Negosiator Ransomware Mengaku Bersalah Bantu Serangan BlackCat 2023

Apr 21, 2026 - 22:10
 0  6
Negosiator Ransomware Mengaku Bersalah Bantu Serangan BlackCat 2023

Negosiator ransomware mengaku bersalah atas keterlibatannya dalam membantu serangan ransomware BlackCat yang menarget perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat sepanjang tahun 2023. Kasus ini menyoroti pengkhianatan fatal dari seorang profesional keamanan yang seharusnya melindungi korban, namun malah menjadi bagian dari kejahatan siber.

Ad
Ad

Peran Angelo Martino dalam Serangan BlackCat

Angelo Martino, berusia 41 tahun dan berdomisili di Land O'Lakes, Florida, diketahui mulai bekerja sama dengan operator ransomware BlackCat sejak April 2023. Sebagai negosiator ransomware, Martino memanfaatkan posisinya untuk mengakses informasi rahasia dari para korban ransomware yang tengah dinegosiasikan pembayarannya.

Departemen Kehakiman AS (DoJ) menjelaskan bahwa Martino memberikan informasi sensitif seperti batasan polis asuransi korban dan strategi negosiasi internal kepada kelompok BlackCat tanpa izin dari klien maupun perusahaannya.

"Bekerja sebagai negosiator untuk lima korban ransomware yang berbeda, Martino memberikan informasi rahasia tentang posisi dan strategi negosiasi klien perusahaannya tanpa sepengetahuan atau izin dari klien maupun pemberi kerjanya," ujar DoJ dalam pengumuman resmi pada Senin lalu.

Informasi ini digunakan oleh kelompok ransomware untuk menuntut uang tebusan yang lebih tinggi, sehingga para korban terpaksa membayar lebih besar. Sebagai imbalannya, Martino menerima kompensasi finansial dari hasil tersebut.

Kolaborasi dengan Pelaku Kejahatan Siber Lain

Selain Martino, dua pelaku lain yakni Ryan Goldberg dan Kevin Martin juga terlibat dalam serangkaian serangan ransomware yang berhasil menargetkan beberapa korban di AS antara April hingga November 2023. Martino dan Martin bekerja di perusahaan DigitalMint, sementara Goldberg menjabat sebagai manajer respons insiden di perusahaan cybersecurity Sygnia.

Bersama-sama, mereka berhasil memeras satu korban hingga mencapai sekitar $1,2 juta dalam bentuk Bitcoin. Dana hasil pemerasan ini kemudian dibagi-bagi di antara mereka dan dicuci melalui berbagai metode agar sulit terlacak.

Selain itu, pihak berwenang telah menyita aset senilai $10 juta dari Martino, termasuk mata uang digital, kendaraan, sebuah truk makanan, serta perahu mewah untuk memancing.

Dakwaan dan Hukuman yang Dihadapi

Martino mengaku bersalah atas satu dakwaan konspirasi menghalangi, menunda, atau mempengaruhi perdagangan dengan cara pemerasan. Dia dijadwalkan akan menjalani sidang vonis pada tanggal 9 Juli 2026 dan menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Sementara itu, Martin dan Goldberg telah mengaku bersalah pada Desember 2025 dan juga akan menerima vonis pada bulan ini dengan ancaman hukuman serupa.

"Klien Angelo Martino mempercayainya untuk merespon ancaman ransomware dan membantu mencegah serta memperbaiki dampak serangan atas nama korban," kata Asisten Jaksa Agung A. Tysen Duva dari Divisi Kriminal DoJ. "Namun, ia malah mengkhianati kepercayaan tersebut dengan membantu para penjahat siber dan merugikan korban, pemberi kerjanya, serta seluruh industri respons insiden siber."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus ini menjadi alarm besar bagi industri keamanan siber, khususnya yang bergerak di bidang respons ransomware. Pengkhianatan dari dalam seperti yang dilakukan Martino membuka celah serius bagi kejahatan dunia maya yang kian kompleks dan terorganisir. Situasi ini menggarisbawahi pentingnya integritas dan pengawasan ketat terhadap para profesional keamanan yang memiliki akses ke data sensitif korban.

Lebih jauh, kolaborasi antara negosiator ransomware dan pelaku kejahatan siber menunjukkan adanya pergeseran modus operandi yang lebih berani dan sophisticated, yang dapat memperparah dampak ekonomi dan reputasi perusahaan korban. Ini juga menjadi panggilan bagi perusahaan untuk memperkuat mekanisme kontrol internal dan evaluasi risiko karyawan yang berpotensi menjadi insider threat.

Ke depan, publik dan pelaku industri harus terus memantau perkembangan kasus ini serta upaya penegakan hukum yang dapat menjadi preseden dalam pemberantasan kejahatan siber yang semakin merajalela. Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui sumber resmi The Hacker News dan berita terkait dari lembaga keamanan siber terkemuka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad