Pemerintah Dukung Penguatan Narasi Sejarah dan Hukum Adat Tumbang Anoi

Apr 16, 2026 - 01:10
 0  6
Pemerintah Dukung Penguatan Narasi Sejarah dan Hukum Adat Tumbang Anoi

Pemerintah Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya dan penguatan narasi sejarah masyarakat adat, khususnya terkait Tumbang Anoi yang menjadi peristiwa penting dalam sejarah perdamaian suku Dayak. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.

Ad
Ad

Penguatan Narasi Sejarah dan Hukum Adat Tumbang Anoi

Menurut Fadli Zon, pemerintah sangat mendukung segala bentuk inisiatif yang dapat memajukan kebudayaan nasional, termasuk penguatan narasi sejarah seperti Tumbang Anoi. Ia juga menekankan pentingnya penguatan nilai hukum adat Tumbang Anoi yang dapat dikolaborasikan dengan Kementerian Hukum agar lebih efektif dalam penegakan dan pelestariannya.

"Kami sebagai pemerintah sangat mendukung berbagai upaya yang dapat memajukan kebudayaan nasional, termasuk penguatan narasi sejarah seperti Tumbang Anoi. Penguatan nilai hukum adat Tumbang Anoi bisa dikolaborasikan juga dengan Kementerian Hukum," ujar Fadli.

Selain itu, Fadli menyarankan agar penyelenggaraan kegiatan yang diajukan oleh Elemen Masyarakat Adat (Emas Dayak) bisa melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Tengah sehingga rencana tersebut dapat berjalan dengan lebih terukur dan efektif.

Keprihatinan dan Harapan Masyarakat Adat Dayak

Ketua Emas Dayak, Mandeh, menyampaikan keprihatinan terkait semakin berkurangnya penerapan hukum adat di Kalimantan. Ia menegaskan bahwa Tumbang Anoi merupakan tonggak perdamaian adat yang tidak hanya penting secara lokal, tetapi juga diakui di tingkat internasional.

"Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian penuh pada Tumbang Anoi dalam mendorong kembali penegakan hukum adat yang telah dirumuskan dan disahkan pada tahun 1894. Namun demikian, implementasi hukum adat yang telah disepakati dinilai tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya," jelas Mandeh.

Untuk itu, Emas Dayak berencana menyelenggarakan rangkaian kegiatan budaya sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai Tumbang Anoi sekaligus mengukuhkan kembali Tumbang Anoi sebagai hukum yang sah dan harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat adat.

Mandeh juga mengharapkan dukungan pemerintah, khususnya dari Kementerian Kebudayaan, agar hukum adat yang telah disusun oleh leluhur mereka, Damang Batu, beserta perwakilan suku pada masa itu, dapat ditegakkan kembali dan tidak dikesampingkan.

Dukungan dari Tokoh dan Rencana Kirab Budaya

Pembina dan penasihat Emas Dayak, H.R.M. Soekarna, menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dalam penegakan hukum adat Tumbang Anoi. Ia juga berharap pemerintah aktif memperkenalkan sejarah Tumbang Anoi kepada masyarakat luas sebagai bagian dari edukasi publik, mengingat nilai budaya ini merupakan salah satu khasanah budaya nasional.

Emas Dayak berencana menggelar kirab atau pagelaran adat yang dikolaborasikan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2026. Kirab budaya ini akan menampilkan bendera merah putih sepanjang 118 meter yang melambangkan 118 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia.

  • Kirab akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, perguruan tinggi, hingga TNI dan Polri.
  • Acara juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan adat Dayak dan Nusantara.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, dukungan pemerintah terhadap penguatan narasi sejarah dan hukum adat Tumbang Anoi merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat Dayak, tetapi juga memperkaya keragaman budaya Indonesia secara keseluruhan. Langkah ini bisa menjadi contoh nyata bagaimana negara mengakui dan melindungi nilai-nilai adat yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal.

Namun, tantangan utama yang masih harus dihadapi adalah implementasi hukum adat tersebut agar tidak hanya menjadi simbol semata, tetapi benar-benar dijalankan oleh masyarakat dan diakui secara hukum oleh negara. Kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Hukum yang diusulkan Menteri Fadli Zon sangat krusial untuk memastikan hal ini terjadi.

Ke depan, masyarakat perlu mengawasi dan mendorong agar rencana kegiatan budaya, termasuk kirab pada Hari Kebangkitan Nasional 2026, dapat berjalan lancar dan mampu meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya hukum adat dan perdamaian yang diusung oleh Tumbang Anoi. Selain itu, edukasi publik yang lebih luas akan memperkuat posisi masyarakat adat dalam konteks kebangsaan Indonesia yang majemuk.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca sumber asli berita ini di Antara News.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad