DRT SHOW 2026 Berakhir, Wisata Bahari Indonesia Dapat Harapan Baru
DRT SHOW 2026, pameran olahraga selam terbesar di Asia Pasifik, resmi berakhir pada Minggu, setelah berlangsung sejak Jumat, 17 April 2026, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Hall 10. Ajang ini menjadi momentum penting bagi sektor wisata bahari Indonesia, khususnya dalam mengangkat potensi olahraga selam dan konservasi ekosistem laut.
Harapan Baru dari Berbagai Peserta DRT SHOW
Berbagai pihak yang terlibat dalam pameran ini, mulai dari Non-Governmental Organization (NGO) bidang ekosistem bawah laut hingga pelaku industri olahraga selam, menyuarakan optimisme terhadap masa depan wisata bahari Tanah Air.
Salah satu organisasi yang hadir adalah Sustainable Oceanic Research, Conservation, and Education (SORCE), sebuah sekolah lapangan yang fokus pada penelitian, konservasi, dan edukasi kelautan berkelanjutan. Raja Aditya Siagian, Principal Marine Scientist SORCE, menjelaskan, "Kami merupakan organisasi konservasi laut nirlaba yang memulai dedikasi kami di Indonesia, khususnya di kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle)."
Menurut Raja, Dua pilar utama yang menjadi fokus SORCE adalah:
- Aksi ilmiah dengan melakukan penelitian berbasis data untuk pelestarian lingkungan laut.
- Pelibatan publik melalui ajakan kepada masyarakat lokal untuk aktif berkontribusi dalam konservasi mangrove dan terumbu karang.
Industri Selam Siap Sambut Lonjakan Pasar Domestik
Industri olahraga selam di Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan pesat dalam 6 hingga 7 tahun ke depan. Sebagai contoh, Jukung Dive, operator selam yang berbasis di Bali, memanfaatkan DRT SHOW 2026 untuk memperkuat jejaring dan strategi pemasaran mereka. Jessica Sergeant, Marketing Manager Jukung Dive, menyampaikan, "Kami melihat pasar lokal Indonesia akan tumbuh masif dalam beberapa tahun ke depan. Kehadiran kami di sini merupakan langkah awal untuk menanamkan pengaruh dan berkembang bersama pasar tersebut."
Selain aspek bisnis, Jukung Dive juga menunjukkan komitmen terhadap konservasi lingkungan. Jessica menambahkan, "Kami belajar banyak dari berbagai NGO mengenai restorasi terumbu karang, yang menjadi tren besar terutama bagi wisatawan dari Eropa, Australia, dan Amerika Serikat. Kami berencana mengintegrasikan program konservasi ini ke dalam layanan kami di Nusa Penida, Bali."
Testimoni Positif dari Kawasan Konservasi Tompotika
Anaïs Jacob, Marketing Manager Dive Lodge Tompotika yang berlokasi di Semenanjung Balantak, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, turut memberikan pandangan positif. Tompotika terkenal dengan keanekaragaman hayati dan upaya konservasi lautnya, termasuk landmark alam dan pusat perlindungan oleh Aliansi Konservasi Tompotika.
"Untuk urusan menyelam, Indonesia adalah situs kelas dunia. Keindahan terumbu karang, keberagaman biota makro, dan topografi bawah lautnya sangat luar biasa. Dunia bawah laut Indonesia perlu dijaga secara berkelanjutan demi kepentingan lingkungan," ujar Anaïs dengan antusias.
Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan Wisata Bahari
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan wisata bahari, khususnya subsektor olahraga selam, melalui DRT SHOW Indonesia 2026. Dedi Ahmad Kurnia, Asisten Deputi Mancanegara 1 Deputi Pemasaran Kemenpar, mengatakan, "Diving merupakan subsektor wisata bahari yang memiliki pertumbuhan paling cepat dan Indonesia memiliki posisi strategis sebagai bagian dari segitiga terumbu karang dunia (Golden Triangle) bersama Filipina dan wilayah Pasifik."
Dedi menambahkan bahwa pemerintah sedang fokus memperbesar pasar selam di kancah internasional. Kehadiran operator selam mancanegara yang menawarkan paket wisata Indonesia menjadi bukti potensi besar dunia bawah laut nusantara.
"Kegiatan seperti ini tentu kami dukung untuk mengembangkan pasar. Kami sering mengikuti promosi di luar negeri, dan banyak agen perjalanan atau operator selam internasional yang menjual destinasi Indonesia," ujar Dedi.
Selain itu, Kemenpar tengah mengamati dan mempelajari potensi kerja sama lebih lanjut untuk memperkuat ekosistem wisata petualangan dan bahari di masa depan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, berakhirnya DRT SHOW 2026 menandai momen penting yang membuka berbagai peluang strategis bagi pengembangan wisata bahari Indonesia. Tidak hanya sebagai ajang promosi, pameran ini juga menjadi wadah kolaborasi dan edukasi antara NGO, pelaku industri, serta pemerintah yang memiliki tujuan sama: menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dari olahraga selam dan pariwisata bahari.
Lonjakan minat pasar domestik yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan menuntut kesiapan para pelaku industri untuk tidak hanya fokus pada pemasaran, tapi juga integrasi konservasi lingkungan sebagai nilai tambah yang semakin dicari oleh wisatawan global. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus direspons dengan inovasi dan komitmen nyata.
Lebih jauh, dukungan pemerintah yang terlihat melalui kehadiran aktif di DRT SHOW dan program strategisnya menunjukkan bahwa sektor wisata bahari, khususnya diving, akan menjadi salah satu pilar penting dalam pemulihan dan pengembangan pariwisata nasional pasca pandemi. Perlu diantisipasi pula bagaimana regulasi dan investasi infrastruktur pendukung akan dioptimalkan agar ekosistem wisata bahari dapat tumbuh berkelanjutan.
Pembaca disarankan untuk terus mengikuti perkembangan dari sektor ini karena potensi wisata bahari Indonesia akan semakin menguat dan memberikan dampak ekonomi, sosial, serta lingkungan yang signifikan.
Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca langsung sumber berita asli di ANTARA News dan mengikuti update dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0