Kacamata AI Rokid Cina Unggul dari Meta Ray-Ban Display, Ini Alasannya

Apr 14, 2026 - 09:10
 0  5
Kacamata AI Rokid Cina Unggul dari Meta Ray-Ban Display, Ini Alasannya

Kacamata pintar AI Rokid asal Cina kini menjadi sorotan karena berhasil mengungguli produk pesaing dari Meta, yaitu Ray-Ban Display, di pasar yang semakin kompetitif. Rokid menawarkan fitur layar virtual yang unik, yang tidak dimiliki oleh kacamata pintar Meta, sehingga menarik perhatian konsumen terutama di Cina yang sangat sensitif terhadap harga.

Ad
Ad

Persaingan Ketat di Pasar Kacamata Pintar Cina

Berbeda dengan smart glasses Meta Ray-Ban Display yang hanya memiliki layar kecil di sudut, Rokid dan Alibaba menghadirkan kacamata dengan layar virtual yang muncul tepat di depan mata pengguna. Rokid menempati posisi teratas dalam penjualan selama tiga bulan terakhir di platform elektronik JD.com, meskipun harganya sekitar 100 dolar AS lebih mahal dibanding pesaing terdekatnya dari Alibaba.

Gary Cai, wakil presiden Rokid, menjelaskan bahwa salah satu fitur unggulan kacamata mereka adalah kemampuan teleprompter, yang menampilkan teks pidato secara bergulir di layar virtual. Fitur ini sangat diminati oleh para eksekutif dan pejabat pemerintah di Cina, yang menjadikan kacamata ini alat bantu penting dalam presentasi.

"Banyak orang membeli kacamata kami karena kemampuan teleprompter ini," kata Cai dalam wawancara berbahasa Mandarin yang diterjemahkan oleh CNBC.

Strategi Global dan Perbandingan dengan Meta

Rokid saat ini telah memperluas penjualan ke negara-negara seperti Inggris dan Kanada dengan harga sekitar 599 dolar AS, lebih murah dibandingkan Meta Ray-Ban Display yang mulai dari 799 dolar AS dan belum resmi dijual di Cina karena pembatasan akses Facebook. Sementara itu, Meta menunda peluncuran internasional Ray-Ban Display karena tingginya permintaan di AS dan kendala inventaris.

Menurut data Omdia, pasar global untuk kacamata AI diperkirakan tumbuh lebih dari 70% tahun ini, dengan penjualan global mencapai 15 juta unit. Penjualan di Cina diproyeksikan meningkat dua kali lipat menjadi 2,1 juta unit. Meskipun demikian, kacamata dengan layar virtual masih merupakan segmen kecil, hanya sekitar 10% dari total penjualan global.

Jason Low, direktur riset di Omdia Shanghai, menuturkan bahwa konsumen Cina lebih menyukai interaksi melalui layar virtual meskipun teknologinya masih sederhana dibandingkan layar berwarna yang ditawarkan Meta.

Fitur dan Keunggulan Rokid

Teknologi augmented reality Rokid dan Alibaba menampilkan teks berwarna hijau dan gambar sederhana, sedangkan Meta menawarkan layar berwarna. Namun, pengguna Rokid memuji keunggulan layar di tengah yang memudahkan navigasi saat bersepeda atau memesan kopi sambil berjalan kaki.

Pada musim semi ini, Rokid mengintegrasikan agen AI OpenClaw ke dalam kacamatanya, memungkinkan pengguna mengendalikan asisten AI hanya dengan suara. Selain itu, fitur pembayaran mobile Alipay melalui pemindaian kode QR dan integrasi dengan kendaraan Tesla, pembelajaran daring, serta pengelolaan perangkat rumah pintar memperkuat daya tarik produk ini.

Misa Zhu, CEO dan pendiri Rokid, mempresentasikan kacamata pintar terbaru hasil kolaborasi dengan merek Bolon di Hangzhou pada 13 November 2025.

Tantangan dan Prospek Masa Depan Rokid

Meski Rokid mengalami kesulitan pada awalnya sejak berdiri tahun 2014, termasuk saat produk mereka hanya digunakan sebagai alat hiburan di maskapai penerbangan Hainan, kini mereka berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Hong Kong pada akhir April 2026.

Cai mengakui bahwa versi awal kacamata Rokid hanya menarik bagi komunitas gamer, namun kini dengan kolaborasi kuat bersama pemasok, mereka mampu memproduksi kacamata AI display yang 20 gram lebih ringan dari Meta. Rokid sudah menghasilkan 40% pendapatan dari pasar luar Cina dan menargetkan penjualan 1 juta unit tahun ini, termasuk lewat kerjasama dengan Bolon.

Tetapi, persaingan masih ketat. Cai memprediksi perusahaan besar seperti ByteDance dan Huawei akan memasuki pasar kacamata pintar, juga produsen komponen Cina yang semakin agresif. Contohnya, perusahaan laser Cina Appotronics yang memamerkan teknologi mesin optik untuk layar warna di Consumer Electronics Show Las Vegas dan berencana berdiskusi dengan Google dan Meta.

Meskipun masih ada masalah privasi yang harus diselesaikan, Cai tetap optimis bahwa kacamata AI display dapat menjadi teknologi yang menggantikan ponsel pintar di masa depan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keberhasilan Rokid menunjukkan bahwa inovasi lokal di Cina tidak hanya mampu bersaing secara harga, tetapi juga menawarkan fitur-fitur yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen domestik dan global. Strategi Rokid yang fokus pada penggunaan praktis sehari-hari seperti teleprompter dan pembayaran mobile menempatkan mereka di posisi unik dibandingkan Meta yang lebih mengandalkan brand dan fashion.

Meski pasar kacamata pintar masih terbilang kecil, pertumbuhan signifikan di Cina menjadi indikator kuat bahwa teknologi augmented reality dan AI akan semakin merasuk ke kehidupan sehari-hari. Hal ini juga membuka peluang bagi perusahaan teknologi dan manufaktur komponen dalam negeri untuk memperkuat ekosistem produk smart glasses, tidak hanya sebagai pengguna tetapi juga sebagai pemasok utama.

Kedepannya, yang perlu diwaspadai adalah bagaimana Rokid dan perusahaan lain bisa mengatasi isu privasi dan keamanan data agar kepercayaan konsumen tetap terjaga, serta bagaimana mereka bersaing di pasar internasional yang didominasi perusahaan besar seperti Meta dan Google.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca artikel asli di CNBC The China Connection.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad