Daftar 5 Mata Uang ASEAN Terlemah 2026, Rupiah di Urutan Kedua

Apr 17, 2026 - 10:40
 0  5
Daftar 5 Mata Uang ASEAN Terlemah 2026, Rupiah di Urutan Kedua

Mayoritas mata uang di kawasan ASEAN melemah sejak awal tahun 2026, terdampak oleh dinamika geopolitik global dan kondisi ekonomi domestik masing-masing negara. Salah satu yang menonjol adalah rupiah Indonesia yang menyentuh level psikologis dan mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah terbaru.

Ad
Ad

Menurut analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, sentimen global positif gagal dimanfaatkan rupiah karena tekanan dari berbagai faktor seperti harga minyak yang tinggi, arus modal keluar (capital outflow) yang besar, dan fundamental domestik yang masih rapuh.

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah dan Mata Uang ASEAN Lainnya

Nilai tukar rupiah sempat mencapai level Rp17.142 per dolar AS pada pukul 10.40 WIB, Selasa (14/4/2026), yang merupakan titik terendah sepanjang sejarah. Mata uang Garuda ini turun 0,22 persen atau 37 poin dari posisi pembukaan hari itu. Sebelumnya, penutupan terendah tercatat di Rp17.090 per dolar AS dengan fluktuasi intraday sekitar Rp17.130.

Meski pelemahan rupiah cukup signifikan, namun ada mata uang ASEAN lain yang lebih tertekan, terutama kip Laos. Berikut daftar lima mata uang ASEAN terlemah pada periode Januari hingga April 2026:

  1. Laos (Kip)
    Menurut data dari Trading Economics, kip Laos melemah sekitar 2,9 persen year to date (ytd). Mata uang ini menempati posisi paling tertekan di ASEAN, terdorong oleh inflasi yang tinggi, beban utang luar negeri yang berat, serta cadangan devisa yang menipis.
  2. Indonesia (Rupiah)
    Rupiah melemah sekitar 2,3 persen ytd, saat ini berada di atas Rp17.000 per dolar AS. Faktor utama pelemahan adalah penguatan dolar AS, arus modal keluar besar-besaran, dan sentimen fiskal domestik yang kurang mendukung.
  3. Filipina (Peso)
    Peso Filipina melemah sekitar 0,5 persen ytd. Pelemahan ini lebih moderat dibandingkan Laos dan Indonesia. Meskipun arus modal keluar cukup besar dan kondisi global menantang, ekonomi Filipina cukup meyakinkan bagi investor.
  4. Kamboja (Riel)
    Mata uang riel melemah tipis sekitar 0,2 persen ytd. Kondisi ini relatif stabil karena dominasi dolar AS masih sangat besar dalam perekonomian domestik Kamboja.
  5. Malaysia (Ringgit)
    Ringgit Malaysia melemah sangat tipis, sekitar 0,1 persen ytd. Pelemahan utamanya dipengaruhi oleh faktor global seperti fluktuasi harga komoditas, sementara kondisi ekonomi domestik Malaysia masih cukup kuat dan stabil.

Faktor Pemicu Pelemahan Mata Uang ASEAN

Pelemahan mata uang ASEAN ini tidak lepas dari sejumlah faktor utama, di antaranya:

  • Penguatan dolar AS: Dolar AS yang menguat membuat mata uang kawasan ASEAN tertekan, terutama bagi negara dengan ketergantungan impor bahan baku dan energi.
  • Geopolitik global: Ketegangan di berbagai wilayah dunia memengaruhi sentimen investor, berimbas pada arus modal keluar dari negara berkembang.
  • Harga minyak tinggi: Negara-negara importir minyak seperti Indonesia merasakan dampak langsung dari kenaikan harga minyak, yang memperlemah posisi rupiah.
  • Fundamental domestik: Kinerja ekonomi dan fiskal masing-masing negara memengaruhi daya tahan mata uang mereka terhadap tekanan eksternal.
  • Inflasi dan cadangan devisa: Khususnya di Laos, inflasi tinggi dan cadangan devisa yang menipis semakin memperparah depresiasi mata uang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pelemahan rupiah dan mata uang ASEAN lainnya pada awal 2026 mencerminkan rentannya ekonomi kawasan terhadap gejolak global dan keterbatasan fundamental domestik. Sementara penguatan dolar AS menjadi faktor eksternal utama, kondisi fiskal dan kebijakan ekonomi dalam negeri masing-masing negara sangat menentukan kemampuan bertahan mata uang nasional.

Untuk Indonesia, ini menjadi peringatan serius bahwa langkah penguatan ekonomi dan stabilisasi makroekonomi harus dipercepat, terutama pengelolaan neraca perdagangan dan investasi asing. Jika tidak, rupiah bisa terus tertekan bahkan melewati rekor terendah yang sudah tercapai.

Ke depan, investor dan pelaku pasar perlu memantau dengan seksama perkembangan geopolitik global, kebijakan moneter AS, serta kondisi ekonomi domestik di ASEAN. Perubahan kecil dalam faktor-faktor tersebut dapat berdampak signifikan pada nilai tukar dan stabilitas ekonomi kawasan.

Informasi lebih lanjut terkait kondisi nilai tukar rupiah dan mata uang ASEAN dapat dibaca pada sumber resmi CNN Indonesia serta laporan ekonomi internasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad