Banjir Melanda 15 Desa di OKU Akibat Sungai Ogan Meluap, 5.011 Jiwa Terdampak
Permukiman di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan dilanda banjir parah setelah Sungai Ogan meluap pada Jumat malam, 17 April 2026. Bencana ini menyebabkan meluasnya genangan air yang merendam 15 desa dan kelurahan di wilayah tersebut, dengan total terdampak mencapai ribuan jiwa.
Banjir Meluas ke Lima Kecamatan di OKU
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Januar Efendi, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan banjir susulan dari kejadian sebelumnya pada Rabu, 15 April 2026. Saat itu, banjir hanya melanda delapan desa dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 347 unit.
"Banjir sebelumnya hanya melanda delapan desa dan kelurahan dengan korban terdampak sebanyak 347 unit rumah warga," jelas Januar pada Sabtu, 18 April 2026.
Namun kini, banjir meluas dan menjangkau desa-desa yang tersebar di lima kecamatan, yaitu:
- Baturaja Timur
- Baturaja Barat
- Peninjauan
- Lubuk Batang
- Kedaton Peninjauan Raya (KPR)
Ketinggian air di wilayah terdampak bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter, merendam berbagai desa seperti Terusan, Tanjung Baru, Tanjung Kemala, Lubuk Batang Lama, Gunung Meraksa, Kepayang, Belimbing, Lubuk Kemiling, hingga Kelurahan Tanjung Agung.
Dampak Banjir: 1.206 Rumah Terendam, 5.011 Jiwa Terdampak
Berdasarkan pendataan sementara BPBD OKU, tercatat sebanyak 1.206 unit rumah terendam dan 5.011 jiwa terdampak oleh banjir ini. Beruntung, hingga saat ini belum ditemukan korban jiwa akibat bencana tersebut.
Januar menambahkan, meskipun di wilayah perkotaan air sudah mulai surut, bagian hilir sungai masih mengalami genangan yang masuk ke kawasan pedesaan.
"Untuk banjir di wilayah perkotaan sudah surut. Namun, di bagian hilir sungai air masih masuk ke pedesaan," tambahnya.
Upaya Penanggulangan dan Bantuan dari BPBD OKU
BPBD OKU telah mengerahkan personel ke lokasi bencana untuk melakukan kaji cepat dan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi bencana susulan yang dapat menimbulkan korban jiwa. Personel juga membantu warga terdampak beraktivitas dengan menggunakan perahu karet di wilayah terdampak banjir.
Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Baturaja Timur, untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Terkait kebutuhan sanitasi dan air bersih, kondisi di Desa Lubuk Kemiling masih terbilang aman berkat adanya sarana Pamsimas yang bisa dimanfaatkan oleh warga setempat.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, banjir yang melanda Kabupaten OKU ini menegaskan pentingnya peningkatan sistem mitigasi bencana dan pengelolaan tata ruang terutama di daerah aliran Sungai Ogan. Curah hujan tinggi yang terus berlangsung menimbulkan risiko berulang bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir.
Selain itu, meskipun belum ada korban jiwa, dampak sosial dan ekonomi dari banjir ini sangat signifikan. Ribuan jiwa yang terdampak harus kehilangan akses terhadap fasilitas dasar, dan aktivitas sehari-hari mereka terganggu. Hal ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan dan menyediakan fasilitas evakuasi yang memadai.
Ke depan, masyarakat dan pemerintah perlu terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai agar dapat menanggapi perubahan situasi dengan cepat. Pelaporan bencana secara real-time dan penyaluran bantuan yang tepat sasaran menjadi kunci dalam meminimalkan kerugian akibat banjir yang kerap terjadi di Sumatra Selatan.
Untuk informasi selengkapnya, kunjungi laporan asli di MetroTVNews dan update berita terbaru dari CNN Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0