Trump Hapus Gambar Dirinya Sebagai Yesus Usai Kecaman Tokoh Kristen

Apr 14, 2026 - 09:00
 0  6
Trump Hapus Gambar Dirinya Sebagai Yesus Usai Kecaman Tokoh Kristen

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghapus sebuah unggahan kontroversial di platform media sosial miliknya, Truth Social, yang menampilkan dirinya dalam sosok menyerupai Yesus Kristus. Langkah ini diambil setelah gambar tersebut memicu gelombang kecaman dari berbagai tokoh agama Kristen yang menilai unggahan itu sebagai penistaan agama.

Ad
Ad

Kontroversi Gambar Trump sebagai Yesus

Gambar yang diduga merupakan hasil kreasi artificial intelligence (AI) ini memperlihatkan Trump mengenakan jubah merah dan putih yang tampak berkibar, sambil mengulurkan tangan menyentuh dahi seseorang yang terlihat sedang sakit. Cahaya terang terpancar dari tangan dan kepala Trump dalam gambar tersebut, memberi kesan simbolik penyembuhan atau mukjizat. Latar belakang gambar menampilkan bendera nasional Amerika Serikat yang berkibar, serta figur-figur lain yang menatap Trump dengan penuh hormat.

Unggahan ini diposting pada Minggu malam dan kemudian dihapus pada Senin pagi setelah mendapat kritik keras dari sejumlah tokoh Kristen yang menuding Trump telah melakukan tindakan yang menyinggung keyakinan agama.

Reaksi Trump atas Kontroversi

Ketika dimintai komentar mengenai unggahan tersebut, Trump membantah bahwa dirinya bermaksud untuk menggambarkan sosok Yesus Kristus. Ia menjelaskan bahwa maksud dari gambar itu adalah dirinya sebagai dokter yang melakukan kerja kemanusiaan layaknya Palang Merah.

"Saya memang mengunggahnya, dan saya pikir itu adalah saya sebagai seorang dokter dan harus melakukan kegiatan Palang Merah," ujar Trump kepada wartawan, dikutip dari AFP pada Selasa (14/4/2026). "Seharusnya itu adalah saya sebagai seorang dokter, yang menyembuhkan orang. Dan saya memang menyembuhkan orang. Saya menyembuhkan orang jauh lebih baik," tambahnya.

Implikasi dan Reaksi Masyarakat

Kontroversi ini menambah daftar panjang bagaimana media sosial menjadi arena perdebatan publik mengenai batasan ekspresi dan penghormatan terhadap nilai-nilai agama. Unggahan Trump menjadi sorotan tidak hanya di Amerika Serikat, tapi juga di berbagai kalangan internasional yang memantau dinamika politik dan sosial di negeri Paman Sam.

Berikut beberapa poin penting dari kasus ini:

  • Gambar kontroversial yang menyerupai sosok Yesus dikaitkan dengan figur Trump sebagai penyembuh.
  • Kecaman dari tokoh Kristen yang menilai unggahan tersebut sebagai bentuk penistaan agama.
  • Penjelasan Trump yang membantah maksudnya untuk menyerupai Yesus, melainkan sebagai figur dokter kemanusiaan.
  • Penghapusan unggahan sebagai respon atas kritik yang muncul.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian ini menunjukkan betapa sensitifnya isu agama dalam konteks publik dan politik, terutama di era media sosial yang sangat cepat menyebarkan konten tanpa filter yang memadai. Unggahan yang mengasosiasikan diri dengan figur religius besar seperti Yesus Kristus berpotensi memicu perpecahan dan reaksi keras dari kelompok masyarakat yang memiliki keyakinan kuat.

Lebih jauh, tindakan Trump yang kemudian menghapus unggahan tersebut mencerminkan kesadaran akan dampak negatif yang bisa muncul, meskipun pada awalnya ia mencoba membela diri dengan alasan kemanusiaan. Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi para tokoh publik untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan visual di media sosial, demi menjaga harmoni dan menghindari kontroversi yang tidak perlu.

Kita perlu terus mengamati bagaimana peran media sosial dalam politik dan keagamaan akan berkembang, khususnya menjelang momentum politik penting di Amerika Serikat. Bagaimana figur publik menggunakan media sosial bisa menjadi indikator sensitivitas sosial dan strategi komunikasi yang efektif atau justru kontraproduktif.

Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terkini, kunjungi sumber asli berita di SINDOnews dan pantau berita global di BBC News.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad