Seluruh Tentara AS Resmi Hengkang dari Suriah Setelah 10 Tahun

Apr 17, 2026 - 14:40
 0  5
Seluruh Tentara AS Resmi Hengkang dari Suriah Setelah 10 Tahun

Seluruh tentara Amerika Serikat (AS) yang tersisa di Suriah resmi meninggalkan pangkalan mereka di Hasakah pada hari Kamis, menandai berakhirnya kehadiran militer AS di negara tersebut setelah hampir satu dekade. Penarikan total ini menjadi babak baru dalam dinamika geopolitik Suriah, mengakhiri misi awal AS yang berfokus pada pemberantasan kelompok teroris Islamic State (ISIS).

Ad
Ad

Penarikan Total Pasukan AS dan Pengambilalihan Pangkalan Militer

Setelah pengosongan pangkalan yang dikenal sebagai Qasrak, militer Suriah langsung memasuki lokasi tersebut. Pangkalan ini memiliki fasilitas strategis berupa landasan udara yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan AS. Langkah ini menandai kembalinya kendali pemerintah Suriah atas wilayah penting yang selama ini menjadi basis operasi asing.

Seorang pejabat Suriah yang berbicara kepada Middle East Eye memastikan bahwa proses penarikan pasukan Amerika telah rampung pada Jumat (17/4/2026).

Peran Pasukan Demokratik Suriah dalam Transisi Penguasaan

Menurut Charles Lister, seorang pakar terkemuka Suriah, yang mengambil alih pangkalan tersebut adalah Divisi ke-60 Angkatan Darat Suriah, yang mayoritas terdiri dari pasukan Kurdi berafiliasi dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Kelompok ini selama ini menjadi mitra strategis AS dalam perang melawan ISIS di wilayah tersebut.

Namun, pasukan dan peralatan militer AS meninggalkan Suriah melewati jalur Yordania. Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi serangan dari kelompok paramiliter yang didukung Iran di Irak, yang selama ini menjadi ancaman signifikan bagi pasukan AS di kawasan.

Kementerian Luar Negeri Suriah Sambut Baik Penarikan

Kementerian Luar Negeri Suriah menyampaikan pernyataan resmi pada Kamis, menyambut baik penyerahan penuh situs-situs militer yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan AS. Pernyataan ini menandakan keberhasilan pemerintah Suriah dalam mengembalikan kedaulatan atas wilayahnya, sekaligus mengakhiri intervensi militer asing yang berlangsung selama sepuluh tahun.

Dampak dan Implikasi Penarikan AS dari Suriah

  • Berakhirnya Misi Melawan ISIS: Penarikan ini menandai perubahan strategi AS di Timur Tengah setelah sepuluh tahun fokus pada pemberantasan ISIS.
  • Penguatan Kedaulatan Suriah: Kembalinya pangkalan militer ke tangan pemerintah Suriah memperkuat posisi rezim Bashar al-Assad di tengah konflik yang berkepanjangan.
  • Perubahan Aliansi Regional: Perpindahan pasukan melalui Yordania dan kewaspadaan terhadap kelompok pro-Iran mengindikasikan dinamika baru dalam hubungan antara AS, Irak, dan Iran.
  • Peran SDF dan Pasukan Kurdi: Transisi ini menunjukkan pergeseran peran pasukan Kurdi yang selama ini banyak bergantung pada dukungan AS.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penarikan total pasukan AS dari Suriah setelah 10 tahun menjadi momentum penting yang menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri Amerika di Timur Tengah. Meski misi utama pemberantasan ISIS telah berhasil, keluarnya pasukan AS membuka peluang bagi pemerintah Suriah untuk memperkuat kendali, sekaligus menjadi peluang bagi aktor-aktor regional seperti Iran dan Rusia untuk meningkatkan pengaruh mereka.

Namun, pengalihan pasukan melalui Yordania memperlihatkan strategi mitigasi risiko militer AS terhadap ancaman serangan paramiliter pro-Iran yang terus mengintai di Irak. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun secara fisik mundur, AS tetap waspada dan berusaha menjaga kepentingannya di kawasan dengan cara yang lebih tersembunyi.

Ke depan, penting untuk terus memantau bagaimana dinamika politik dan militer di Suriah akan berubah, terutama terkait pengaruh pasukan Kurdi dan peran SDF yang selama ini menjadi mitra kunci AS. Penarikan ini juga berpotensi memicu pergeseran aliansi di Timur Tengah yang dapat berdampak luas bagi stabilitas regional.

Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru, pembaca disarankan mengikuti laporan resmi dari sumber terpercaya seperti SINDOnews dan media internasional lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad