Prof Dossy Iskandar Prasetyo Dikukuhkan Guru Besar Ubhara Surabaya, Soroti Sikap Ambivalen terhadap Partai Politik

Apr 22, 2026 - 19:40
 0  3
Prof Dossy Iskandar Prasetyo Dikukuhkan Guru Besar Ubhara Surabaya, Soroti Sikap Ambivalen terhadap Partai Politik

Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya resmi mengukuhkan Guru Besar baru di Fakultas Hukum, yakni Prof. Dr. Dossy Iskandar Prasetyo, S.H., M.Hum.. Acara pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Rektor Ubhara Surabaya, Irjen Pol. (Purn) Drs. Anton Setiadji, S.H., M.H. yang juga menegaskan pentingnya peran akademisi dalam mengembangkan ilmu hukum di Indonesia.

Ad
Ad

Prof. Dossy bukan hanya sekadar guru besar baru, namun juga merupakan alumni pertama dari Universitas Bhayangkara Surabaya yang berhasil menapaki jenjang akademik tertinggi di kampus tersebut. Pencapaian ini menjadi tonggak bersejarah sekaligus inspirasi bagi mahasiswa dan civitas akademika Ubhara untuk terus berprestasi dan mengabdi kepada ilmu pengetahuan.

Profil dan Perjalanan Akademik Prof. Dossy Iskandar Prasetyo

Prof. Dossy memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan humaniora. Gelar S.H. dan M.Hum. yang disandangnya menunjukkan kedalaman pemahaman dalam ranah hukum dan kebudayaan, dua bidang yang sangat berkaitan erat dalam dinamika sosial-politik Indonesia.

Selain aktif sebagai akademisi, Prof. Dossy juga dikenal sebagai pengamat politik yang kritis, terutama dalam menyoroti fenomena sosial yang berkaitan dengan sikap ambivalen masyarakat terhadap partai politik. Dalam pidatonya saat pengukuhan, ia menekankan bahwa ambivalensi ini merupakan refleksi dari kompleksitas demokrasi yang sedang berkembang di Indonesia.

Ambivalensi Sikap Terhadap Partai Politik: Sorotan Prof. Dossy

Menurut Prof. Dossy, masyarakat Indonesia seringkali menunjukkan sikap yang bertentangan terhadap partai politik. Di satu sisi, partai politik dianggap sebagai instrumen utama dalam sistem demokrasi untuk mewakili aspirasi rakyat. Namun di sisi lain, banyak masyarakat yang merasa kecewa dan skeptis terhadap integritas dan kinerja partai-partai tersebut.

"Ambivalensi masyarakat terhadap partai politik bukan sekadar ketidakpercayaan, tetapi juga cerminan harapan besar yang belum terpenuhi dalam praktik demokrasi kita," ujar Prof. Dossy.

Fenomena ini, lanjutnya, perlu menjadi perhatian serius bagi akademisi dan praktisi politik agar dapat merumuskan solusi yang efektif untuk memperbaiki kualitas partai politik dan meningkatkan kepercayaan publik.

Pengaruh Pengukuhan Guru Besar Terhadap Fakultas Hukum dan Ubhara Surabaya

Pengukuhan Prof. Dossy sebagai Guru Besar di Fakultas Hukum Ubhara Surabaya tentunya akan memperkuat posisi fakultas tersebut dalam dunia akademik dan riset hukum di Indonesia. Keahliannya dalam bidang hukum dan politik membuka peluang bagi pengembangan kurikulum yang lebih integratif, serta penelitian yang relevan dengan isu-isu aktual.

Lebih jauh, pencapaian ini juga menegaskan reputasi Ubhara Surabaya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu melahirkan tokoh-tokoh akademik berkaliber nasional. Hal ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi pusat unggulan dalam bidang ilmu hukum dan keamanan.

  • Penguatan riset hukum dan politik di lingkungan fakultas.
  • Peningkatan kualitas pengajaran berlandaskan pengalaman praktis dan teoretis.
  • Inspirasi bagi mahasiswa dan dosen untuk mengejar prestasi akademik tinggi.
  • Kontribusi nyata terhadap pemahaman demokrasi dan politik di Indonesia.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengukuhan Prof. Dossy Iskandar Prasetyo sebagai Guru Besar merupakan momentum penting tidak hanya bagi Universitas Bhayangkara Surabaya, tetapi juga bagi pengembangan ilmu hukum dan politik di Indonesia. Sorotannya terhadap ambivalensi sikap terhadap partai politik membuka ruang diskusi yang mendalam tentang bagaimana demokrasi di Tanah Air dapat diperkuat dari sisi budaya politik.

Ketidakpastian sikap masyarakat terhadap partai politik bukan hanya masalah persepsi, melainkan juga menandakan perlunya reformasi struktural dan kultural di dalam partai politik itu sendiri. Akademisi seperti Prof. Dossy yang berada di garis depan riset dan pengajaran memiliki peran strategis dalam membentuk generasi baru yang lebih kritis dan konstruktif dalam politik.

Ke depan, publik dan pengambil kebijakan perlu mengamati pemikiran dan karya-karya Prof. Dossy, yang diyakini akan memberikan kontribusi signifikan dalam memperbaiki kualitas demokrasi dan sistem politik Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca berita aslinya di Radar Surabaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad