Longsor di Sukabumi Terjang 3 Dusun, Akses Terputus dan Rumah Terancam

Apr 22, 2026 - 21:00
 0  6
Longsor di Sukabumi Terjang 3 Dusun, Akses Terputus dan Rumah Terancam

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Selasa, 21 April 2026, memicu serangkaian bencana longsor yang berdampak luas. Longsor ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga menyebabkan akses transportasi utama lumpuh total sehingga ribuan warga terisolasi di beberapa dusun terdampak.

Ad
Ad

Dampak Longsor Terparah di Desa Bantaragung

Bencana longsor terparah terjadi di Desa Bantaragung, Kecamatan Bantargadung, di mana pergerakan tanah memutus jalan desa sepanjang 10 meter. Jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan tiga dusun dan kini tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, menyebabkan gangguan signifikan terhadap mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan kondisi ini memaksa warga untuk mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit.

"Jalan tersebut merupakan penghubung tiga kedusunan dan kini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Warga terpaksa harus memutar sejauh 3 kilometer melalui jalan alternatif," ujar Daeng pada Rabu (22/4/2026).

Ancaman Longsor di Desa Girijaya dan Wilayah Sekitar

Selain di Bantargadung, desa lain yang terdampak adalah Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak. Longsoran tanah di wilayah ini tidak hanya menutup saluran irigasi, tetapi juga mengancam langsung bangunan rumah penduduk.

Petugas melaporkan adanya satu rumah milik Bapak Acun yang kini sangat rawan roboh akibat material tanah yang menutupi saluran irigasi dan menekan struktur bangunan. Rumah tersebut dihuni oleh lima jiwa.

"Kami terus melakukan pemantauan ketat di lokasi tersebut untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar," tambah Daeng.

Jalur Provinsi dan Akses Kecamatan Jampangtengah Lumpuh

Kondisi di jalur provinsi Cimaja-Cibareno, Kecamatan Cisolok, serta akses di Kecamatan Jampangtengah juga memprihatinkan. Timbunan tanah menutup badan jalan secara total sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas sama sekali.

BPBD Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa evakuasi material longsor membutuhkan bantuan alat berat untuk membuka kembali akses jalan dan mengembalikan kelancaran aktivitas warga.

Menurut BPBD, masyarakat harus tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di daerah tebingan atau pengguna jalan yang melewati area rawan longsor saat hujan deras turun.

"BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di daerah tebingan atau pengguna jalan yang melintasi area rawan longsor saat hujan turun deras," tutup Daeng.

Apa Itu Longsor dan Faktor Penyebab

Longsor atau gerakan tanah adalah peristiwa geologi akibat pergerakan massa batuan atau tanah yang bisa dipicu oleh faktor alam seperti hujan deras yang berlangsung lama. Wilayah Sukabumi, yang memiliki topografi pegunungan dan lereng curam, sangat rentan terhadap bencana ini.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bencana longsor di Sukabumi ini menggarisbawahi pentingnya mitigasi bencana dan perencanaan tata ruang yang lebih ketat di wilayah rawan longsor. Gangguan akses transportasi selama berhari-hari dapat memperparah dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat terdampak, terutama dalam hal distribusi kebutuhan pokok dan layanan kesehatan.

Lebih jauh, kondisi seperti ini menunjukkan bahwa perubahan iklim yang menyebabkan intensitas hujan meningkat kerap memperbesar risiko bencana alam di daerah pegunungan. Pemerintah daerah dan kementerian terkait perlu mempercepat pembangunan infrastruktur tahan bencana dan sistem peringatan dini yang lebih efektif.

Kedepannya, masyarakat juga harus diberdayakan untuk memahami dan mengantisipasi risiko longsor melalui edukasi dan kesiapsiagaan bencana. Pantauan dari BPBD yang intensif dan kolaborasi dengan sektor swasta untuk penyediaan alat berat akan menjadi kunci pemulihan cepat akses jalan dan kehidupan normal warga.

Untuk informasi terkini dan langkah penanganan bencana longsor di Sukabumi, pembaca dapat memantau update resmi dari Liputan6 Regional serta laman resmi BPBD Kabupaten Sukabumi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad