Kemenko PM Perkuat Modal Sosial dan Ekonomi Desa untuk Akselerasi Lampung Timur

Apr 17, 2026 - 13:50
 0  5
Kemenko PM Perkuat Modal Sosial dan Ekonomi Desa untuk Akselerasi Lampung Timur

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) melakukan langkah strategis memperkuat modal sosial dan kolaborasi ekonomi berbasis komunitas di Lampung Timur. Program ini bertujuan mengakselerasi ekosistem pemberdayaan masyarakat desa agar mampu meningkatkan kemandirian ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Ad
Ad

Paradigma Baru Pemberdayaan Berbasis Komunitas

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan inisiatif masyarakat dalam pembangunan. Menurutnya, pendekatan top-down yang semata mengandalkan kebijakan pusat sering kali mengabaikan dinamika lokal yang sesungguhnya menjadi penggerak utama ekonomi desa.

"Kehadiran kami di Lampung Timur adalah untuk memastikan konsep 'Perintis Berdaya' tumbuh bersama kearifan lokal. Kita berupaya mentransformasi ketergantungan menjadi kemandirian dengan membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh."

Pernyataan tersebut disampaikan Leontinus saat membuka sesi Dialog Bersama Deputi (DBD) pada Kamis (16/4), yang menekankan pentingnya partisipasi publik aktif dan aspirasi langsung dari pelaku usaha serta pengelola koperasi di Lampung Timur.

Empat Pilar Utama Ekosistem Pemberdayaan

Kemenko PM memfokuskan pemberdayaan pada empat pilar utama yang saling terintegrasi, yaitu:

  • Inovasi Digital: Memperkuat akses teknologi dan digitalisasi UMKM desa.
  • Literasi Keuangan: Meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan masyarakat dan koperasi lokal.
  • Ekosistem Kewirausahaan: Mendorong tumbuhnya pelaku usaha dan kolaborasi komunitas ekonomi.
  • Pelindungan Pekerja Migran: Menguatkan sistem perlindungan dan kesiapan tenaga kerja migran Indonesia (PMI).

Di Lampung Timur, implementasi keempat pilar ini sudah mulai memperkuat sektor UMKM, koperasi, serta pelindungan PMI yang terintegrasi secara sistematis.

Dukungan Pemda dan Kolaborasi Multistakeholder

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut baik kolaborasi dengan Kemenko PM. Ia menegaskan komitmen daerah untuk menyelaraskan program pembangunan pusat dan daerah, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat demi mewujudkan visi "Lampung Timur Makmur".

"Dengan dukungan Kemenko PM, kami yakin potensi pertanian dan UMKM desa dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi mandiri."

Selain pemerintah daerah, dukungan juga datang dari Sinthia Harkrisnowo, Koordinator Program ILO PROTECT untuk Migrasi Kerja, yang menyatakan kesiapan berkolaborasi memperkuat standar pelindungan pekerja migran melalui peningkatan literasi digital dan keterampilan teknis.

Leontinus menegaskan bahwa pelindungan pekerja migran harus dimulai dari desa melalui penguatan jaringan komunitas. "Negara hadir untuk memastikan dukungan komunitas menjadi benteng pertama pelindungan bagi pekerja migran, agar mereka berangkat dengan informasi tepat dan pulang dengan kesuksesan berkelanjutan."

Kolaborasi dan Strategi Berkelanjutan

Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti akademisi, asosiasi pengusaha, dan organisasi masyarakat sipil dalam lokakarya strategi pembangunan ekosistem yang kolaboratif. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan solusi regulasi yang inklusif dan aplikatif di lapangan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif Kemenko PM di Lampung Timur adalah langkah strategis krusial untuk mendorong pembangunan ekonomi desa yang tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat lokal melalui modal sosial dan inovasi digital. Pendekatan berbasis komunitas ini memungkinkan pembangunan yang lebih berkelanjutan dan berkelanjutan karena akar masalah dan potensi lokal diangkat secara langsung.

Selain itu, penekanan pada pelindungan pekerja migran dari level desa menjadi a game-changer yang selama ini kurang mendapat perhatian serius. Dengan memperkuat jaringan komunitas desa sebagai benteng utama, risiko eksploitasi dan ketidakpastian bagi PMI bisa diminimalisir, sekaligus membuka peluang mereka untuk sukses di luar negeri secara lebih aman dan terencana.

Ke depan, perlu diperhatikan bagaimana implementasi empat pilar ini dapat dijalankan secara konsisten di berbagai daerah lain, serta bagaimana pemerintah pusat dan daerah menjaga sinergi agar kebijakan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata di lapangan.

Untuk informasi lengkap dan update program pemberdayaan masyarakat oleh Kemenko PM, kunjungi sumber resmi di Liputan6 Regional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad