Banjir Deliserdang Terjang, 35 Jiwa Terpaksa Mengungsi akibat Tanggul Jebol

Apr 19, 2026 - 20:20
 0  3
Banjir Deliserdang Terjang, 35 Jiwa Terpaksa Mengungsi akibat Tanggul Jebol

Banjir di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, kembali menimbulkan dampak serius setelah tanggul di Kecamatan Hamparan Perak jebol, memaksa puluhan warga mengungsi. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut melaporkan bahwa sebanyak 35 jiwa dari 10 kepala keluarga terdampak langsung dan terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Ad
Ad

Banjir di Deliserdang dan Dampaknya

Banjir yang terjadi di Desa Pulau Kurau ini diakibatkan oleh jebolnya tanggul di Kecamatan Hamparan Perak. Kondisi ini menyebabkan air meluap dan merendam pemukiman warga. Berdasarkan laporan yang diterima di Medan pada Sabtu, kejadian ini membuat rumah-rumah warga terendam dan menimbulkan kerusakan yang signifikan.

Situasi ini tentunya sangat memprihatinkan bagi masyarakat yang terdampak karena harus meninggalkan tempat tinggal mereka secara mendadak.

Respons dan Penanganan dari BPBD dan Pusdalops

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan korban luka maupun meninggal dunia akibat banjir tersebut.

"Berdasarkan laporan korban luka maupun korban meninggal dunia nihil,"

Hal ini menunjukkan bahwa upaya evakuasi dan penanganan awal telah berjalan dengan baik, meski ancaman banjir masih terasa.

Menurut Sri Wahyuni, pemerintah daerah bersama dengan berbagai pemangku kebijakan telah melakukan berbagai upaya penanganan bencana ini, termasuk melakukan koordinasi intensif melalui Pusdalops PB Sumut untuk memastikan respons cepat dan tepat sasaran.

Data dan Pendataan Kerusakan

Meski jumlah pengungsi sudah tercatat, pihak BPBD Sumut masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait objek-objek yang terdampak banjir. Pendataan ini penting untuk merencanakan bantuan dan pemulihan pasca-bencana.

"Berdasarkan laporan objek yang terdampak, masih dalam pendataan," ujar Sri Wahyuni.

Proses pendataan juga melibatkan pemeriksaan kondisi rumah warga, infrastruktur, dan kemungkinan adanya kerusakan fasilitas umum yang perlu diperbaiki segera guna mencegah dampak lanjutan.

Upaya Pencegahan dan Mitigasi Banjir

Kejadian jebolnya tanggul di Deliserdang menjadi pengingat pentingnya upaya mitigasi bencana yang berkelanjutan. Pemerintah daerah didorong untuk memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, termasuk perbaikan dan pemeliharaan tanggul serta sistem drainase.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana dan jalur evakuasi juga sangat penting agar korban dapat diminimalisir di masa depan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian banjir dengan jebolnya tanggul di Deliserdang ini menandai perlunya perhatian lebih serius terhadap infrastruktur pengendalian banjir di daerah rawan. Meski korban jiwa belum dilaporkan, kerugian materil dan trauma sosial bagi warga yang mengungsi tidak bisa diabaikan.

Kejadian ini juga mencerminkan pola peningkatan risiko bencana yang kerap terjadi akibat perubahan iklim dan urbanisasi yang tidak terencana, menekan sistem drainase dan tanggul yang ada. Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengintensifkan program rehabilitasi dan mitigasi bencana dengan dukungan teknologi dan partisipasi masyarakat lokal.

Ke depan, masyarakat dan pemangku kepentingan harus memantau perkembangan situasi di Deliserdang dan memastikan bahwa bantuan dan penanganan bencana berjalan efektif. Informasi terbaru dapat terus dipantau melalui sumber resmi seperti Antara News Sumut dan situs resmi BPBD Sumut.

Kesimpulan

Banjir yang melanda Deliserdang akibat jebolnya tanggul di Kecamatan Hamparan Perak menyebabkan 35 jiwa mengungsi dan kerusakan rumah warga. Hingga kini, pemerintah daerah dengan dukungan BPBD dan Pusdalops terus melakukan penanganan darurat dan pendataan objek terdampak. Kejadian ini juga menjadi peringatan penting akan perlunya penguatan sistem mitigasi bencana agar risiko kerugian bisa diminimalisir di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Ad
Ad