Narapidana Manfaatkan A.I. Meski Tanpa Akses Internet di Penjara

Apr 21, 2026 - 19:00
 0  4
Narapidana Manfaatkan A.I. Meski Tanpa Akses Internet di Penjara

Teknologi kecerdasan buatan (A.I.) kini mulai merambah ruang-ruang yang selama ini tertutup, termasuk di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Meski akses internet dan perangkat digital sangat dibatasi, sejumlah narapidana di penjara keamanan maksimum di Amerika Serikat sudah mencoba memanfaatkan A.I. untuk berbagai kebutuhan, terutama dalam hal hukum.

Ad
Ad

Bagaimana Narapidana Mengakses A.I. Tanpa Internet?

Salah satu contoh mencolok datang dari Jason Allen, 42 tahun, yang menjalani hukuman seumur hidup atas kasus pembunuhan di Jessup Correctional Institution, Maryland. Ia yakin ChatGPT, salah satu chatbot berbasis A.I., bisa membantu menciptakan strategi hukum yang lebih baik dibandingkan usahanya sendiri.

Namun, akses internet di penjara sangat ketat dan dilarang untuk narapidana. Untuk mengatasi hal ini, Allen mengandalkan seorang teman di luar penjara untuk mengajukan pertanyaan ke ChatGPT. Teman tersebut kemudian mengirimkan tangkapan layar jawaban chatbot lewat sistem pesan resmi penjara, yang baru diterima Allen setelah melewati proses persetujuan petugas.

“A.I. adalah alat yang bisa membantu orang mencari keadilan. Ia bisa memberi tekanan kepada pihak terkait untuk bertindak benar,” kata Jason Allen dalam wawancara telepon. “Saya masih merasa seperti berada di zaman batu.”

Keinginan Narapidana untuk Memanfaatkan Teknologi

Larangan ketat terhadap teknologi di dalam penjara memang bukan hal baru. Selama ini, petugas lapas khawatir teknologi dapat digunakan untuk melanggar aturan atau melakukan kejahatan lain. Akibatnya, hampir seluruh akses internet dan alat A.I. terlarang bagi narapidana.

Namun, desakan teknologi yang semakin meluas membuat para narapidana semakin penasaran dan tertarik untuk menggunakan A.I. dalam kehidupan mereka di balik jeruji. Beberapa narapidana bahkan mengikuti kelas dan workshop yang diadakan pihak luar atau lembaga pemasyarakatan untuk belajar tentang A.I.

Selain itu, ada pula yang meminta teman di luar penjara mengirimkan hasil percakapan dengan chatbot melalui surat tercetak. Tidak sedikit juga yang nekat memanfaatkan ponsel kontraban untuk mengakses teknologi ini secara langsung, meski risikonya sangat tinggi.

Dampak Potensial dan Tantangan Penggunaan A.I. di Penjara

Penggunaan A.I. oleh narapidana membuka banyak peluang sekaligus tantangan. Dari sisi positif, teknologi ini dapat:

  • Meningkatkan akses narapidana terhadap informasi hukum dan pendidikan.
  • Mendorong transparansi dan keadilan melalui bantuan advokasi yang lebih baik.
  • Membuka jalan bagi pengembangan keterampilan yang bisa membantu mereka setelah bebas.

Sementara itu, dari sisi keamanan, lapas harus memikirkan bagaimana mencegah penyalahgunaan teknologi untuk kegiatan kriminal, komunikasi ilegal, atau gangguan keamanan lainnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena narapidana yang berusaha memanfaatkan A.I. meski tanpa akses internet resmi menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan reformasi teknologi di penjara. Larangan total terhadap internet dan teknologi digital mungkin sudah tidak relevan di era digital ini, terutama jika teknologi tersebut dapat membantu narapidana mengakses pendidikan dan hak hukum mereka.

Pihak berwenang perlu mempertimbangkan kebijakan yang lebih adaptif, seperti menyediakan akses terbatas dan terkontrol ke teknologi A.I. untuk tujuan pembelajaran dan pengembangan diri. Jika tidak, narapidana akan terus mencari cara ilegal yang justru meningkatkan risiko keamanan.

Ke depannya, pengawasan dan regulasi yang cermat akan sangat penting agar teknologi A.I. bisa menjadi game-changer dalam sistem pemasyarakatan, membantu rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana dengan lebih efektif.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca laporan asli di The New York Times serta mengikuti perkembangan teknologi di dunia pemasyarakatan melalui sumber berita terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad