Harga Minyak Turun 1 Persen Terkait Harapan Damai AS-Iran Pekan Ini

Apr 21, 2026 - 16:22
 0  3
Harga Minyak Turun 1 Persen Terkait Harapan Damai AS-Iran Pekan Ini

Harga minyak dunia mengalami penurunan sekitar 1 persen pada Selasa (21/4/2026), seiring dengan ekspektasi kuat bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan menggelar pembicaraan damai dalam waktu dekat. Kondisi ini membawa angin segar bagi pasar energi global yang sebelumnya sempat tertekan oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Ad
Ad

Penurunan Harga Minyak Brent dan WTI

Data perdagangan menunjukkan bahwa minyak mentah berjangka Brent turun sebesar 95 sen atau sekitar 1 persen menjadi US$94,53 per barel pada pukul 00.03 GMT (07.03 WIB). Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Mei turun sekitar US$1,54 atau 1,72 persen menjadi US$88,07 per barel.

Penurunan ini terjadi setelah lonjakan harga minyak yang signifikan pada hari sebelumnya, di mana Brent naik 5,6 persen dan WTI naik 6,9 persen, menyusul keputusan Iran menutup Selat Hormuz, jalur utama pengangkutan minyak dunia.

Harapan dan Risiko Pembicaraan Damai AS-Iran

Investor dan analis kini memusatkan perhatian pada kemungkinan tercapainya kesepakatan damai yang dapat memperpanjang gencatan senjata atau bahkan menghasilkan perjanjian yang lebih komprehensif. Seorang analis dari Citi yang dikutip Reuters menyatakan:

"Kami terus condong pada penandatanganan MOU atau perpanjangan gencatan senjata minggu ini, yang berpotensi berkembang menjadi perjanjian yang lebih luas. Meskipun demikian, kami tetap bersiap untuk beralih ke skenario gangguan yang lebih berkepanjangan jika negosiasi gagal minggu ini."

Citi memperkirakan jika penutupan Selat Hormuz berlangsung hingga satu bulan lagi, maka total gangguan pasokan minyak bisa mencapai 1,3 miliar barel. Dalam kondisi tersebut, harga minyak berpotensi melonjak mendekati US$110 per barel pada kuartal II 2026.

Dampak Penutupan Selat Hormuz pada Permintaan Minyak

Lonjakan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz juga mulai berdampak negatif terhadap permintaan. Menurut analis dari Societe Generale, permintaan minyak global telah menurun sekitar 3 persen sejauh ini akibat kenaikan harga tersebut.

Societe Generale memperingatkan risiko penurunan permintaan dapat memburuk jika normalisasi pasokan tertunda. Mereka memperkirakan pemulihan penuh pasokan minyak baru dapat terjadi pada akhir tahun 2026.

Posisi Iran dan Hambatan Negosiasi

Seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa Teheran masih mempertimbangkan untuk ikut serta dalam pembicaraan damai yang akan diadakan di Pakistan, setelah upaya diplomatik dari Islamabad untuk mengakhiri blokade AS terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Blokade ini menjadi hambatan utama bagi Iran untuk kembali ke meja perundingan. Gencatan senjata dua pekan yang saat ini berlaku dijadwalkan akan berakhir pekan ini, sehingga waktu negosiasi sangat terbatas.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh AS menjadi salah satu kendala serius dalam proses negosiasi. Ketua parlemen sekaligus negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan menegosiasi di bawah tekanan atau ancaman apapun.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pergerakan harga minyak yang turun tipis ini merupakan cerminan dari ketidakpastian pasar yang masih tinggi, di tengah guncangan geopolitik yang belum sepenuhnya mereda. Harapan terhadap pembicaraan damai AS-Iran memang menjadi faktor positif, namun risiko gangguan pasokan yang masih mengintai membuat pelaku pasar tetap waspada.

Jika pembicaraan damai berhasil, harga minyak berpotensi stabil atau bahkan turun lebih lanjut, mengurangi tekanan terhadap inflasi global dan biaya energi. Namun, kegagalan negosiasi bisa memicu lonjakan harga minyak yang signifikan, berdampak buruk pada ekonomi dunia, terutama negara-negara yang sangat bergantung pada impor energi.

Para investor dan pemerintah perlu memantau perkembangan negosiasi ini dengan seksama karena akan sangat menentukan arah pasar minyak dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, ketegangan yang berkepanjangan dapat mempercepat pergeseran strategi energi global menuju sumber energi yang lebih stabil dan terbarukan.

Untuk update terbaru soal harga minyak dan dinamika geopolitik, tetap ikuti berita dari sumber terpercaya seperti CNN Indonesia dan media internasional lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad