Rusunawa Rp 1.000-an/Hari di Jatim Bisa Disewa Selamanya dengan Kontrak Tahunan

Apr 15, 2026 - 20:51
 0  10
Rusunawa Rp 1.000-an/Hari di Jatim Bisa Disewa Selamanya dengan Kontrak Tahunan

Rumah susun sewa (rusunawa) Watulimo Blok. I yang berlokasi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menawarkan hunian dengan biaya sewa mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per bulan. Ini berarti penghuni cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp 1.000-an per hari untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak dan nyaman.

Ad
Ad

Menurut testimoni dari Dita Retna Yuliani, salah satu penghuni yang tinggal di rusunawa tersebut sejak pertengahan 2025, biaya sewa tiap lantai berbeda. Lantai 2 dikenakan Rp 100.000, lantai 3 Rp 75.000, dan lantai 4 Rp 50.000 per bulan. Di lantai dasar terdapat dua unit khusus lansia yang bisa ditempati tanpa biaya sewa, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah Trenggalek selaku pengelola.

Biaya sewa yang terjangkau itu belum termasuk listrik dan air, namun warga tidak dikenakan biaya tambahan untuk iuran sampah, kebersihan, parkir, dan keamanan. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga berpenghasilan rendah yang ingin tinggal dengan biaya terjangkau.

Kontrak Tahunan dan Kesempatan Sewa Selamanya

Meski sistemnya berbasis sewa dengan harga murah, penghuni Rusunawa Watulimo Blok. I memiliki kesempatan untuk tinggal selama yang mereka inginkan asalkan melakukan pembaruan kontrak setiap tahun. Dita mengungkapkan bahwa dia sudah melakukan tanda tangan kontrak pembaruan untuk tahun 2026, meskipun baru tinggal kurang lebih satu tahun.

"Nggak ada batas sewa, cuma kita tiap tahunnya itu harus tanda tangan kontrak. Itu sebagai pembaruan sewa," ujar Dita kepada detikcom pada Selasa (14/4/2026).

Chandra, petugas administrasi dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DISPERKIMHUB) Kabupaten Trenggalek, juga menegaskan bahwa minimal masa tinggal adalah satu tahun dan kontrak bisa diperpanjang tanpa batasan waktu.

Sejarah dan Kondisi Hunian

Rusunawa Watulimo Blok. I sebenarnya telah berdiri sejak 2015, namun fungsinya sempat berubah menjadi asrama karantina selama pandemi Covid-19. Hal ini menyebabkan penghuni lama direlokasi dan tidak kembali menempati rusun tersebut. Setelah pandemi, rusun kembali dibuka untuk masyarakat umum.

Saat ini terdapat 50 unit hunian dengan rincian 2 unit di lantai dasar, dan 16 unit di masing-masing lantai 2, 3, dan 4. Setiap unit berukuran 36 meter persegi, terdiri dari 2 kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang tamu, laundry room, balkon, dan ruang jemur pakaian. Semua unit sudah dilengkapi perabotan seperti kasur, lemari, meja, dan kursi.

Dita bercerita bahwa saat pindah, dia hanya membawa perlengkapan dapur, lalu melakukan pengecatan dan penggantian wastafel secara mandiri. Tidak ada aturan ketat selama tidak mengubah bentuk unit.

Fasilitas dan Lokasi Strategis

  • Tempat parkir yang memadai
  • Pos keamanan
  • Lapangan olahraga
  • Masjid dan tempat bermain anak
  • Lokasi hanya 2 menit dari pantai
  • Jarak dekat ke rumah sakit, pasar, dan mini market
  • Lahan kosong sekitar rusun dimanfaatkan warga untuk berkebun

Fasilitas lengkap dan lingkungan yang nyaman membuat rusunawa ini menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang ingin tinggal dengan biaya rendah di area strategis Kabupaten Trenggalek.

Penghuni dan Prioritas Penerimaan

Hingga saat ini, sekitar 17 kepala keluarga (KK) sudah menempati rusunawa ini, dengan konsentrasi di lantai 2 dan 3. Penerimaan penghuni baru masih dibuka, namun beberapa unit kosong karena masalah listrik dan air yang sedang diperbaiki.

Menurut Chandra, prioritas penghuni baru diberikan kepada penduduk lokal Kota Trenggalek, meskipun siapa saja dapat mendaftar.

"Sudah terisi sekitar 50 persen. Prioritas utama adalah warga Trenggalek. Penambahan penghuni bisa, tapi terbatas karena ada kendala teknis di lantai 3 dan 4," jelasnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keberadaan Rusunawa Watulimo Blok. I ini merupakan solusi hunian yang sangat penting untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan Trenggalek. Dengan biaya sewa yang sangat terjangkau dan sistem kontrak tahunan yang memungkinkan penghuni tinggal dalam jangka waktu panjang, rusun ini mematahkan stigma bahwa rumah susun adalah hunian sementara dan tidak layak.

Namun, meskipun harga sewa murah, pemerintah daerah harus terus memastikan perbaikan fasilitas dasar seperti listrik dan air agar penghuni dapat tinggal dengan lebih nyaman dan aman. Pemeliharaan fasilitas umum dan perhatian khusus pada unit lansia juga menjadi hal krusial untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni.

Ke depan, penting untuk mengawasi perkembangan rusunawa ini, terutama dalam hal pengelolaan dan penambahan unit, agar kebutuhan hunian murah yang layak semakin terpenuhi. Inisiatif ini juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi masalah perumahan rakyat secara efektif dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca berita aslinya di detikProperti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad