Pasang Surut Hubungan AS-Vatikan: Sejarah Renggang Selama Lebih dari 100 Tahun

Apr 14, 2026 - 12:50
 0  7
Pasang Surut Hubungan AS-Vatikan: Sejarah Renggang Selama Lebih dari 100 Tahun

Hubungan antara Amerika Serikat dan Vatikan kembali menjadi sorotan setelah ketegangan yang mencuat antara Presiden AS Donald Trump dan Paus Leo XIV. Perselisihan ini berakar dari perbedaan pandangan mengenai kebijakan luar negeri, khususnya sikap Trump yang terus melancarkan kritik dan serangan terhadap Iran, yang tidak disetujui oleh Paus Leo.

Ad
Ad

Ketegangan personal antara dua pemimpin ini mencerminkan sejarah panjang dinamika hubungan antara AS dan Vatikan, yang tidak selalu harmonis. Faktanya, hubungan diplomatik kedua negara pernah mengalami masa renggang yang berlangsung lebih dari seratus tahun.

Awal Renggangnya Hubungan AS-Vatikan

Kerenggangan hubungan kedua negara berawal pada tahun 1867, ketika Kongres AS meloloskan undang-undang yang melarang pendanaan untuk misi diplomatik ke Vatikan pada Februari 1867. Keputusan ini didorong oleh sentimen anti-Katolik yang kuat di Amerika Serikat pada masa itu.

Sentimen negatif tersebut dipicu oleh gelombang imigran Katolik dari Irlandia, Italia, dan Spanyol yang meningkat drastis, serta peristiwa pembunuhan Presiden Abraham Lincoln pada 1865. Tuduhan terhadap Mary Surrat, seorang perempuan Katolik yang dianggap terlibat dalam pembunuhan tersebut dan akhirnya dieksekusi, memperburuk persepsi masyarakat AS terhadap komunitas Katolik.

Selain itu, penembak Lincoln, John Wilkes Booth, mendapat perlindungan dari warga di wilayah selatan Maryland dan Virginia yang mayoritas Katolik, memperdalam ketidakpercayaan tersebut.

Hubungan Diplomatik yang Terbatas dan Kembali Menghangat

Pasca-kejadian ini, Amerika Serikat hanya mengirimkan utusan khusus ke Vatikan, bukan duta besar resmi. Pada 1939, Presiden Franklin D. Roosevelt menunjuk Myron Taylor sebagai utusan khusus AS untuk Vatikan, posisi yang dipegangnya hingga 1950. Langkah ini memungkinkan AS mempertahankan hubungan diplomatik secara de facto dengan Vatikan tanpa mengakui Vatikan sebagai negara berdaulat secara resmi, mengingat Vatikan merupakan lembaga keagamaan.

Kemudian, pada 10 Januari 1984, Presiden Ronald Reagan mengambil langkah berani dengan membuka kembali hubungan diplomatik resmi antara AS dan Vatikan. Ia menunjuk William A. Wilson sebagai duta besar AS pertama untuk Vatikan sejak lama, yang kemudian dikonfirmasi oleh Senat.

Keputusan ini sempat menuai kontroversi karena berpotensi mencampuri prinsip pemisahan antara negara dan agama yang diatur dalam Amandemen Pertama Konstitusi AS. Namun, realitas politik menunjukkan bahwa Vatikan adalah aktor penting dalam kancah politik global, sehingga menjalin hubungan resmi menjadi strategi diplomatik yang tak terelakkan.

Peran Historis Vatikan dalam Politik AS

Sebenarnya, keterlibatan AS dengan Vatikan telah berlangsung sejak masa awal republik. Presiden pertama AS George Washington pernah menunjuk konsul ke Vatikan pada akhir abad ke-18, menandai awal hubungan formal meski tidak langsung sebagai diplomasi tingkat tinggi.

Dinamikanya menunjukkan bahwa hubungan AS dan Vatikan selalu dipengaruhi oleh faktor politik, sosial, dan agama yang kompleks. Ketegangan antara Trump dan Paus Leo XIV hanyalah babak terbaru dalam sejarah panjang ini.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, ketegangan saat ini antara Presiden Donald Trump dan Paus Leo XIV bukan sekadar perselisihan pribadi, melainkan refleksi dari perbedaan pandangan mendasar terkait kebijakan global dan nilai-nilai kemanusiaan. Serangan Trump terhadap Iran yang berulang kali dikritik oleh Vatikan menunjukkan perbedaan pendekatan AS dan Gereja Katolik dalam hal diplomasi dan perdamaian dunia.

Sejarah hubungan yang pasang surut ini mengingatkan kita bahwa politik internasional sering kali harus bergulat dengan nilai-nilai agama dan tradisi yang telah mengakar lama. Ketidaksetujuan saat ini bisa berdampak pada bagaimana kedua institusi ini berkolaborasi di masa depan, terutama di tengah tantangan global seperti krisis kemanusiaan dan konflik geopolitik.

Langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kedua pihak mengelola ketegangan ini agar tidak mengganggu hubungan bilateral yang penting, serta dampaknya terhadap kebijakan luar negeri AS dan peran Vatikan dalam diplomasi dunia. Untuk informasi lebih mendalam, Anda dapat membaca laporan lengkapnya di CNN Indonesia dan sumber resmi Vatikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad