Pemkab Demak Upayakan Bantuan Benih untuk 278 Hektare Padi Puso Akibat Banjir
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tengah mengupayakan bantuan benih padi untuk petani yang tanaman padinya mengalami puso akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah. Luas lahan padi yang terdampak parah mencapai 278 hektare yang tersebar di lima desa di Kecamatan Guntur.
Detail Area dan Penyebab Banjir
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, menyebutkan kelima desa tersebut adalah Desa Trimulyo, Tlogorejo, Sidoharjo, Bumiharjo, dan Turitempel. Rinciannya, lahan puso di Desa Trimulyo seluas 35 hektare, Tlogorejo 25 hektare, Turitempel 80 hektare, Bumiharjo 12 hektare, dan Sidoharjo 126 hektare.
Penggenangan dan puso tanaman padi ini terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo yang menyebabkan banjir merendam sawah petani. Pengamatan kondisi ini dilakukan selama rentang tanggal 3 hingga 7 April 2026.
Luas Lahan Terdampak dan Variasi Usia Tanaman
Total lahan padi yang terdampak banjir di Kabupaten Demak mencapai 662 hektare yang tersebar di 11 desa pada dua kecamatan utama, yaitu Kecamatan Guntur dan Karangtengah. Di Kecamatan Guntur, terdapat lima desa dengan lahan terdampak seluas 451 hektare, dimana 278 hektare mengalami puso. Sedangkan di Kecamatan Karangtengah, enam desa terdampak dengan total lahan 211 hektare.
Usia tanaman padi juga beragam, mulai dari yang masih berumur dua hari hingga 65 hari. Khusus untuk tanaman yang puso, usia berkisar antara tujuh hari hingga 20 hari. Varietas padi yang ditanam petani antara lain Inpari 32, Inpari 50, dan Ciherang.
Penyebab Banjir dan Upaya Bantuan
Banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi di kawasan hulu yang menyebabkan debit air Sungai Tuntang melonjak drastis sehingga tanggul di enam lokasi dua desa jebol. Kondisi ini memicu genangan air yang merendam sawah petani.
Untuk meringankan beban petani, Pemerintah Kabupaten Demak telah melaporkan kerusakan tanaman padi kepada pemerintah pusat. Saat ini, bantuan berupa 11 ton benih padi dari BSIP (Badan Standardisasi Instrumen Pertanian) Jawa Tengah sudah didroping dan siap didistribusikan kepada para petani yang terdampak.
Langkah ini diharapkan dapat membantu petani memulai kembali penanaman padi dan mempercepat pemulihan produksi pertanian di wilayah yang terdampak banjir.
Reaksi dan Bantuan Lain
Bantuan tidak hanya datang dari pemerintah daerah dan pusat, beberapa instansi juga turut memberikan dukungan. Contohnya, PLN UID Jateng yang menyalurkan bantuan sembako untuk warga Demak yang terdampak banjir sebagai bagian dari solidaritas sosial.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kejadian banjir yang menimbulkan puso pada lahan padi seluas 278 hektare ini menjadi alarm penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengelolaan dan pemeliharaan tanggul sungai. Kerusakan tanggul Sungai Tuntang yang berulang kali menyebabkan genangan menandakan perlunya investasi infrastruktur yang lebih kokoh dan sistem peringatan dini yang efektif.
Lebih jauh, dampak banjir terhadap sektor pertanian ini tidak hanya soal kehilangan hasil panen, tapi juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan ekonomi petani. Bantuan benih padi adalah solusi jangka pendek, namun pemerintah harus memikirkan strategi mitigasi bencana jangka panjang agar petani tidak terus menerus berada dalam risiko kerugian besar setiap musim hujan.
Ke depan, pembaca perlu mengikuti perkembangan distribusi bantuan dan upaya perbaikan tanggul yang menjadi kunci utama mencegah banjir serupa. Penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat sangat penting untuk membangun ketahanan pertanian yang berkelanjutan di Demak.
Informasi lebih lengkap dapat dibaca pada sumber asli dari ANTARA Jateng.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0