Negosiator Iran Sebut Trump Berbohong 7 Kali dalam 1 Jam soal Selat Hormuz

Apr 19, 2026 - 06:20
 0  7
Negosiator Iran Sebut Trump Berbohong 7 Kali dalam 1 Jam soal Selat Hormuz

Teheran – Ketua parlemen sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan tujuh kebohongan dalam waktu satu jam terkait klaim pembukaan kembali Selat Hormuz yang belakangan memicu ketegangan geopolitik.

Ad
Ad

Pernyataan itu muncul menyusul pengumuman Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Jumat lalu yang menyatakan jalur perairan strategis tersebut terbuka untuk kapal-kapal komersial selama masa gencatan senjata sepuluh hari antara Israel dan Lebanon. Selat Hormuz sendiri merupakan titik vital yang menangani sekitar 25% perdagangan minyak mentah global, sehingga setiap perubahan statusnya berdampak signifikan pada pasar minyak dunia, termasuk penurunan harga sekitar 10% sesaat setelah pengumuman tersebut.

Penutupan Kembali Selat Hormuz dan Tuduhan Iran terhadap AS

Namun, pada Sabtu, pemerintah Iran membatalkan keputusan pembukaan sementara itu, menyatakan bahwa "Selat Hormuz telah kembali ke keadaan semula dan berada di bawah kendali ketat militer Iran". Penutupan kembali ini dipicu oleh penolakan Amerika Serikat untuk mencabut blokade atas pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz, sebuah kebijakan yang diterapkan sejak Senin setelah putaran perundingan di Pakistan gagal mencapai kesepakatan damai pekan lalu.

Para pejabat Iran menuding AS melakukan "pembajakan dan pencurian maritim" dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran tersebut, yang semakin memperkeruh ketegangan di kawasan.

Klaim Trump dan Tanggapan Keras Iran

Menanggapi pengumuman Iran tentang pembukaan Selat Hormuz, Trump dalam serangkaian unggahan di platform Truth Social menegaskan bahwa blokade Angkatan Laut AS akan tetap diberlakukan sepenuhnya sampai tercapai kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Ia juga mengklaim bahwa Iran telah setuju untuk tidak pernah menutup Selat Hormuz lagi dan menegaskan bahwa pembukaan jalur air tersebut tidak ada kaitannya dengan konflik Lebanon. Trump menambahkan bahwa sebagian besar poin-poin perjanjian damai sudah dinegosiasikan.

"Presiden AS mengajukan tujuh klaim dalam satu jam, yang semuanya salah,"

balas Ghalibaf melalui unggahan di X (sebelumnya Twitter) pada Jumat sore, yang menegaskan bahwa klaim-klaim Trump tersebut tidak benar dan menandakan kebohongan yang disengaja di tengah situasi yang sangat sensitif.

Dampak Global dan Politik Selat Hormuz

  • Selat Hormuz menjadi jalur perdagangan minyak yang sangat vital, sehingga setiap ketegangan di wilayah ini berpotensi mengguncang harga minyak dunia.
  • Blokade pelabuhan Iran oleh AS menimbulkan kritik keras dari Teheran yang merasa hak kedaulatannya dilanggar.
  • Pengumuman pembukaan sementara Selat Hormuz sempat meredakan kekhawatiran pasar dan menurunkan harga minyak sekitar 10%, namun pembatalan membuat ketegangan kembali meningkat.
  • Klaim Trump yang dianggap bohong oleh Iran memperlihatkan gap komunikasi dan ketidakpercayaan yang dalam antara kedua negara.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, tuduhan Mohammad Bagher Ghalibaf terhadap Presiden Trump yang disebut berbohong tujuh kali dalam satu jam bukan hanya retorika politik biasa. Ini mencerminkan ketegangan serius yang terjadi antara Iran dan AS, yang bisa memperburuk hubungan diplomatik dan keamanan regional. Klaim Trump yang gagal diterima oleh pihak Iran menunjukkan adanya perbedaan narasi yang tajam dan kesulitan mencapai kesepakatan damai yang berkelanjutan.

Situasi di Selat Hormuz berpotensi menjadi a game-changer dalam geopolitik energi dunia. Jika blokade AS terus berlanjut dan Iran mempertahankan kontrol ketat, risiko gangguan pasokan minyak global akan meningkat, memicu gejolak di pasar dan menimbulkan ketidakpastian ekonomi internasional.

Ke depan, penting bagi kedua negara untuk membuka dialog yang lebih konstruktif dan transparan agar ketegangan ini tidak bereskalasi menjadi konflik militer. Publik dan pengamat internasional harus terus memantau perkembangan negosiasi dan tindakan di lapangan, karena setiap langkah bisa berdampak besar pada stabilitas kawasan dan harga minyak dunia.

Untuk informasi lengkap dan update terkini, Anda dapat membaca berita selengkapnya di SINDOnews dan berita internasional terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad