Harga Plastik Meningkat, Harga Beras dan Gula Ikut Terdorong Naik

Apr 19, 2026 - 00:50
 0  4
Harga Plastik Meningkat, Harga Beras dan Gula Ikut Terdorong Naik

Kenaikan harga plastik di pasar domestik mulai berdampak pada harga bahan pangan pokok seperti beras dan gula pasir. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dari para pelaku usaha, kenaikan biaya plastik yang digunakan dalam kemasan beras dan gula turut mendorong penyesuaian harga produk tersebut di pasaran.

Ad
Ad

Pengaruh Kenaikan Harga Plastik pada Harga Beras dan Gula

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa kenaikan harga plastik berkontribusi pada kenaikan harga beras sebesar Rp 350 per kilogram dan gula pasir sekitar Rp 150 per kilogram. Hal ini tentu memiliki dampak yang harus dijaga agar tidak memperburuk inflasi pangan secara keseluruhan.

"Teman-teman pelaku usaha menyampaikan kalau di beras itu Rp 350 per kilogram (kg). Kalau di gula sekitar Rp 150 per kilogram, artinya cukup berdampak dan ini yang harus kita jaga benar-benar untuk ke depannya," ungkap Ketut dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).

Perkembangan Harga Beras dan Gula Dalam Sejumlah Zona

Meski begitu, berdasarkan pemantauan Bapanas, fluktuasi harga beras dan gula dalam sebulan terakhir masih tergolong wajar dan tidak melebihi kenaikan 5-10%. Berikut rincian perkembangan harga per 16 April 2026:

  • Harga beras medium Zona I naik sangat tipis dari Rp 12.964 per kg menjadi Rp 12.965 per kg (0,01%).
  • Zona II mengalami kenaikan 0,27% dari Rp 13.585 per kg menjadi Rp 13.622 per kg.
  • Zona III naik 0,65% dari Rp 15.056 per kg ke Rp 15.154 per kg.
  • Harga gula nasional naik 2,06% dari Rp 18.240 per kg menjadi Rp 18.615 per kg, kecuali wilayah Indonesia Timur yang justru turun 1,22% dari Rp 20.412 per kg ke Rp 20.163 per kg.

Langkah Bapanas dan Koordinasi Antar Kementerian

Menanggapi situasi ini, Bapanas berencana memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk memastikan pasokan plastik ke sektor pangan tetap stabil dan harga tidak semakin melambung. Ketut mengungkapkan pentingnya diskusi mendalam guna mencari sumber pasokan plastik yang lebih efisien dan terjangkau.

"Kita harus diskusi mendalam karena kalau tidak, harga akan bisa agak sedikit terkoreksi. Kami juga merencanakan rapat besar, artinya dengan kementerian lembaga terkait, untuk mencarikan solusi, karena pengaruh Rp 350 memang terasa kecil, tapi berdampak karena per kilonya jadi naik," ujar Ketut.

Ia menegaskan bahwa menjaga posisi pasokan plastik merupakan kunci untuk menahan laju kenaikan harga beras dan gula ke depan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga plastik sebagai bahan baku kemasan pangan menjadi faktor tersembunyi yang mulai mempengaruhi harga komoditas pokok di Indonesia. Walaupun kenaikan harga beras dan gula saat ini masih di bawah batas wajar, risiko inflasi pangan yang lebih tinggi tetap mengintai jika pasokan plastik tidak segera stabil. Hal ini penting karena kemasan plastik tidak hanya berperan sebagai pelindung produk, tapi juga bagian dari rantai distribusi yang efisien.

Selain itu, langkah pemerintah melalui Bapanas dan kementerian terkait untuk mengatasi masalah pasokan plastik harus dilihat sebagai sinyal kesiapan menghadapi dinamika pasar global, termasuk lonjakan harga minyak dan bahan baku plastik dunia. Jika penanganan tidak optimal, konsumen akan menanggung beban kenaikan harga pangan yang lebih besar di masa depan.

Ke depan, publik perlu memantau hasil rapat koordinasi yang akan dilakukan oleh Bapanas bersama Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Upaya mencari solusi inovatif seperti substitusi kemasan ramah lingkungan atau efisiensi produksi plastik juga dapat menjadi alternatif penting untuk jangka panjang.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca berita asli di detikFinance dan mengikuti update terbaru dari lembaga resmi terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad