BPBD Gencarkan Pemantauan Longsor di 7 Wilayah Jaksel dan 2 Jaktim Rawan Bencana

Apr 22, 2026 - 21:40
 0  5
BPBD Gencarkan Pemantauan Longsor di 7 Wilayah Jaksel dan 2 Jaktim Rawan Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meningkatkan intensitas pemantauan terhadap potensi longsor di sejumlah titik rawan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Langkah ini diambil menyusul peningkatan curah hujan yang berpotensi memicu bencana gerakan tanah di kawasan tersebut.

Ad
Ad

Fokus Pemantauan di Wilayah Rawan Longsor Jakarta Selatan

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI, Mohamad Yohan, menyatakan bahwa Jakarta Selatan menjadi area utama yang mendapat perhatian khusus, terutama di daerah sekitar aliran Sungai Ciliwung. Pemantauan dan penyisiran dilakukan secara rutin pada titik-titik yang dianggap memiliki risiko tinggi terjadi longsor.

“Wilayah yang longsor itu kita cermati betul terutama di wilayah Jakarta Selatan. Kami sudah sering sekali melakukan penyisiran sungai, terutama di Sungai Ciliwung pada titik tertentu,” ujar Yohan kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Daftar Wilayah Rawan Longsor di Jaksel dan Jaktim

Berdasarkan data BPBD, terdapat 7 wilayah di Jakarta Selatan dan 2 wilayah di Jakarta Timur yang masuk dalam zona rawan longsor. Identifikasi ini dilakukan melalui pemetaan risiko bencana yang melibatkan pemeriksaan kondisi geografis, drainase, serta tingkat curah hujan di masing-masing lokasi.

Koordinasi dan Upaya Penanganan Bencana Longsor

Selain melakukan pemantauan lapangan, BPBD juga aktif berkoordinasi dengan tingkat kelurahan dan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memastikan kesiapsiagaan dan penanganan cepat jika terjadi bencana longsor. Sinergi antar instansi ini penting agar langkah mitigasi dan evakuasi bisa dilakukan secara efektif.

  • Pemetaan risiko yang terus diperbarui
  • Penyisiran titik-titik rawan di sepanjang Sungai Ciliwung
  • Koordinasi dengan kelurahan dan SKPD terkait
  • Monitoring curah hujan dan kondisi lapangan secara berkala

Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak kerusakan dan korban jiwa akibat longsor yang kerap terjadi saat musim hujan intensif.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, intensifikasi pemantauan oleh BPBD DKI ini merupakan langkah strategis yang sangat diperlukan mengingat karakteristik wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang memiliki kontur tanah rawan longsor, terutama di daerah sekitar aliran Sungai Ciliwung yang sering kali mengalami pendangkalan dan penyempitan.

Namun, upaya ini harus diiringi dengan peningkatan edukasi kepada masyarakat serta penataan lingkungan yang lebih baik, seperti pengelolaan sampah di sungai agar tidak memperparah risiko longsor dan banjir. Selain itu, pemerintah daerah perlu mempercepat pembangunan infrastruktur mitigasi bencana, seperti tanggul dan sistem peringatan dini yang efektif.

Kita juga harus mengawasi apakah koordinasi lintas sektor ini berjalan lancar dan benar-benar melibatkan komunitas lokal, karena keterlibatan mereka sangat krusial dalam mitigasi bencana. Ke depan, publik harus terus mengikuti perkembangan pemantauan ini agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara kolektif.

Untuk informasi lengkap dan update terkini, Anda bisa membaca laporan resmi BPBD DKI di Kompas.com dan mengikuti peringatan dini dari pemerintah setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad