Rupiah Sentuh Rp17.128, BI Pastikan Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Apr 13, 2026 - 22:10
 0  5
Rupiah Sentuh Rp17.128, BI Pastikan Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.128 per dolar AS pada pagi hari Senin (13/4), menorehkan rekor terendah sepanjang sejarah. Bank Indonesia (BI) merespons situasi ini dengan tegas, memastikan upaya maksimal dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang terjadi.

Ad
Ad

Bank Indonesia Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Rupiah

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa BI akan selalu aktif berada di pasar untuk menjaga daya rupiah. Dalam pernyataannya di Jakarta Pusat, Destry menyampaikan,

"Bank Indonesia selalu akan ada di pasar. Kita terus akan menjaga stabilitas daya rupiah dengan berbagai instrumen yang kita miliki."

Posisi rupiah yang melemah sebesar 24 poin atau 0,14 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya, menjadi catatan penting. Menurut Destry, pelemahan rupiah ini bukan fenomena yang terjadi hanya di Indonesia, melainkan juga dialami sejumlah negara lain di Asia seperti Korea Selatan, Thailand, dan Filipina.

Pengaruh Konflik Global pada Pelemahan Rupiah

Destry menjelaskan bahwa sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang terjadi pada akhir Februari, rupiah telah melemah sekitar 1,9 persen. Pergerakan serupa dialami oleh beberapa negara, menunjukkan bahwa kondisi pelemahan mata uang ini bersifat global.

"Jadi pergerakan nilai tukar ini kita enggak sendirian. Beberapa negara mengalami yang sama," ujarnya.

Situasi geopolitik seperti ini memang kerap memicu ketidakpastian di pasar keuangan, sehingga menimbulkan tekanan pada nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Strategi BI Mengoptimalkan Instrumen Moneter

Untuk mengantisipasi dan menstabilkan nilai rupiah, BI mengaku akan mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter yang tersedia. Intervensi dilakukan secara menyeluruh di berbagai pasar, baik pasar spot maupun pasar derivatif.

Secara rinci, BI masuk ke pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta Non Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore. Selain itu, BI juga berencana memperluas basis pelaku pasar di luar negeri guna mendukung stabilitas rupiah.

Destry mencontohkan, pada saat pergerakan rupiah di pasar NDF melonjak melewati Rp17.100, walau belum ada transaksi riil, tim BI langsung merespons dengan cepat.

"Kami memantau pasar selama 24 jam," ujar Destry. BI memulai pengawasan saat pasar Asia seperti Singapura dan Hong Kong buka, dilanjutkan dengan pasar Eropa, dan kemudian Amerika Serikat.

Keberadaan kantor perwakilan BI di luar negeri, seperti di London dan New York, menjadi salah satu kekuatan dalam optimalisasi pengawasan dan intervensi pasar valuta asing.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pelemahan rupiah ke level terendah ini merupakan warning sign terhadap tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, terutama akibat ketegangan geopolitik dan ketidakpastian pasar keuangan internasional. BI berada di posisi yang krusial untuk menahan tekanan tersebut agar tidak berimbas lebih luas pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi domestik.

Meski BI telah menyiapkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas, publik dan pelaku pasar harus tetap waspada terhadap potensi gejolak yang lebih besar, terutama jika konflik global meluas atau harga komoditas utama dunia mengalami fluktuasi tajam.

Kedepannya, penting untuk memantau keputusan kebijakan moneter global, termasuk suku bunga dan arah aliran modal asing, karena hal ini akan sangat mempengaruhi nilai tukar rupiah. BI harus terus beradaptasi dan meningkatkan koordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga kinerja ekonomi nasional tetap pada jalurnya.

Informasi selengkapnya dan update terbaru mengenai kondisi rupiah bisa diakses melalui laporan resmi BI dan berita terkait di CNN Indonesia serta portal berita ekonomi terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad