Khoirudin Blak-blakan Soal Tugas Baru Usai Dicopot Ketua DPRD DKI Jakarta
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Khoirudin secara terbuka mengungkapkan tugas barunya dari partai setelah resmi dicopot dari posisi Ketua DPRD DKI Jakarta. Meskipun telah menerima amanah baru, Khoirudin mengaku belum mulai menjalankan peran tersebut secara aktif.
Dalam wawancara dengan Liputan6.com pada Rabu (22/4/2026), Khoirudin menyatakan bahwa ia kini dipercaya sebagai Koordinator Pembinaan Pejabat Publik PKS. Namun, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD DKI ini mengaku masih dalam tahap persiapan sebelum menjalankan tugas baru tersebut.
"Ya benar," ujar Khoirudin singkat mengenai jabatan barunya.
"Belum," tambahnya ketika ditanya apakah sudah mulai menjalankan tanggung jawab itu.
Aktivitas Khoirudin Setelah Dicopot dari Ketua DPRD DKI
Meski tidak lagi menjadi pimpinan DPRD, Khoirudin menegaskan bahwa dirinya tetap aktif sebagai anggota DPRD DKI Jakarta. Ia menegaskan bahwa perubahan jabatan tidak memengaruhi aktivitasnya sebagai wakil rakyat yang menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
"Saya tetap anggota dewan," tegas Khoirudin, menegaskan komitmennya menjalankan tugas di DPRD secara penuh.
Saat dimintai komentar terkait proses pergantian Ketua DPRD DKI Jakarta yang kini dijabat oleh Suhud Alynudin, Khoirudin memilih untuk tidak berkomentar dan mengarahkan pertanyaan kepada Ketua Fraksi PKS DPRD DKI.
"No comment. Tolong tanyakan kepada ketua fraksi PKS DPRD DKI," katanya singkat.
Isu Konflik Internal PKS dalam Pergantian Ketua DPRD DKI
Pergantian Khoirudin dengan Suhud Alynudin sebagai Ketua DPRD DKI sempat memunculkan spekulasi mengenai adanya konflik internal di PKS. Namun, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI, M Taufik Zoelkifli (MTZ), membantah isu tersebut dan menegaskan keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan matang Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.
MTZ menjelaskan bahwa pergantian ini merupakan bagian dari konsolidasi internal dan restrukturisasi partai di berbagai tingkatan, dari pusat hingga daerah, untuk memperkuat soliditas PKS.
"Tidak ada konflik internal, ini semata-mata untuk konsolidasi saja. Karena kita memperbarui struktur untuk kebaikan masyarakat juga," kata MTZ, Selasa (21/4/2026).
MTZ menambahkan bahwa pergantian Ketua DPRD DKI masih melalui proses formal yang melibatkan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Gubernur DKI sebelum dilakukan rapat paripurna pengesahan.
Proses dan Implikasi Pergantian Ketua DPRD DKI
Menurut MTZ, proses pergantian Ketua DPRD bukanlah hal yang instan dan memerlukan sejumlah tahap administrasi resmi, seperti pelaporan ke Kemendagri dan koordinasi dengan gubernur serta DPRD.
Perubahan kepemimpinan ini juga dipandang sebagai langkah strategis partai untuk meningkatkan kinerja dan solidaritas internal, terutama menjelang momentum politik besar seperti Pilkada Jakarta 2024.
Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca sumber aslinya di Liputan6.com.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pergantian Khoirudin dari posisi Ketua DPRD DKI dan penugasan barunya sebagai Koordinator Pembinaan Pejabat Publik PKS menunjukkan dinamika politik internal yang wajar dalam sebuah partai besar. Meskipun ada isu konflik, penjelasan resmi dari PKS menegaskan ini adalah langkah konsolidasi dan restrukturisasi yang rutin dilakukan.
Penugasan baru Khoirudin juga menandai pergeseran peran dari posisi legislatif ke pembinaan strategis di partai, yang bisa menjadi persiapan untuk peran politik lebih besar, termasuk kemungkinan maju dalam Pilkada Jakarta 2024. Namun, ketidaksiapan Khoirudin untuk segera menjalankan tugas baru juga memperlihatkan perlunya waktu adaptasi dan konsolidasi internal.
Ke depan, publik perlu mengamati bagaimana PKS mengelola perubahan ini dan apakah langkah restrukturisasi tersebut akan memperkuat posisi partai dalam peta politik DKI Jakarta. Terlebih, proses resmi pergantian Ketua DPRD yang memakan waktu cukup lama juga membuka ruang untuk dinamika politik yang mungkin terjadi di tengah jalan.
Untuk update terbaru dan analisis lebih mendalam, terus ikuti berita politik lokal dan nasional.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0