Longsor di Pemakaman Cianjur: 2 Jenazah Tergantung di Tebing, Tim BPBD Turun Tangan

Apr 17, 2026 - 20:00
 0  3
Longsor di Pemakaman Cianjur: 2 Jenazah Tergantung di Tebing, Tim BPBD Turun Tangan

Longsor di area pemakaman Kampung Cigombong, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terjadi pada Jumat dini hari, 17 April 2026. Akibat hujan deras yang mengguyur sejak Kamis petang, tebing setinggi 20 meter longsor dan menggerus sejumlah makam. Dalam peristiwa ini, dua jenazah ditemukan tergantung di tebing, masih terbungkus kain kafan, menjadi kondisi yang mengharukan sekaligus mengkhawatirkan bagi warga sekitar.

Ad
Ad

Detil Kejadian Longsor di Pemakaman Cianjur

Plt Camat Cipanas, Doni Tri Wibowo, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat hujan deras yang berlangsung selama berjam-jam. Tebing yang longsor berada tepat di atas area pemakaman, sehingga makam-makam yang berada di tebing ikut tergerus.

"Kejadiannya tadi malam. Setelah hujan deras, tebing setinggi 20 meter longsor. Di atas tebing tersebut terdapat beberapa makam,"
ujarnya.

Akibat longsor ini, dua makam yang tidak jauh dari lokasi longsor ikut tergerus, sehingga jenazah yang terkubur ikut terbawa dan akhirnya tergantung di tebing. Doni menambahkan, "Iya ada jenazah yang tergantung dengan kondisi masih terbungkus kain kafan."

Upaya Penanganan dan Antisipasi Longsor Susulan

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan tim ke lokasi untuk langsung melakukan penanganan bencana longsor ini. Langkah awal yang diambil adalah penutupan tebing yang longsor menggunakan terpal untuk mengantisipasi curah hujan yang masih memungkinkan menyebabkan longsor susulan.

"Tim sudah ke lokasi. Sudah kirimkan juga terpal untuk menutup tebing yang longsor. Antisipasi agar air hujan tidak menyebabkan longsor susulan. Sebab di lokasi tersebut ada beberapa makam lainnya yang terancam,"
jelas Iwan.

Selain itu, tim BPBD juga melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap kondisi tebing dan makam sekitar agar potensi longsor lanjutan dapat diminimalisir. Hal ini sangat penting karena area pemakaman tersebut memiliki banyak makam yang berisiko terkena longsor jika hujan terus mengguyur.

Faktor Penyebab dan Dampak Longsor di Cianjur

Longsor di Cianjur kali ini tidak terlepas dari faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Hujan deras selama lebih dari 12 jam telah melemahkan struktur tanah dan tebing setinggi 20 meter yang berada di pemakaman tersebut.

Fenomena longsor di area pemakaman menimbulkan beberapa dampak serius, antara lain:

  • Kerusakan makam yang menyebabkan jenazah tergerus dan tergantung di tebing, menimbulkan keresahan warga.
  • Risiko longsor susulan yang mengancam makam lain dan kawasan sekitar.
  • Gangguan psikologis bagi keluarga almarhum yang makamnya terdampak longsor.
  • Potensi bencana berulang jika hujan deras terus berlangsung tanpa penanganan serius.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, longsor yang terjadi di pemakaman Cianjur ini menjadi peringatan penting tentang bagaimana perubahan cuaca ekstrem bisa berdampak langsung pada infrastruktur vital, termasuk pemakaman yang selama ini dianggap statis dan aman. Fenomena ini bukan hanya soal bencana alam, tapi juga soal kesiapan mitigasi dan tata kelola lahan yang baik.

Penanganan cepat oleh BPBD Cianjur sudah tepat, namun pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi lebih mendalam terkait lokasi pemakaman yang berada di tebing terjal. Penguatan struktur tebing, sistem drainase, dan pemantauan cuaca harus menjadi prioritas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Warga pun harus diberi edukasi dan informasi yang memadai agar waspada terhadap potensi bencana alam terutama di daerah rawan longsor. Dalam waktu dekat, kita harus mengawasi apakah hujan masih akan berlanjut dan memantau perkembangan penanganan longsor ini agar tidak menimbulkan korban baru.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai perkembangan penanganan longsor di Cianjur, dapat diakses pada laporan asli di detikNews serta update dari CNN Indonesia yang rutin melaporkan bencana alam di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad