Ancaman Shrinkflation Meningkat Akibat Kenaikan Harga Plastik 2026

Apr 19, 2026 - 15:30
 0  28
Ancaman Shrinkflation Meningkat Akibat Kenaikan Harga Plastik 2026

Kenaikan harga plastik akibat perang yang berkepanjangan di Timur Tengah kini mulai mengancam pasar domestik dengan fenomena shrinkflation atau inflasi susut. Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai bahwa fenomena shrinkflation berpeluang besar terjadi di tengah kondisi ekonomi saat ini yang sulit bagi pelaku usaha menaikkan harga secara langsung.

Ad
Ad

Pengertian dan Penyebab Shrinkflation

Shrinkflation adalah kondisi di mana ukuran produk menyusut namun harga jual tetap sama. Fenomena ini biasanya diambil oleh produsen ketika biaya bahan baku meningkat tajam. Menurut Nailul Huda, pengusaha menghadapi dua pilihan utama: menaikkan harga yang berisiko menurunkan daya beli konsumen atau mengurangi ukuran produk agar margin keuntungan tetap terjaga.

"Pasokan bahan baku dari industri minyak di Timur Tengah terganggu dan membuat Chandra Asri, salah satu pabrik pembuat bahan baku plastik, mengumumkan force majeure," ujar Huda kepada CNNIndonesia.com pada 14 Maret 2026.

Dampak Kenaikan Harga Plastik terhadap Berbagai Sektor

Kenaikan harga plastik berdampak luas karena bahan baku ini hampir digunakan di semua sektor industri, mulai dari manufaktur hingga pelaku UMKM. Dalam beberapa bisnis, biaya plastik bahkan bisa mencapai 10-15 persen dari harga jual produk.

  • Contoh usaha laundry yang sangat bergantung pada plastik berkualitas untuk kemasannya harus menghadapi biaya lebih tinggi.
  • Kenaikan harga plastik berpotensi mendorong biaya layanan dan harga barang kebutuhan rumah tangga yang menggunakan kemasan plastik.
  • Industri makanan dan minuman paling rentan menerapkan shrinkflation karena ukuran produk dapat disesuaikan tanpa terlalu terlihat konsumen.

Sementara itu, sektor manufaktur lain akan lebih mudah dikenali perbedaan ukurannya jika terjadi shrinkflation.

Ketergantungan Bahan Baku Plastik pada Timur Tengah dan Upaya Pemerintah

Salah satu pemicu utama kenaikan harga plastik adalah terganggunya pasokan nafta sebagai bahan baku utama plastik akibat perang di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan minyak global. Nafta adalah cairan hidrokarbon menengah yang diolah dari minyak mentah.

Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, 60 persen nafta yang digunakan Indonesia masih diimpor dari Timur Tengah. Akibatnya, gangguan distribusi langsung mempengaruhi harga plastik di dalam negeri.

"Kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah," jelas Budi dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden pada 1 April 2026.

Pemerintah sudah mulai mencari alternatif pasokan dari negara lain seperti Afrika, India, dan Amerika. Namun, proses perpindahan sumber pasokan ini membutuhkan waktu.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Kemenperin bersama pelaku industri tengah mengoptimalkan penggunaan LPG sebagai bahan baku penyangga dan mendorong pemanfaatan plastik daur ulang berkualitas tinggi untuk substitusi. Meski harga plastik mahal, Agus memastikan ketersediaan produk plastik tetap aman di pasar.

Proyeksi dan Implikasi Shrinkflation ke Depan

Nailul Huda menyebut bahwa shrinkflation kemungkinan akan semakin jelas dalam jangka menengah dan panjang. Saat ini mungkin sudah mulai terjadi, namun penurunan ukuran produk belum signifikan. Dalam satu tahun ke depan, penurunan ukuran produk akan terlihat lebih nyata.

"Shrinkflation sering kali dilakukan guna menghindari kerugian. Harga tetap menjadi daya tarik utama konsumen, meskipun ukuran barangnya mengecil," tambahnya.

"Shrinkflation sangat besar peluangnya terjadi saat ini, tapi biasanya akan cukup ketara di jangka menengah dan panjang," ujar Huda.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena shrinkflation akibat kenaikan harga plastik ini adalah peringatan penting bagi konsumen dan pelaku usaha. Banyak sektor yang selama ini mengandalkan kemasan plastik akan menghadapi tekanan biaya yang meningkat, yang jika tidak diantisipasi dengan baik dapat menyebabkan inflasi tersembunyi yang merugikan konsumen. Shrinkflation sering tidak disadari oleh pembeli, namun pada akhirnya memengaruhi nilai dan kepuasan konsumen terhadap produk.

Lebih jauh, ketergantungan Indonesia pada impor bahan baku dari kawasan Timur Tengah menandakan perlunya diversifikasi sumber bahan baku dan pengembangan bahan baku alternatif secara serius. Upaya pemerintah untuk mencari alternatif pasokan dan mengoptimalkan penggunaan plastik daur ulang adalah langkah positif, namun implementasinya harus dipercepat agar dampak kenaikan harga plastik tidak semakin memburuk.

Kedepannya, konsumen perlu lebih cermat memperhatikan kemasan produk dan produsen harus transparan dalam menghadapi kondisi ekonomi sulit ini agar kepercayaan publik tetap terjaga. Kami akan terus memantau perkembangan harga plastik dan dampak shrinkflation di berbagai sektor, sebab ini bisa menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi nasional.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa membaca artikel aslinya di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad