BPBD Sulteng Koordinasi Pendataan Dampak Banjir Rob di Buol dan Banggai Laut
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tengah melakukan koordinasi dan pendataan dampak banjir rob yang melanda beberapa wilayah pesisir di Kabupaten Buol dan Kabupaten Banggai Laut. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 18 April 2026, akibat gelombang pasang air laut yang menggenangi permukiman warga di daerah pesisir.
Koordinasi dan Pendataan Dampak Banjir Rob di Buol dan Banggai Laut
Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol dan Banggai Laut melakukan asesmen langsung di lokasi terdampak. Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui secara akurat jumlah rumah yang terdampak dan kebutuhan mendesak warga terdampak banjir rob.
"Pendataan dilakukan untuk mengetahui jumlah rumah terdampak serta kebutuhan mendesak warga," ujarnya dalam keterangannya di Palu, Sabtu (18/4/2026).
Dampak Banjir Rob di Kabupaten Buol
Di Kabupaten Buol, banjir rob tercatat melanda dua desa, yakni Desa Lakea I dan Desa Ngune di Kecamatan Lakea. Berdasarkan laporan sementara:
- Desa Lakea I: Lima unit rumah warga terendam air pasang.
- Desa Ngune: Sekitar 50 unit rumah terdampak dan 50 kepala keluarga (sekitar 150 jiwa) mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.
Peristiwa ini menyebabkan terganggunya aktivitas warga dan menimbulkan kebutuhan mendesak terhadap bantuan logistik dan tempat pengungsian.
Kondisi di Kabupaten Banggai Laut
Sementara itu, di Kabupaten Banggai Laut, banjir rob terjadi di beberapa desa pesisir, yaitu Desa Lambako dan Desa Pasir Putih di Kecamatan Banggai serta Desa Kendek di Kecamatan Banggai Utara. Rinciannya sebagai berikut:
- Desa Lambako: Delapan unit rumah mengalami kerusakan berat dengan total 39 jiwa terdampak. Semua warga dari delapan kepala keluarga mengungsi secara mandiri.
- Desa Pasir Putih: Dua unit rumah terdampak dengan enam jiwa terdampak.
- Desa Kendek: Satu unit perahu penduduk mengalami kerusakan berat.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerusakan fisik dan pengungsian mandiri membuat penanganan menjadi prioritas.
Penanganan dan Imbauan BPBD Sulteng
Asbudianto menyatakan bahwa Tim Reaksi Cepat beserta pihak terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi penanganan lebih lanjut. Selain pendataan dan bantuan darurat, BPBD juga mengidentifikasi kebutuhan penting lainnya, antara lain:
- Logistik penanggulangan bencana untuk warga terdampak.
- Pembangunan tanggul pengaman pantai untuk mencegah kejadian serupa.
- Relokasi permukiman warga di wilayah pesisir yang rawan terdampak gelombang pasang, khususnya di Desa Ngune.
"Saat ini kondisi sudah mulai kondusif karena air laut berangsur surut, namun masyarakat tetap kami imbau untuk waspada terhadap potensi pasang susulan," katanya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kejadian banjir rob di wilayah pesisir Sulawesi Tengah ini menjadi peringatan serius mengenai kerentanan daerah pesisir terhadap dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut. Gelombang pasang yang menyebabkan banjir ini berpotensi menjadi lebih sering dan intensif di masa mendatang, sehingga penanganan jangka panjang seperti pembangunan tanggul dan relokasi permukiman harus menjadi prioritas pemerintah daerah.
Selain itu, meskipun saat ini belum ada korban jiwa, kerusakan fisik dan pengungsian mandiri memperlihatkan kurangnya kesiapsiagaan dan mitigasi risiko yang memadai di tingkat komunitas. Pemerintah daerah dan BPBD perlu memperkuat edukasi dan sistem peringatan dini agar warga pesisir dapat lebih siap dan terlindungi.
Berikutnya, masyarakat dan pemangku kepentingan harus memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan gelombang laut secara berkala. Informasi resmi yang akurat dari BPBD dan BMKG menjadi sangat penting untuk meminimalisir risiko kerugian lebih besar. Untuk informasi selengkapnya, Anda dapat melihat laporan lengkapnya di ANTARA Sulteng dan sumber resmi lainnya.
Ke depan, penguatan sistem mitigasi bencana dan peningkatan infrastruktur tahan banjir akan menjadi kunci dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Sulawesi Tengah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0