Risiko Kanker Serius Mengintai Perempuan yang Sering Abaikan Kesehatan Diri

Apr 22, 2026 - 16:54
 0  12
Risiko Kanker Serius Mengintai Perempuan yang Sering Abaikan Kesehatan Diri

Di tengah kesibukan perempuan mengatur keluarga, bekerja, dan menjalankan berbagai peran sosial, banyak perempuan seringkali mengabaikan kesehatan diri sendiri. Padahal, perempuan merupakan kelompok rentan terhadap penyakit serius seperti kanker payudara dan kanker serviks yang memerlukan perhatian khusus sejak dini.

Ad
Ad

Hari Kartini: Momentum Kesadaran Kesehatan Perempuan

Memperingati Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan masa kini harus tidak hanya kuat secara mental dan sosial tetapi juga sadar pentingnya menjaga kesehatan. Tanpa kondisi tubuh yang sehat, peran strategis perempuan dalam keluarga dan masyarakat tentu akan sulit dijalankan secara maksimal.

BPJS Kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengajak perempuan untuk melakukan skrining kanker payudara dan serviks secara rutin sebagai langkah deteksi dini yang sangat penting.

Peran Perempuan dan Tantangan Kesehatan

Perempuan selama ini dikenal sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga, mulai dari mengatur pola makan hingga mendorong anggota keluarga melakukan pemeriksaan rutin. Namun, ironisnya, perhatian terhadap kesehatan diri sendiri sering terabaikan.

BPJS Kesehatan mengakui fenomena ini sebagai tantangan besar dan menyediakan layanan kesehatan komprehensif bagi perempuan melalui JKN, mencakup upaya promotif, preventif, dan kuratif.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menegaskan, "Semangat Kartini hari ini kami wujudkan melalui kemudahan akses layanan kesehatan bagi perempuan. BPJS Kesehatan hadir untuk memastikan perempuan dapat memperoleh layanan promotif dan preventif sejak dini, sehingga kondisi kesehatan dapat terjaga secara berkelanjutan."

Data Skrining dan Risiko Kanker pada Perempuan

Data BPJS Kesehatan sepanjang 2025 menunjukkan bahwa dari 79,5 juta peserta JKN yang melakukan skrining kesehatan, sekitar 43,6 persen di antaranya memiliki risiko penyakit tertentu. Khususnya, terdapat 14,4 juta peserta berisiko kanker serviks dan 1 juta peserta berisiko kanker payudara.

Tren kasus kanker payudara terus meningkat, dari 1,08 juta kasus pada 2021 menjadi 1,94 juta kasus pada 2025, sementara kanker serviks naik dari 278 ribu menjadi lebih dari 452 ribu kasus dalam periode yang sama. Lonjakan ini juga memicu peningkatan beban pembiayaan yang hampir dua kali lipat.

Meski demikian, ada perkembangan positif berupa peningkatan kesadaran perempuan melakukan skrining. Pada 2025, jumlah peserta yang melakukan skrining kanker payudara meningkat pesat menjadi 30.159 orang dibandingkan 7.440 orang pada 2024. Skrining kanker serviks melalui IVA dan Pap Smear juga telah menjangkau lebih dari 1,5 juta peserta.

"BPJS Kesehatan terus melakukan edukasi dan mendorong peserta, khususnya perempuan, untuk melakukan skrining deteksi dini agar penyakit dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara optimal," tambah Rizzky.

Jaminan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak oleh BPJS Kesehatan

Selain fokus pada deteksi dini kanker, BPJS Kesehatan juga menjamin layanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kehamilan (antenatal care) enam kali, layanan USG sesuai indikasi medis, hingga persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan kompeten.

Data menunjukkan bahwa pada 2025, terdapat lebih dari 2,6 juta persalinan yang dijamin BPJS Kesehatan dengan total biaya mencapai Rp10,03 triliun, menegaskan peran penting program JKN dalam mendukung kesehatan perempuan sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, data risiko kanker yang tinggi pada perempuan yang sering mengabaikan kesehatan diri sendiri mengindikasikan perlunya perubahan paradigma besar dalam masyarakat. Perempuan harus dilihat tidak hanya sebagai pengurus kesehatan keluarga, tetapi juga sebagai individu yang harus diprioritaskan kesehatannya.

Lonjakan kasus kanker payudara dan serviks menunjukkan bahwa tanpa intervensi dini dan edukasi yang masif, beban penyakit ini akan terus meningkat, memperberat sistem kesehatan dan ekonomi keluarga. Perlu kolaborasi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, dan masyarakat untuk menguatkan program skrining dan edukasi kesehatan.

Saat ini, peningkatan kesadaran perempuan melakukan skrining adalah kabar baik yang harus terus didorong. Ke depan, inovasi layanan yang lebih mudah diakses dan edukasi berbasis komunitas akan menjadi kunci keberhasilan pencegahan penyakit ini. Masyarakat sebaiknya terus mengikuti informasi terbaru dan memanfaatkan layanan JKN untuk kesehatan optimal.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat mengunjungi sumber berita asli di Liputan6 dan juga mengikuti update dari BPJS Kesehatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad