Investor Asing Antre Masuk RI, Rosan Bidik Investasi Rp13 Ribu T hingga 2029

Apr 22, 2026 - 17:30
 0  3
Investor Asing Antre Masuk RI, Rosan Bidik Investasi Rp13 Ribu T hingga 2029

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia tetap sangat tinggi meskipun konflik di Timur Tengah tengah memanas. Pernyataan ini disampaikan berdasarkan hasil kunjungan kerja Rosan ke berbagai negara strategis seperti Singapura, China, Korea Selatan, dan Jepang, yang merupakan pusat perhatian investor global.

Ad
Ad

Dalam agenda tersebut, Rosan juga mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan pelaku usaha internasional. Ia menyatakan bahwa meski kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia sedang tidak menentu, animo investasi ke Indonesia tetap kuat dan menunjukkan tren positif.

"Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, geoekonomi dunia, ternyata minat dan interest mereka untuk investasi di Indonesia itu sangat tinggi ya, masih sangat-sangat baik," ujar Rosan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).

Minat Investasi Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global

Rosan menjelaskan dalam setiap kunjungan kerja, pemerintah rutin menggelar pertemuan dengan para investor, baik dalam forum besar maupun diskusi terbatas. Dari hasil pertemuan tersebut, minat investasi ke Tanah Air tetap solid, bahkan mengalami peningkatan signifikan, meskipun kondisi global penuh ketidakpastian.

"Ini terbukti dari investasi yang masuk juga masih sesuai dengan yang kita rencanakan. Walaupun itu juga sudah mengalami peningkatan yang sangat signifikan," tambahnya.

Target Investasi Rp13 Ribu Triliun hingga 2029

Melihat tren positif, pemerintah mematok target investasi yang ambisius. Dalam kurun waktu 2014 hingga 2024, total investasi yang masuk ke Indonesia mencapai sekitar Rp9.100 triliun. Untuk periode 2025 hingga 2029, pemerintah membidik realisasi investasi lebih dari Rp13 ribu triliun, kenaikan yang sangat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

"Jadi peningkatannya memang cukup signifikan, tapi alhamdulillah masih bisa tercapai target-target itu. Dan kita harapkan ini bisa terus terjaga," jelas Rosan.

Investasi Besar dari Jepang, Korea Selatan, dan China

Rosan juga menyebutkan bahwa investasi yang masuk berasal dari proyek berjalan maupun komitmen investasi baru dari beberapa negara. Beberapa proyek investasi ini memiliki nilai yang sangat besar, antara lain:

  • Investasi dari Jepang yang mencapai hampir US$30 miliar
  • Investasi dari Korea Selatan yang mencapai hampir US$10 miliar
  • Investasi dari China yang tetap tinggi dan stabil, terutama pada sektor-sektor strategis

Keberadaan investasi strategis dari ketiga negara ini menjadi tulang punggung pengembangan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Fokus Pemerintah pada Kualitas dan Regulasi Investasi

Selain mengejar kuantitas, Presiden Prabowo memberikan arahan khusus agar investasi yang masuk tidak hanya besar dari segi nominal, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.

"Pesan dari beliau tentunya adalah investasi yang masuk ini, penciptaan lapangan pekerjaannya juga harus tumbuh secara baik, benar, dan juga berkualitas," ujar Rosan.

Lebih lanjut, Rosan mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo meminta pemerintah untuk menyederhanakan hambatan regulasi, terutama peraturan teknis yang berpotensi menghambat investasi. Penyederhanaan ini dianggap penting agar daya saing Indonesia di kawasan tetap terjaga dan investor merasa nyaman menanamkan modalnya.

"Jangan sampai ada regulasi-regulasi kita yang justru menghambat, pertek-pertek itu juga kalau menghambat tidak perlu ada," tegas Rosan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Rosan Roeslani ini menegaskan bahwa Indonesia masih menjadi destinasi investasi yang menarik meski di tengah ketegangan geopolitik global, seperti konflik Timur Tengah yang berdampak luas pada pasar internasional. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas politik dan kebijakan ekonomi Indonesia yang terus diperbaiki.

Target investasi Rp13 ribu triliun yang dipatok pemerintah tidak hanya ambisius tetapi juga realistis, mengingat tren positif dari 10 tahun terakhir yang mencapai Rp9.100 triliun. Namun, tantangan utama yang harus diperhatikan adalah kualitas investasi, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi agar investasi benar-benar berdampak pada pembangunan nasional.

Selain itu, penyederhanaan regulasi menjadi kunci untuk menjaga daya saing Indonesia di mata investor global. Regulasi yang rumit bisa menjadi penghambat utama masuknya investasi baru, sehingga langkah pemerintah dalam menyederhanakan aturan adalah game-changer yang patut diapresiasi.

Ke depan, masyarakat dan pelaku bisnis harus mengawasi implementasi dari target investasi ini serta dampaknya terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan. Informasi lebih lanjut dan update dari pemerintah bisa diikuti melalui laporan resmi seperti yang dimuat dalam CNN Indonesia dan media kredibel lainnya.

Secara keseluruhan, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi negara tujuan investasi utama di kawasan Asia Tenggara dan dunia, asalkan tetap menjaga stabilitas, kualitas investasi, dan kemudahan berbisnis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad