Asal-usul Program MBG: Hashim Ungkap Prabowo Gagas Sejak 2006 Sebelum Gerindra Ada

Apr 19, 2026 - 21:40
 0  2
Asal-usul Program MBG: Hashim Ungkap Prabowo Gagas Sejak 2006 Sebelum Gerindra Ada

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, baru-baru ini mengungkap sejarah di balik lahirnya program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini ternyata bukanlah janji politik yang dibuat secara mendadak menjelang pemilu, melainkan buah dari kepedulian dan pemikiran yang sudah ada sejak dua dekade lalu.

Ad
Ad

Dalam sambutannya yang disiarkan melalui YouTube ABPEDNAS TV pada Minggu, 19 April 2026, Hashim mengisahkan bagaimana pada tahun 2006 Prabowo mulai mengkhawatirkan masa depan bangsa Indonesia terutama terkait tingginya angka stunting pada masa itu.

"Stunting ini adalah yang menyebabkan Prabowo Subianto pada tahun 2006 mencetuskan ide untuk program MBG ini. Ini 2006, berarti 19 tahun lalu, 20 tahun lalu Pak Prabowo waktu itu belum ada partai Pak Jaksa Agung, belum ada Partai Gerindra, belum ada imajinasi, belum ada khayalan untuk mendirikan partai," kata Hashim dalam sambutannya.

Program MBG: Lebih dari Sekadar Janji Kampanye

Gagasan MBG yang dirumuskan Prabowo sejak 2006 menunjukkan bahwa perhatian terhadap isu gizi dan kesehatan masyarakat bukanlah hal baru dalam agenda politiknya. Saat itu, Indonesia tengah menghadapi masalah serius terkait stunting yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia ke depan.

Program MBG bertujuan memberikan akses makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, sehingga dapat mencegah kekerdilan dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Sejarah dan Konteks MBG Sebelum Partai Gerindra

Hashim menegaskan bahwa ide MBG muncul jauh sebelum Prabowo mendirikan Partai Gerindra. Pada 2006, Prabowo belum memiliki partai politik resmi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masalah gizi bukan bagian dari strategi politik praktis, melainkan sebuah visi panjang yang berakar pada keprihatinan sosial.

Fakta ini memperkuat argumen bahwa program MBG adalah implementasi visi yang konsisten dan berkelanjutan dari Presiden Prabowo dalam membangun bangsa yang lebih sehat dan produktif.

Dampak dan Harapan Program MBG ke Depan

  • Menurunkan angka stunting yang selama ini menjadi masalah kronis di Indonesia.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan asupan gizi yang cukup.
  • Memperkuat ketahanan pangan nasional melalui program yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.
  • Mendorong peran aktif pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kesehatan generasi muda.

Program ini juga diharapkan bisa menjadi pilar penting dalam pembangunan nasional dengan fokus pada pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengungkapan asal-usul program MBG oleh Hashim Djojohadikusumo memberikan perspektif baru yang selama ini jarang diketahui publik. Gagasan MBG yang sudah ada sejak 2006 menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masalah gizi adalah bagian integral dari visi kepemimpinan Prabowo, bukan sekadar janji politik sesaat.

Hal ini penting karena isu stunting dan gizi buruk merupakan masalah struktural yang membutuhkan solusi jangka panjang dan konsistensi kebijakan. Dengan latar belakang ini, MBG bisa menjadi game-changer dalam pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia jika dijalankan dengan serius dan berkelanjutan.

Ke depan, publik perlu mengawasi pelaksanaan program ini agar tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata. Selain itu, kolaborasi antar lembaga dan partisipasi masyarakat akan menjadi kunci sukses implementasi MBG.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca langsung sumber aslinya di SINDOnews.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Ad
Ad