Normalisasi Kali Cirarab: Bupati Tangerang Gandeng Swasta Bebaskan Sepatan-Pasar Kemis dari Banjir

Apr 22, 2026 - 13:30
 0  4
Normalisasi Kali Cirarab: Bupati Tangerang Gandeng Swasta Bebaskan Sepatan-Pasar Kemis dari Banjir

Pemerintah Kabupaten Tangerang makin gencar menyelesaikan masalah banjir dengan melakukan normalisasi Kali Cirarab, yang melintasi Kecamatan Sepatan dan Pasar Kemis. Normalisasi ini tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur, tapi juga mengandalkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta dan masyarakat setempat.

Ad
Ad

Kolaborasi Strategis Pemkab Tangerang dan Swasta

Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa Pemkab telah berkoordinasi dengan PT Intek, salah satu perusahaan besar di wilayah tersebut, yang secara sukarela bersedia membongkar bangunan yang melanggar garis sempadan sungai (GSS). Langkah ini merupakan bagian penting dari upaya normalisasi sungai agar aliran air kembali lancar dan meminimalisir risiko banjir.

“Kami sudah sampaikan dan alhamdulillah pihak PT Intek bersedia mematuhi ketentuan GSS dan akan melakukan pembongkaran secara mandiri. Ini bentuk kepedulian dan kesadaran terhadap kepentingan umum,” ujar Bupati Maesyal, seperti dikutip dari tangerangkab.go.id.

Usai meninjau langsung progres pembongkaran bangunan di bantaran Kali Cirarab pada Selasa, 21 April 2026, Maesyal menegaskan bahwa normalisasi ini adalah upaya jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Tujuan dan Langkah Normalisasi Kali Cirarab

Normalisasi Kali Cirarab diproyeksikan sepanjang 700 meter, mencakup wilayah dari Gelam hingga kawasan PT Intek. Proyek ini bertujuan mengurangi risiko banjir yang selama ini sering melanda kawasan Sepatan dan Pasar Kemis, sekaligus memperbaiki sistem aliran air agar lebih efektif.

Setelah pembongkaran bangunan selesai, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) akan melanjutkan dengan pengerukan sungai dan pembangunan turap sebagai pengendali banjir. Bupati Maesyal optimistis, setelah normalisasi dan penurapan selesai, wilayah yang selama ini terdampak banjir akan terbebas dari masalah tersebut.

“Setelah dinormalisasi dan dilakukan penurapan, insyaallah wilayah ini diharapkan tidak lagi terdampak banjir. Ini adalah langkah jangka panjang untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tutur Maesyal.

Peran Aktif Masyarakat dan Pelaku Usaha

Bupati Maesyal juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dan pelaku usaha yang ikut serta secara mandiri melakukan pembongkaran bangunan di bantaran sungai. Di wilayah Sepatan, tercatat ada tiga perusahaan yang sudah berkomitmen membongkar bangunan mereka, sementara di Pasar Kemis warga dan pelaku usaha serta tempat ibadah juga mulai membersihkan bantaran sungai.

Langkah ini menjadi contoh nyata kolaborasi multi-pihak antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penanganan banjir yang selama ini menjadi momok di Kabupaten Tangerang.

Pengembangan Infrastruktur Pengendali Banjir di Wilayah Lain

Selain Kali Cirarab, Pemkab Tangerang tengah mempersiapkan pembangunan turap dan infrastruktur pengendali banjir lain di daerah Jayanti dan Kresek. Saat ini, proyek-proyek tersebut masih dalam proses tender yang dikelola oleh BBWS sebagai bagian koordinasi lintas instansi untuk mengurangi risiko banjir secara menyeluruh.

Bupati Maesyal menegaskan bahwa penanganan banjir adalah perhatian bersama antara Pemkab, pemerintah provinsi, dan BBWS, yang akan dilakukan secara bertahap dan sistematis.

“Penanganan banjir menjadi perhatian bersama antara pemkab, provinsi, dan BBWS. Semua dilakukan secara bertahap untuk mengurangi tingkat kebanjiran di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah normalisasi Kali Cirarab yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat merupakan model penanganan banjir yang progresif dan berkelanjutan. Tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, keterlibatan swasta seperti PT Intek menunjukkan kesadaran sosial korporasi yang penting dalam penataan wilayah.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan proses pembongkaran berjalan lancar dan tidak menimbulkan konflik sosial, mengingat banyak bangunan yang berpotensi terdampak. Transparansi dan komunikasi yang baik dengan masyarakat harus menjadi prioritas agar proyek ini mendapatkan dukungan luas.

Ke depan, Pemkab Tangerang harus terus memonitor dan mengevaluasi dampak normalisasi ini, serta memperluas program kolaborasi serupa ke sungai-sungai lain yang berisiko banjir. Dengan integrasi pengelolaan sumber daya air dan tata ruang yang ketat, Kabupaten Tangerang bisa menjadi contoh sukses pengendalian banjir di wilayah urban.

Untuk perkembangan terbaru dan detail proyek normalisasi Kali Cirarab, pembaca dapat mengikuti update resmi dari Pemkab Tangerang dan BBWS melalui situs terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad