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sungai, banjir di Kota Malang juga dipicu oleh adanya sumbatan pada jalur air terutama di gorong-gorong. Penumpukan sampah menjadi penyebab utama sumbatan tersebut, sehingga memperlambat bahkan menghentikan aliran air menuju sungai. Kondisi ini kerap memicu luapan air ke jalan dan pemukiman saat hujan deras mengguyur.

  • Sumbatan di gorong-gorong akibat penumpukan sampah menghambat aliran air.
  • Dimensi saluran air saat ini sudah memadai, namun pengelolaan dan pembersihan harus terus dilakukan.
  • Normalisasi dilakukan sepanjang tahun, baik saat kemarau maupun musim hujan.

"Kalau dari segi dimensi saluran sudah mencukupi, tidak ada masalah. Makanya kami terus melakukan upaya, meski itu di kemarau maupun hujan, karena yang gorong-gorong menerima kiriman juga dari irigasi," tambah Dandung.

Langkah Terintegrasi untuk Penanganan Banjir

Kegiatan normalisasi yang dilakukan mencakup beberapa langkah, antara lain:

  1. Pengerukan sedimentasi di sungai yang mengalami pendangkalan.
  2. Pembersihan tanaman dan sampah yang menutup jalur air.
  3. Perawatan rutin gorong-gorong agar tidak terjadi sumbatan air.
  4. Monitoring kondisi sungai secara berkala untuk mencegah penumpukan material berlebihan.

Dengan pendekatan ini, Pemkot Malang berharap dapat mengurangi risiko banjir yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat dan merusak infrastruktur di kota tersebut. Penanganan sedimentasi dan pembersihan jalur air menjadi kunci utama agar sistem drainase dan sungai kembali optimal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, normalisasi sungai yang masif dan terencana oleh Pemkot Malang merupakan langkah krusial untuk mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan. Permasalahan sedimentasi yang terjadi tidak hanya akibat faktor alam, tapi juga karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya, yang memperparah kondisi sumbatan di gorong-gorong.

Selain itu, normalisasi yang hanya fokus pada pengerukan tanpa pengelolaan sampah dan edukasi masyarakat berpotensi menjadi solusi sementara. Dalam jangka panjang, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian sungai dan sistem drainase agar tidak kembali mengalami pendangkalan dan sumbatan.

Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah keberlanjutan program ini dengan pendekatan inovatif seperti penggunaan teknologi untuk monitoring sungai dan sistem peringatan dini banjir. Pemkot Malang juga harus memperkuat regulasi pengelolaan sampah serta memperbaiki infrastruktur drainase yang ada agar mampu menampung dan mengalirkan air hujan secara optimal.

Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru seputar program normalisasi sungai dan penanganan banjir di Malang, pembaca dapat merujuk langsung ke sumber resmi ANTARA Jatim dan situs pemerintah Kota Malang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad