Clarissa Putri Ungkap Perjuangan Menyusui dan Jawab Kritik Gagal Diet
Selebgram Clarissa Putri baru-baru ini buka suara terkait perjuangannya dalam menyusui sang anak, sekaligus menanggapi kritikan dari netizen yang menyebutnya gagal diet usai melahirkan. Melahirkan bayi laki-laki bernama Malino Adalric Naladhissa pada 11 Agustus 2025, Clarissa memilih membatasi aktivitas di luar rumah demi fokus merawat putranya.
Fokus Clarissa Putri Menyusui Anak Setelah Melahirkan
Di usia 31 tahun, Clarissa mengungkap bahwa perhatiannya sekarang tertuju penuh pada bayi Malino yang akrab dipanggil Lino. Meski mendapat komentar julid terkait perubahan bentuk tubuhnya, perempuan kelahiran 1994 ini justru merasa bersyukur atas peran barunya sebagai seorang ibu.
"Sekarang orang lain selalu komen 'Kok dia gendut lagi.' Gendut gendut gendut gendut 10000x. Orang lain tahunya diet dan olahraga itu sia-sia... Tapi aku? Aku tahunya aku bersyukur menjalani diet saat itu, karena diet kemarin aku bisa hamil dan punya kebahagiaan baru yang ga pernah aku rasain sebelumnya."
Clarissa pernah mencuri perhatian publik karena berhasil menurunkan berat badan hingga 50 kilogram sebelum menikah dengan Sandro Fahdhipa pada 7 Juli 2024. Namun setelah melahirkan, ia memilih berhenti sementara diet demi memberikan ASI terbaik untuk sang bayi.
Perjuangan Menyusui dan Perubahan Berat Badan Pasca Melahirkan
Menurut Clarissa, menyusui bukan sekadar memberi makan, tapi juga perjuangan yang membutuhkan pengorbanan, khususnya dalam hal pola makan dan energi. Ia mengungkapkan bahwa setiap kali menyusui, ia merasa lapar dan harus memastikan asupan makanan cukup agar produksi ASI tetap lancar.
"Anakku? Dia tahunya ada ibu yang berjuang mengASIhi-nya setiap saat. Ada ibu yang kelaparan setiap abis menyusui. Ada ibu yang harus memenuhi kebutuhan makannya agar ASI-nya cukup. Ada ibu yang harus bersabar untuk diet kembali," ungkap Clarissa.
Hal ini juga didukung penuh oleh sang suami. Sandro memahami betul perjuangan Clarissa dan memberikan dukungan moral yang kuat selama masa menyusui yang penuh tantangan.
"Suamiku tahu aku stres saat ASI seret, tahu aku menahan banyak rasa sakit setelah melahirkan, dan tahu aku rela memberikan segalanya untuk anakku termasuk merelakan badan yang kembali gemuk," tambahnya.
Fakta Kenaikan Berat Badan Setelah Melahirkan
Perubahan berat badan setelah melahirkan adalah hal yang wajar dialami banyak ibu. Dilansir dari HaiBunda, dokter kandungan Jane van Dis, MD menjelaskan bahwa rata-rata perempuan mengalami kenaikan berat badan sekitar 5,3 kg enam bulan setelah melahirkan dibandingkan sebelum hamil.
Penelitian juga menunjukkan bahwa menyusui eksklusif dapat membantu membakar rata-rata 500 kalori per hari, setara dengan olahraga moderat selama 45-60 menit. Namun, penurunan berat badan tetap bergantung pada asupan makanan dan aktivitas fisik ibu.
Para ibu disarankan untuk menghindari stres dan diet ekstrem pasca melahirkan karena dapat memengaruhi produksi ASI yang berdampak pada bayi.
Pentingnya Dukungan Ayah dalam Proses Menyusui
Dukungan suami atau pasangan sangat berperan dalam keberhasilan proses menyusui. Menurut UNICEF, pasangan yang memahami pentingnya ASI cenderung membantu ibu untuk memulai dan terus memberikan ASI dalam jangka waktu lebih lama.
"Memahami mengapa menyusui itu penting adalah bagian dari persamaan peran laki-laki dan perempuan. Agar para ayah dapat menjadi pasangan yang sepenuhnya mendukung, mereka juga harus memahami beberapa dasar menyusui," tulis UNICEF.
Clarissa dan suaminya menjadi contoh nyata bagaimana dukungan pasangan menjadi kunci agar ibu tetap semangat dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan menyusui.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, cerita Clarissa Putri memberikan gambaran penting tentang realitas yang sering tersembunyi di balik penampilan glamor selebriti. Kritik netizen yang menghakimi perubahan fisiknya tanpa memahami perjuangan menyusui menunjukkan kurangnya empati terhadap proses biologis dan emosional yang dialami ibu pasca melahirkan.
Perjuangan Clarissa menegaskan bahwa menyusui adalah proses yang menuntut komitmen dan pengorbanan, termasuk soal pola makan dan kebugaran. Banyak ibu muda yang menghadapi tekanan sosial serupa, sehingga dukungan keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan.
Kedepannya, publik perlu lebih bijak memberikan komentar dan belajar menghargai proses alami ibu menyusui. Dukungan suami seperti yang dialami Clarissa juga harus lebih digencarkan agar ibu merasa kuat dan tidak terisolasi. Kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak ibu agar tidak menyerah demi kesehatan dan kebahagiaan buah hati mereka.
Simak terus perkembangan inspiratif ini dan berita parenting lainnya hanya di HaiBunda.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0