Longsor dan Tanah Bergerak Lumpuhkan Akses Jalan Desa di Jampangtengah Sukabumi

Apr 21, 2026 - 17:50
 0  6
Longsor dan Tanah Bergerak Lumpuhkan Akses Jalan Desa di Jampangtengah Sukabumi

Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi pada Sabtu malam, 18 April 2026, memicu bencana longsor dan pergerakan tanah di Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah. Kejadian tersebut menyebabkan akses jalan desa antar dusun terputus dan mengganggu aktivitas warga setempat.

Ad
Ad

Longsor dan Pergerakan Tanah Memutus Akses Jalan Desa

Menurut Dadi Supardi, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, longsor dan pergerakan tanah terjadi di ruas jalan desa yang menghubungkan Dusun Puncak Dago, Dusun Cinunjang, dan Dusun Bantaragung, tepatnya di Kampung Cinunjang RT 31/11. Jalan sepanjang sekitar 10 meter putus total dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Pergerakan tanah terjadi di ruas jalan desa penghubung antara Dusun Puncak Dago, Dusun Cinunjang, dan Dusun Bantaragung, tepatnya di Kampung Cinunjang RT 31/11. Jalan sepanjang kurang lebih 10 meter terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat,” ujar Dadi kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (21/4/2026).

Akibat putusnya akses jalan vital ini, warga terpaksa memutar melalui jalur alternatif Pasir Nangka dan Cikurutug di Desa Bojongjengkol. Hal ini menambah beban warga dengan penambahan jarak sekitar tiga kilometer, di tengah kondisi yang sudah sulit.

Kerusakan Tambahan dan Ancaman Pergerakan Tanah Berlanjut

Selain putusnya jalan utama, di lokasi yang sama juga terdeteksi pergerakan tanah sepanjang 40 meter dengan retakan sedalam hingga 30 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan badan jalan amblas dan semakin berbahaya untuk dilalui.

Di titik terpisah, tepatnya di Kampung Cilengka RT 32/11, longsor menyebabkan tebing setinggi dua meter runtuh sepanjang delapan meter dan lebar tiga meter, menutup total badan jalan. Akses di lokasi ini lumpuh total untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, situasi ini masih sangat memprihatinkan karena belum ada penanganan serius di lapangan. Material longsor di Cilengka baru bisa dibersihkan secara swadaya oleh warga menggunakan peralatan seadanya.

Upaya Penanganan dan Imbauan Waspada dari P2BK Jampangtengah

P2BK Jampangtengah bersama TAGANA, Polsek, Koramil, pemerintah desa, kecamatan, dan warga sudah melakukan koordinasi dan asesmen langsung ke lokasi terdampak. Mereka juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi tanah yang masih labil.

“Kami juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil,” tambah Dadi Supardi.

Meski sudah ada upaya darurat, penanganan di lapangan masih sangat terbatas karena ketiadaan peralatan berat. Petugas berharap ada dukungan alat berat untuk mempercepat proses pemulihan jalan agar aktivitas warga bisa kembali normal.

“Harapan kami ada dukungan alat berat agar akses jalan bisa segera dipulihkan dan aktivitas warga kembali normal,” pungkas Dadi Supardi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian longsor dan tanah bergerak di Desa Bantaragung ini mencerminkan rentannya infrastruktur desa di wilayah rawan bencana yang sangat bergantung pada kondisi alam dan pengelolaan tata ruang. Putusnya akses jalan desa bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga dapat mengganggu distribusi kebutuhan pokok dan layanan kesehatan.

Saat ini, penanganan yang masih sangat terbatas dan minimnya alat berat menjadi tantangan besar. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa memperburuk dampak bencana, terutama jika hujan deras kembali turun. Pemerintah daerah dan pusat perlu segera mengalokasikan sumber daya dan teknologi untuk mitigasi dan penanganan bencana di wilayah ini.

Warga juga harus terus diberdayakan agar bisa melakukan upaya mandiri sambil menunggu bantuan. Ke depan, penting adanya sistem peringatan dini dan edukasi bencana yang lebih kuat di daerah rawan longsor agar kejadian serupa bisa diminimalkan.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi Sukabumiupdate.com serta ikuti update berita terkait bencana di Sukabumi melalui portal berita resmi dan media sosial pemerintah daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad