Jasa Raharja Perkuat Sistem Transportasi dengan Pendekatan Pentahelix Preventif

Apr 14, 2026 - 16:41
 0  4
Jasa Raharja Perkuat Sistem Transportasi dengan Pendekatan Pentahelix Preventif

Jasa Raharja mengambil langkah strategis dalam memperkuat sistem keselamatan transportasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui pendekatan pentahelix yang bersifat preventif dan berbasis data. Upaya ini disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, dalam sebuah diskusi bertajuk 'Diskusi Keselamatan Transportasi yang Mempertemukan Unsur Penta Helix' di Makassar, pada Selasa (14/4/2026).

Ad
Ad

Pergeseran Pendekatan dari Responsif ke Preventif

Menurut Awaluddin, selama ini penanganan kecelakaan lalu lintas cenderung bersifat responsif, yaitu menanggapi kejadian setelah terjadi kecelakaan. Namun, data menunjukkan angka kecelakaan dan nilai santunan di Sulsel justru meningkat. Data Triwulan I 2026 mencatat kenaikan nilai santunan sebesar 11,14% dan peningkatan jumlah kecelakaan sekitar 8% menjadi lebih dari 2.000 kasus.

Secara nasional, menurut data IRSMS Korlantas Polri, terdapat lebih dari 151.000 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan korban mencapai 217.000 jiwa setiap tahun, dan tren ini terus meningkat.

"Kecelakaan bukan persoalan kehilangan nyawa semata. Sebagian besar yang mengalami kecelakaan adalah usia produktif dan kepala keluarga, sehingga ada perubahan tatanan sosial-ekonomi yang berdampak pada keluarga yang ditinggalkan," ujar Awaluddin.

Untuk itu, Jasa Raharja menegaskan perannya tidak hanya terbatas pada penyaluran santunan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pencegahan kecelakaan. Upaya ini meliputi:

  • Pemetaan titik rawan kecelakaan (blackspot);
  • Edukasi keselamatan lalu lintas secara tersegmentasi;
  • Peningkatan kapasitas respons pertama di lapangan untuk penanganan cepat korban.

Awaluddin menambahkan, "Kami ingin mendorong pergeseran dari responsif menjadi preventif melalui kerja sistem yang terintegrasi."

Data dan Upaya Penanganan di Sulawesi Selatan

Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Pol Dr. Pria Budi, menyebutkan meskipun terjadi peningkatan kecelakaan, angka fatalitas korban meninggal justru berhasil ditekan sebesar 24%. Angka kematian turun dari 234 orang pada Triwulan I 2025 menjadi 179 orang pada periode yang sama tahun ini.

Dari analisis data, ditemukan bahwa:

  • 74% kecelakaan merupakan kecelakaan tunggal;
  • 78% kendaraan yang terlibat adalah sepeda motor;
  • Kecelakaan paling banyak terjadi pada pukul 15.00-18.00 WITA, saat kondisi cuaca cerah dan jalan dalam kondisi baik.

Polda Sulsel juga telah melakukan pemetaan titik rawan kecelakaan dengan konsentrasi utama di Makassar, Maros, Barru, dan Pangkep. Penegakan hukum didukung oleh 89 unit ETLE, terdiri dari 14 unit statis dan 74 unit handheld.

"Banyak nyawa yang hilang bukan karena kecelakaan itu sendiri, tetapi karena terlambatnya penanganan awal. Keselamatan tidak hanya berhenti pada pencegahan, tetapi juga pada kualitas penanganan pada saat dan sesaat setelah kecelakaan terjadi," tegas Kombes Pol Pria.

Beliau menekankan pentingnya penanganan cepat dalam golden period untuk meningkatkan peluang korban selamat.

Kesepakatan dan Rencana Tindak Lanjut

Forum diskusi ini menghasilkan berbagai kesepakatan strategis untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi di Sulsel, antara lain:

  1. Penguatan edukasi interaktif keselamatan berkendara di titik rawan kecelakaan;
  2. Perluasan program E-PELANTAS ke seluruh kabupaten/kota di Sulsel;
  3. Integrasi SIM-RS dengan platform JR Care untuk mempercepat penerbitan Guarantee Letter bagi korban kecelakaan;
  4. Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi komunitas pengemudi sebagai first responder;
  5. Perencanaan pemeliharaan dan peningkatan jalan sepanjang 1.000 km oleh Dinas Bina Marga Provinsi Sulsel selama 2025-2027;
  6. Penambahan koridor angkutan umum dari dua menjadi tiga oleh Dinas Perhubungan Sulsel.

Jasa Raharja menilai kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media—sangat penting untuk membangun peta jalan keselamatan transportasi yang efektif dan sesuai dengan kondisi lokal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif Jasa Raharja dalam mengadopsi pendekatan pentahelix berbasis data merupakan langkah yang tepat dan game-changer bagi keselamatan transportasi di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan penanganan setelah kecelakaan, tetapi mengedepankan pencegahan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara sinergis.

Fakta bahwa angka kecelakaan meningkat namun angka fatalitas dapat ditekan menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas penanganan darurat dan edukasi dapat memberikan dampak signifikan. Namun, tantangan utama tetap ada pada pengurangan jumlah kecelakaan yang masih tinggi, terutama yang melibatkan sepeda motor dan kecelakaan tunggal.

Ke depan, pembaca perlu mengamati bagaimana implementasi berbagai program seperti E-PELANTAS dan integrasi teknologi dalam sistem penanganan kecelakaan dapat mempercepat respons dan menurunkan risiko fatalitas. Sinergi antar lembaga dan komunitas juga harus terus diperkuat agar keselamatan transportasi tidak lagi menjadi masalah parsial, melainkan sebuah ekosistem yang berkelanjutan.

Diskusi ini juga memberi sinyal bahwa pemerintah daerah dan pusat harus memperhatikan aspek infrastruktur dan transportasi publik yang dapat mengurangi beban kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, yang sering menjadi penyebab kecelakaan.

Dengan pendekatan pentahelix, Jasa Raharja membuka peluang bagi inovasi dan kolaborasi yang lebih luas, menjadikan keselamatan transportasi sebagai tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan sektor terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad