Normalisasi Sungai Dipercepat Pilar Saga Ichsan untuk Atasi Banjir Tangerang Selatan

Apr 17, 2026 - 00:10
 0  5
Normalisasi Sungai Dipercepat Pilar Saga Ichsan untuk Atasi Banjir Tangerang Selatan

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik banjir dan longsor yang terjadi akibat curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Kunjungan ini berlangsung pada Rabu, 15 April 2026, di kawasan Perumahan Citra Prima Serpong 2, Empang Sari Ciputat, dan Jalan H. Nurleman Benda Baru, Kecamatan Pamulang.

Ad
Ad

Peninjauan tersebut merupakan langkah konkret pemerintah kota dalam mempercepat penanganan banjir melalui normalisasi sungai, penambahan infrastruktur pengendali air, serta penertiban bangunan yang tidak sesuai aturan. Pilar menegaskan pentingnya penanganan yang optimal agar aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat bencana banjir dan longsor.

Upaya Normalisasi Sungai dan Penanganan Banjir di Citra Prima Serpong 2

Di Perumahan Citra Prima Serpong 2, meskipun telah dilakukan beberapa upaya seperti peninggian turap dan pemasangan dua pompa air, debit air sungai melonjak drastis akibat hujan deras sehingga aliran air tidak tertampung dengan baik.

Pilar menyatakan, "Saya minta segera dilakukan normalisasi sungai karena ada brangkal dan sampah yang terbawa dari hulu. Kami juga akan mengecek apakah terdapat penyempitan saluran, serta menambah long storage di titik terendah."

Jika penyempitan saluran terjadi pada aset pemerintah, akan dilakukan pelebaran. Untuk lahan warga, opsi pembebasan lahan dipertimbangkan demi kelancaran aliran air. Pembangunan long storage juga direncanakan untuk meredam debit air saat hujan deras, disertai penambahan pompa air.

Pilar menambahkan bahwa progres penanganan di kawasan ini sudah membaik, dengan genangan banjir yang kini surut dalam waktu satu hari, meski targetnya adalah menghilangkan genangan sama sekali. Ia juga menyoroti peran penting kesadaran masyarakat dalam menjaga saluran dari sampah dan menghindari penyempitan yang dapat memperparah banjir.

Penanganan Banjir di Empang Sari dan Perbaikan Infrastruktur

Di Empang Sari, Kecamatan Ciputat, Pilar menemukan kondisi serupa dengan perlunya normalisasi kali dan pembangunan long storage sepanjang jalan untuk menampung limpasan air. Beberapa titik crossing drainase juga akan diperbaiki agar aliran air lancar ke sungai utama.

Selain itu, beberapa infrastruktur seperti jembatan akses rumah makan dan jembatan kabel milik PLN yang dianggap menghambat aliran air akan ditata ulang. Pilar menilai beberapa jembatan terlalu rendah sehingga perlu ditinggikan atau dibongkar.

"Sepanjang jalan itu saya minta dipasang long storage supaya air bisa tertangani saat hujan lebat. Juga perlu ada beberapa pompa tambahan," tegas Pilar, yang menargetkan penanganan banjir di Empang Sari selesai dalam dua tahun ke depan.

Penanganan Longsor di Jalan H. Nurleman Benda Baru

Pilar juga meninjau lokasi longsor di Jalan H. Nurleman Benda Baru, yang terjadi akibat penyerapan air ke dalam tanah saat hujan lebat sehingga memicu pergerakan tanah. Penanganan berupa pembangunan turap batu kali dan pemasangan saluran air sedang dikerjakan untuk mencegah endapan air yang menyebabkan penurunan tanah.

"Kita bangun turap batu kali sepanjang 10 meter, dan target selesai dalam dua minggu," jelas Pilar.

Langkah ini akan disesuaikan dengan hasil asesmen bencana dan karakteristik wilayah setempat agar penanganan efektif.

Faktor Penyebab dan Tantangan Penanganan Banjir

  • Curah hujan ekstrem yang menyebabkan debit air sungai melonjak.
  • Penyempitan saluran akibat sampah dan pembangunan tidak sesuai aturan.
  • Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan saluran air.
  • Kondisi infrastruktur yang perlu ditingkatkan seperti turap, pompa air, dan long storage.

Pilar menegaskan bahwa kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat berpengaruh dalam keberhasilan pengendalian banjir dan longsor.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kunjungan langsung Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan ke titik-titik rawan banjir dan longsor merupakan langkah strategis yang menunjukkan keseriusan pemerintah kota Tangerang Selatan dalam mengatasi masalah lingkungan yang kerap mengganggu kehidupan warga.

Normalisasi sungai sering menjadi opsi utama penanganan banjir di daerah perkotaan, namun sering terhambat oleh masalah lahan dan kesadaran masyarakat. Penekanan Pilar pada pembebasan lahan dan penertiban bangunan ilegal menjadi kunci penting agar pengerjaan dapat berjalan optimal tanpa hambatan birokrasi maupun sosial yang berkepanjangan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti long storage dan penambahan pompa air merupakan solusi yang tepat untuk meredam limpasan air saat hujan deras. Namun, perlu juga ada pendekatan edukasi dan partisipasi masyarakat agar saluran tidak cepat tersumbat sampah, yang selama ini menjadi masalah klasik.

Ke depan, pembaca perlu mengawasi progres realisasi normalisasi sungai dan efektivitas infrastruktur baru yang dibangun. Jika ditangani serius dan berkelanjutan, langkah ini dapat menjadi model pengendalian banjir yang efektif di wilayah lain yang memiliki masalah serupa.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, kunjungi sumber berita asli di Republika.co.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad