Netanyahu Rugi Besar Akibat Perang Iran, Prediksi Lengser dalam Waktu Dekat

Apr 15, 2026 - 16:10
 0  9
Netanyahu Rugi Besar Akibat Perang Iran, Prediksi Lengser dalam Waktu Dekat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diprediksi akan mengalami kerugian politik signifikan akibat konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Menurut pandangan Mantan Presiden Sementara Israel, Avraham Burg, perang ini justru tidak memberikan keuntungan politik bagi Netanyahu, bahkan berpotensi mempercepat kejatuhannya dari kekuasaan.

Ad
Ad

Perbedaan Kepentingan Netanyahu dan Trump dalam Konflik Iran

Dalam wawancara eksklusif dengan program Going Underground, Burg mengungkapkan adanya perbedaan kepentingan yang tajam antara Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump terkait perang melawan Iran. Trump, menurut Burg, memiliki motivasi kuat untuk segera mengakhiri konflik demi menjaga stabilitas politik domestik Amerika, terutama menjelang pemilu paruh waktu.

"Seharusnya ini menjadi proses yang sangat singkat," ujar Burg, dikutip dari CNBC Indonesia.

Sementara itu, Netanyahu justru berkepentingan memperpanjang konflik agar situasi perang dapat memperkuat dukungan domestik, terutama menjelang pemilu legislatif Israel. Burg menegaskan bahwa situasi perang biasanya membuat masyarakat Israel bersatu mendukung pemerintah yang berkuasa.

Strategi Netanyahu Gagal, Potensi Lengser Makin Dekat

Meski demikian, strategi Netanyahu untuk memanfaatkan konflik guna memperkuat posisinya ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Burg secara tegas menyatakan bahwa hingga saat ini, Netanyahu tidak mendapatkan keuntungan politik dari perang Iran. Sebaliknya, ia telah kehilangan banyak hal.

"Untuk saat ini, Netanyahu tidak mendapatkan keuntungan politik apa pun dari kampanye ini. Ia mungkin telah kehilangan banyak hal," ujar Burg.

Burg bahkan memprediksi bahwa hasil pemilu legislatif berikutnya akan menjadi pukulan telak bagi Netanyahu. Ia menilai masyarakat Israel mulai jenuh dengan berbagai manipulasi dan trik politik yang dilakukan oleh perdana menteri saat ini.

"Ini bisa menjadi bulan-bulan terakhir pemerintahannya," tambahnya.

Iran Bukan Ancaman Eksistensial, Solusi Diplomasi Masih Terbuka

Dalam pandangan Burg, ancaman yang diklaim oleh Netanyahu terhadap Iran sebagai musuh eksistensial tidak sepenuhnya akurat. Ia menilai ketegangan antara Israel dan Iran sebenarnya bisa diselesaikan melalui diplomasi, perjanjian, dan keseimbangan baru.

"Iran bukan ancaman eksistensial. Ini masalah nyata yang bisa diatasi lewat diplomasi, perjanjian, dan keseimbangan baru," kata Burg.

Burg juga mengomentari langkah gencatan senjata sepihak yang diambil oleh Presiden Trump sebagai bentuk "perceraian" antara Washington dan Yerusalem. Menurutnya, dalam konflik ini justru Iran yang keluar sebagai pemenang meski mendapat pukulan berat.

"Iran memang terkena pukulan sangat keras, tetapi mereka tetap bertahan, dan karena itu menang," ujarnya.

Implikasi Politik dan Diplomasi Konflik Iran-Israel

Perang antara Israel dan Iran yang melibatkan AS ini berpotensi mengubah peta politik di kawasan dan mempengaruhi kestabilan politik dalam negeri Israel. Strategi Netanyahu yang mencoba mengandalkan situasi konflik untuk mempertahankan kekuasaan dinilai justru melawan arus dan mempercepat keruntuhan pemerintahannya.

  • Perbedaan tujuan politik Netanyahu dan Trump memperlihatkan ketegangan aliansi antara Israel dan AS dalam menangani Iran.
  • Rakyat Israel mulai menolak politik ketakutan dan manipulasi yang dilakukan oleh Netanyahu selama konflik.
  • Diplomasi dan negosiasi diplomatik masih menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah ketegangan Israel-Iran.
  • Gencatan senjata sepihak Trump bisa menandai perubahan dalam hubungan strategis AS-Israel.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Avraham Burg memberikan gambaran kritis sekaligus realistis soal dampak konflik Iran-Israel terhadap politik dalam negeri Israel. Netanyahu selama ini dikenal menggunakan isu keamanan sebagai alat politik untuk memperkuat kekuasaannya. Namun, perang yang berkepanjangan justru menimbulkan kelelahan publik dan mengikis dukungan terhadapnya.

Ketegangan yang tidak kunjung mereda juga memperlihatkan bahwa pendekatan militer mungkin bukan solusi utama, dan diplomasi harus diutamakan agar ketegangan tidak menjadi konflik berkepanjangan yang merugikan semua pihak. Langkah Trump yang mengambil sikap berbeda dengan Netanyahu menandai perubahan dinamika hubungan strategis antara AS dan Israel, yang bisa berdampak pada kebijakan luar negeri di kawasan Timur Tengah.

Ke depan, publik dan pengamat harus mencermati hasil pemilu legislatif Israel yang akan menjadi barometer nyata apakah strategi Netanyahu masih mendapat tempat atau justru berakhir dengan lengsernya sang perdana menteri. Situasi ini juga menjadi pengingat pentingnya diplomasi dan dialog dalam menyelesaikan krisis internasional yang kompleks seperti antara Israel dan Iran.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru mengenai konflik Iran dan dampaknya terhadap politik Israel, kunjungi sumber asli di CNBC Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad