Masalah Pendidikan RI Terletak pada Cara Pandang, Bukan Sekolahnya

Apr 22, 2026 - 11:03
 0  6
Masalah Pendidikan RI Terletak pada Cara Pandang, Bukan Sekolahnya

Masalah pendidikan di Indonesia bukan semata soal sekolah atau akses belajar formal, melainkan terletak pada cara pandang masyarakat terhadap makna belajar itu sendiri. Pandangan yang sempit selama ini menganggap pendidikan hanya identik dengan proses di bangku sekolah, padahal belajar bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.

Ad
Ad

Cara Pandang Masyarakat terhadap Pendidikan

Menurut Najelaa Shihab, pendidik sekaligus inisiator gerakan Semua Murid Semua Guru, cara pandang yang harus diubah agar pendidikan Indonesia mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Selama ini, pendidikan kerap disederhanakan menjadi capaian akademik di sekolah formal, padahal banyak komunitas dan inisiatif di luar sistem formal yang memiliki peran besar dalam membentuk keterampilan dan karakter peserta didik.

"Upaya yang dilakukan bukan sekadar capaian akademik, melainkan perubahan perilaku dan kontribusi nyata terhadap ekosistem yang lebih luas," ujar Najelaa dalam konferensi pers Belajaraya Jakarta 2026, Selasa (21/4/2026).

Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, kebutuhan keterampilan pun terus berubah. Proses belajar kini harus melibatkan banyak pihak, mulai dari komunitas lokal, platform digital, hingga kolaborasi lintas sektor.

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Pendidikan Dinamis

Hal ini juga ditegaskan oleh Rizki Ameliah, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital. Menurutnya, pemerintah tidak dapat mengelola pendidikan seorang diri karena tantangan yang dihadapi sangat kompleks.

"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, kita perlu bergerak bersama dengan komunitas, swasta, dan akademisi," jelas Rizki.

Kolaborasi ini menjadi kunci untuk menjawab berbagai masalah pendidikan, seperti kesenjangan akses belajar, kualitas pendidikan yang belum merata, dan kebutuhan keterampilan baru yang relevan di era digital.

Peran Komunitas dalam Mendorong Inovasi Pendidikan

Gerakan berbasis komunitas seperti Semua Murid Semua Guru kini telah melibatkan lebih dari 1.000 komunitas pendidikan di seluruh Indonesia. Mereka aktif mendorong inovasi belajar di luar sistem formal, yang memungkinkan pendidikan tumbuh lebih inklusif dan merata, tidak hanya terpusat di kota besar atau institusi formal.

  • Mendorong pembelajaran berbasis pengalaman dan keterampilan praktis.
  • Membangun karakter dan sikap sosial yang adaptif.
  • Memperluas akses pendidikan ke daerah-daerah terpencil.
  • Menghubungkan peserta didik dengan peluang kerja dan pengembangan diri.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak harus terbatas pada ruang kelas, melainkan sebuah proses belajar sepanjang hayat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Belajaraya Jakarta 2026: Wadah Kolaborasi Pendidikan

Untuk memperkuat perubahan paradigma pendidikan tersebut, berbagai pihak mulai menginisiasi kolaborasi lintas sektor melalui ruang-ruang pertemuan publik. Salah satunya adalah festival pendidikan Belajaraya Jakarta 2026 yang akan digelar pada 2 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

Acara ini dirancang sebagai platform kolaborasi antara pendidik, komunitas, pemerintah, dan sektor swasta untuk membahas masa depan pendidikan Indonesia yang lebih adaptif dan inklusif.

Melalui pendekatan seperti ini, diharapkan cara pandang pendidikan bisa bergeser dari aktivitas sekadar di ruang kelas menjadi proses belajar sepanjang hayat yang melibatkan banyak pihak, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pergeseran paradigma pendidikan yang menekankan pada kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan komunitas merupakan langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan Indonesia saat ini. Selama ini, sistem pendidikan formal seringkali dianggap sebagai satu-satunya jalan menuju keberhasilan, sehingga mengabaikan potensi besar yang dimiliki oleh pembelajaran nonformal dan informal.

Lebih jauh, mengubah cara pandang masyarakat tentang pendidikan akan membuka peluang bagi inovasi yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern. Hal ini juga dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah yang selama ini kurang terjangkau sistem formal.

Ke depan, publik perlu terus mengikuti perkembangan inisiatif seperti Belajaraya Jakarta 2026 dan mendukung kolaborasi yang menghubungkan berbagai elemen masyarakat. Ini bukan hanya soal meningkatkan kualitas pendidikan, tapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang kuat dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca sumber asli berita di CNBC Indonesia dan berita terkait di situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad