Iran Tegaskan Tidak Akan Serahkan Uranium ke Trump, Ini Faktanya

Apr 18, 2026 - 11:34
 0  6
Iran Tegaskan Tidak Akan Serahkan Uranium ke Trump, Ini Faktanya

Iran kembali menegaskan bahwa persediaan uranium yang diperkaya milik negaranya tidak akan dipindahkan ke pihak manapun, termasuk ke Amerika Serikat. Pernyataan ini sekaligus membantah klaim yang sempat disampaikan oleh Presiden AS, Donald Trump, terkait kesepakatan penyerahan uranium Iran ke AS.

Ad
Ad

Penegasan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Esmaeil Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menegaskan, "Uranium yang diperkaya Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun." Ia menambahkan bahwa pemindahan uranium ke AS tidak pernah menjadi bagian dari pembahasan dalam negosiasi antara kedua negara.

"Pemindahan uranium yang diperkaya Iran ke AS tidak pernah dibahas dalam negosiasi," ujar Baqaei, seperti dikutip dari AFP.

Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap klaim Trump yang sempat menyatakan bahwa AS akan mendapatkan semua "debu" nuklir Iran. Trump menyebutkan hal tersebut dalam unggahannya di platform Truth Social, merujuk pada uranium yang dianggap terkubur akibat serangan AS pada Iran tahun lalu.

Fokus Negosiasi Kini pada Penyelesaian Konflik, Bukan Uranium

Baqaei menjelaskan bahwa negosiasi yang berlangsung baru-baru ini antara AS dan Iran lebih terfokus pada upaya mengakhiri konflik, bukan pada pemulihan atau penyerahan uranium Iran. Ia menyatakan,

"Negosiasi sebelumnya memang berfokus pada masalah nuklir, namun sekarang berfokus pada mengakhiri perang, sehingga cakupan topik yang dibahas menjadi lebih luas dan beragam."

Kritik terhadap Blokade dan Isu Selat Hormuz

Selain membantah isu uranium, Baqaei juga mengkritik pernyataan Trump yang menyebut blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan damai tercapai. Padahal, Iran telah menyatakan bahwa Selat Hormuz telah dibuka kembali.

Baqaei menegaskan, "Pembukaan dan penutupan Selat Hormuz tidak terjadi di internet, tetapi ditentukan di lapangan, dan angkatan bersenjata kita tentu tahu bagaimana harus bertindak sebagai respons terhadap tindakan apa pun dari pihak lain." Pernyataan ini mencerminkan ketegangan yang masih berlangsung di kawasan strategis tersebut.

Data Uranium Iran dan Implikasinya

Menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sebelum serangan AS pada Juni 2025, Iran memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen. Angka ini jauh melampaui batas 3,67 persen yang disepakati dalam perjanjian nuklir 2015. Uranium diperkaya hingga 60 persen mendekati tingkat 90 persen yang dibutuhkan untuk pembuatan bom atom, sehingga menimbulkan kekhawatiran internasional terkait program nuklir Iran.

Ringkasan Negosiasi dan Isu Nuklir

  • AS dan Iran melakukan pembicaraan untuk mengakhiri konflik, bukan hanya soal nuklir.
  • Trump mengklaim AS akan mengambil uranium Iran, tapi klaim ini dibantah keras oleh Iran.
  • Blokade pelabuhan Iran oleh AS masih menjadi isu sensitif, khususnya terkait Selat Hormuz.
  • Iran tetap mempertahankan persediaan uranium diperkaya dalam jumlah besar.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penegasan Iran ini menandakan ketegangan yang masih tinggi dalam hubungan bilateral antara Iran dan AS. Klaim Trump yang menyatakan AS akan mendapatkan uranium Iran tampaknya lebih merupakan manuver politik untuk mempengaruhi opini publik domestik dan internasional daripada kenyataan diplomatik.

Fokus negosiasi yang bergeser dari isu nuklir ke penyelesaian konflik menunjukkan adanya dinamika baru yang lebih kompleks, di mana nuklir bukan lagi satu-satunya isu utama. Namun, posisi Iran yang tegas mempertahankan persediaan uranium diperkaya mengindikasikan bahwa negara tersebut masih ingin mempertahankan kekuatan tawar di meja perundingan.

Ke depan, pengawasan internasional melalui badan seperti IAEA akan menjadi kunci dalam mengamati perkembangan nuklir Iran. Sementara itu, ketegangan di Selat Hormuz dan blokade pelabuhan tetap menjadi titik rawan yang harus diwaspadai karena dapat mempengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dan pasokan energi global.

Untuk perkembangan selanjutnya, pembaca disarankan untuk mengikuti berita resmi dan analisis kredibel agar mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai negosiasi dan situasi geopolitik yang terus berubah ini.

Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada sumber asli CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad