Optimalisasi Promosi Pariwisata Melalui Media Sosial Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, mengajak untuk mengoptimalkan promosi pariwisata melalui pemanfaatan media sosial guna meningkatkan daya tarik destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis "Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Media Sosial" yang berlangsung di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat siang.
Siti Mukaromah menegaskan bahwa media sosial menjadi sarana strategis di era digital untuk memperkenalkan potensi daerah, terutama dengan melibatkan generasi muda yang memiliki kreativitas tinggi dalam pembuatan konten. Ia menilai bahwa pariwisata tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga alat promosi yang efektif apabila dikemas secara menarik.
Peran Media Sosial dalam Promosi Pariwisata
Dalam era digital saat ini, media sosial memegang peranan penting sebagai platform promosi yang mampu menjangkau audiens nasional hingga internasional. Menurut pandangan Siti Mukaromah, keberhasilan promosi bergantung pada bagaimana konten disajikan dan kreator konten, khususnya generasi milenial dan Gen Z, dapat memaksimalkan potensi tersebut.
"Pariwisata akan dikenal luas, tidak hanya di Banyumas, juga nasional bahkan internasional, jika ada promosi yang sampai kepada masyarakat," ujar legislator yang akrab disapa Erma tersebut. Ia menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai kreator konten yang bisa menjadi ujung tombak dalam memperkenalkan destinasi wisata.
Pariwisata Berbasis Ekosistem dan Perubahan UU
Erma juga menyinggung perubahan Undang-Undang Kepariwisataan dari Nomor 10 Tahun 2009 menjadi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 yang menekankan pendekatan pariwisata berbasis ekosistem. Pendekatan ini mengintegrasikan berbagai sektor seperti budaya, UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor lain yang saling terkait untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat.
"Pariwisata berbasis ekosistem ini melibatkan banyak pihak, seperti budaya, UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor lainnya yang saling terhubung," kata Siti Mukaromah.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata. Salah satu implementasinya adalah promosi melalui media sosial yang sudah menjadi strategi pemasaran utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Strategi Pemasaran dan Peran Masyarakat
Kementerian Pariwisata telah mengembangkan strategi promosi destinasi yang mengedepankan media sosial dan seluruh ekosistem pariwisata. Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi dari masyarakat luas.
"Sebagai mitra pemerintah, kami berperan menjembatani program kementerian agar dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas," jelas Erma usai acara yang diadakan bekerja sama dengan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas.
Erma mengajak generasi muda untuk meningkatkan kapasitas dalam pemanfaatan media sosial secara produktif. Tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator konten yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan mempromosikan destinasi wisata Indonesia secara lebih luas.
Potensi Pariwisata Banyumas dan Harapan ke Depan
Erma menegaskan bahwa kekayaan pariwisata Indonesia tidak hanya terbatas pada destinasi populer seperti Bali atau Borobudur, melainkan tersebar di berbagai daerah termasuk Banyumas. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, sektor pariwisata dapat berkembang pesat hingga tingkat nasional dan internasional.
"Indonesia memiliki banyak destinasi dengan seluruh ekosistemnya, termasuk di Banyumas, yang perlu terus dipromosikan agar dikenal dunia," tambahnya optimis.
- Penguatan pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi
- Pelibatan generasi muda sebagai kreator konten
- Penerapan pariwisata berbasis ekosistem sesuai UU No. 18 Tahun 2025
- Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor ekonomi kreatif
- Dukungan terhadap pengembangan destinasi wisata di daerah
Kegiatan ini menjadi langkah nyata mendorong potensi pariwisata Banyumas dan Indonesia secara keseluruhan agar semakin dikenal luas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor wisata.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca laporan lengkapnya di ANTARA News.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, dorongan Siti Mukaromah untuk mengoptimalkan promosi pariwisata melalui media sosial merupakan langkah strategis yang relevan dengan perkembangan zaman. Di era digital, media sosial tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi menjadi game-changer dalam pemasaran destinasi wisata yang mampu menjangkau audiens lebih luas dan beragam.
Selain itu, pendekatan pariwisata berbasis ekosistem yang melibatkan berbagai sektor seperti budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi lokal. Hal ini tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas dan keberlanjutan destinasi wisata.
Yang perlu diperhatikan ke depan adalah bagaimana pemerintah dan pelaku pariwisata dapat memberikan pelatihan dan fasilitas yang memadai agar generasi muda benar-benar mampu menjadi kreator konten yang profesional dan produktif. Sinergi yang kuat antara berbagai pihak menjadi kunci agar promosi tidak sekadar viral sesaat, tetapi berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, pembaca perlu terus mengikuti perkembangan kebijakan dan program terkait pariwisata digital ini, karena potensi besar yang dimiliki Indonesia sangat mungkin mendongkrak posisi negara sebagai destinasi unggulan di kancah global.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0